Berita

Direktur RSUD Prof. W. Z. Yohanes Kupang, dr. Dominggus Mere menyatakan akan menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang disampaikan oleh Komunitas Youth Report Centre (YRC) Kupang. Hal ini disampaikan orang nomor satu RSUD Kupang ketika melakukan audience dengan komunitas YRC Kupang di ruang pertemuan RSUD, Kamis, 05/11/2015. Bahkan dalam kesempatan tersebut direktur yang baru dua bulan menjabat ini meminta sekretarisnya memberikan disposisi agar temuan dan rekomendasi yang disampaikan komunitas peduli pelayanan publik ini langsung diteruskan kepada seluruh bagian dan ruangan dilingkup RSUD. "Saya meminta kepada YRC agar hasil temuan dan rekomendasi ini menjadi self assesment dan langsung saya teruskan pada seluruh unit, bagian dan ruangan di rumah sakit ini. Saya juga meminta agar setelah diskusi ini anak-anak muda ini harus kembali melakukan pemantauan atau wawancara kepada pasien dan petugas untuk mengetahui hasilnya".

Suasana Audience YRC Kupang dan Direktur RSUD Prof. W. Z. Yohanes Kupang, dr. Dominggus Mere di ruang kerjanya, Kamis (05/11/2015)

Frans Baga dan Fortune Dodok dalam kesempatan audience ini mengemukan hasil pengaduan yang diterima sejak akhir September sampai akhir Oktober 2015. Menurut mereka, penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga medis di rumah sakit masih menyimpan berbagai persoalan. "Berbagai persoalan warga yang diadukan masyarakat kepada kami antara lain, pasien rujukan tidak dilayani karena tidak memiliki KTP Kota Kupang, kurang tersedianya obat-obat bagi pengguna BPJS, perawatan yang dilayani mahasiswa praktek tanpa didampingi petugas medis. Selain itu, proses pengurusan administrasi BPJS yang berbelit-belit dan pasien tidak mendapat ruangan/tempat tidur dan tidak diperhatikan petugas. Kami juga menerima pengaduan berupa adanya pasien ditolak karena tidak memiliki kartu BPJS dan Jamkesmas serta pelayanan pemeriksaan darah dan hasil laboratorium yang diberikan lambat" sebut mereka.

Setimpal dengan itu, menurut YRC, dalam rangka mendorong optimalisasi pelayanan kesehatan di RSUD Prof. W. Z. Yohanes Kupang maka kami manajemen RSUD Prof. W. Z. Yohanes Kupang agar mendahulukan pelayanan kesehatan kepada pasien daripada pemenuhan administrasi terutama masyarakat pengguna layanan BPJS, tidak melakukan diskriminasi layanan kepada pasien umum dan pasien pengguna layanan BPJS. Selain itu mereka juga meminta agar ketersediaan obat-obatan pengguna layanan BPJS harus tetap tersedia dan proses pelayanan yang diberikan mahasiswa praktek harus didampingi oleh tenaga kesehatan yang profesional. *Vitto

Vitus Pehan
Author: Vitus PehanWebsite: www.bengkelpemilu.orgEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Staff Bengkel APPeK
Vitus Pehan, mulai bergabung dengan Perkumpulan “Bengkel” APPeK NTT sejak Januari 2013. Saat ini menjadi Staf Divisi Litbang dan Informasi Bengkel APPeK setelah sebelumnya menjadi fasilitator lapangan Pendidikan Pemilih diwilayah Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Desa Oemofa dan Desa Oemolo. Selalu tertarik dengan isu-isu politik, pelayanan publik, perencanaan penganggaran dan kemandirian desa.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media