Berita

Keberadaan kelompok forum perempuan di Desa Haumenbaki, sebagai inisiator dan penggerak di tingkat kelompok dalam usaha pertanian sangat strategis dalam mendorong kemandirian desa. Desa merupakan aset yang perlu di kelola secara baik karena desa memiliki potensi dan sumber daya alam yang perlu dilestarikan dan dimanfaatkan tanpa menimbulkan kerusakan bagi keberlangsungan umat manusia.

Salah satu kegiatan forum perempuan desa Haumenbaki di Kabupaten TTS. (Dok. bengkelappek.org)

Pengelolaan sumber daya alam berupa persiapan kebun yang dilakukan oleh forum perempuan untuk penanaman tanaman holtikultura disiapkan secara bersama oleh anggota forum perempuan. Berbagai kegiatan dalam program penguatan kapasitas partisipasi perempuan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi, sosial dan politik membuat forum perempuan di Desa Haumenbaki tidak hanya terlibat dalam diskusi tiap bulan yang dilakukan selama pendampingan, berpartisipasi dalam setiap kegiatan di desa dan sebagainya. Kelompok perempuan juga selain melakukan hal-hal di atas juga ada kegiatan lain yang dilakukan rutin setiap bulan seperti arisan di kelompok, menanam berbagai macam tanaman yang bisa dilakukan.

Anggota kelompok forum perempuan yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga yang mengurus suami dan anak-anak mereka juga senang berkelompok. Sejak pendampingan yang dilakukan oleh LSM Bengkel APPeK, perempuan selain diberikan pemahaman dan penguatan kapasitas, didorong juga untuk melakukan berbagai hal salah satunya adalah memanfaatkan sumber daya alam dan potensi yang ada.

Ibu Endah Selan, demikian sapaanya sebagai Community Organizing (CO) mempunyai mimpi bahwa “ perempuan harus mandiri dan tidak selalu tergantung pada suami dan perempuan juga harus bisa membantu ekonomi keluarga ”. Mama Endah merasa terpanggil dan ingin keluar dari kehidupan yang hanya mengantungkan hidup pada suami. Ia termotivasi dan mulai berjualan di pasar. Suatu ketika beliau berpikir bahwa di desa Haumenbaki banyak potensi yang dimiliki sehingga Ia mulai berpikir untuk menanam sayur-sayuran.  Karena menanam dengan sayur-sayuran, selain menghasilkan uang, juga bisa di konsumsi sendiri sehingga tidak mengeluarkan uang. Atas pemikiran tersebut maka Mama Endah mulai mengajak teman-temannya para anggota forum perempuan untuk mulai menanam. Dan Sebagai ketua kelompok, Mama Endah sangat bertanggung jawab dengan menyiapkan lahan, dan lahan itu bisa di tanam untuk pribadi dan juga untuk kelompok.

Proses penanaman biasanya dilakukan mulai bulan April setelah panen jagung secara bersama-sama oleh semua anggota kelompok yang dipimpin oleh Mama Endah sendiri, mulai dari perbersihan lahan, pembibitan (menyemaikan bibit) sampai penanaman dilakukan bersama-sama. Tanaman itu antara lain lombok, pria, bayam, sayur putih, terung, tomat, kacang panjang, kangkung dan bawang. Begitupun pada waktu panen mereka menjualnya secara bergiliran sehingga semua anggota mendapat tugas dan bisa bertanggung jawab.

Dengan adanya usaha tanaman holtikultura yang dilakukan secara bersama-sama dalam kelompok forum perempuan, maka Mama Endah merasa bangga bahwa sudah bisa membantu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dan bisa menyekolahkan anak. (Brigida Tamonob)

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media