Berita

Forum Perempuan (FP) Desa Oebelo merupakan salah satu kelompok sasaran dampingan Bengkel APPeK melalui Program Penguatan Kapasitas Partisipasi Perempuan Dalam Proses Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi, Sosial Dan Politik Perempuan Di Kabupaten Kupang Dan Kabupaten TTS. FP yang dipimpin oleh Mama Ruth F. Kikih ini memiliki jumlah anggota tetap sebanyak 13 orang yang tersebar dalam 4 dusun di Desa Oebelo. Kelompok ibu-ibu ini sudah terbentuk sejak program Bengkel APPeK tahap I bekerja sama dengan Oxfam. Semangat kebersamaan ibu-ibu untuk mendorong perubahan bagi kaum perempuan dan mendukung pembangunan di Desa Oebelo menjadi salah satu modal dalam mereka beraktivitas.

Anggota Forum Perempuan Desa Oebelo dalam salah satu sesi diskusi kampuang. (Dokumentasi bengkelappek.org)

Diskusi refleksi program tahap I dan sosialisasi program tahap II pada bulan Agustus 2015 teridentifikasi semangat kaum perempuan Desa Oebelo. Mereka menggambarkan aktivitas yang mereka jalankan dalam masa peralihan program, mereka juga memberikan masukan terkait rencana pelaksanaan kegiatan-kegiatan dan metode pendampingan. Hasil Diskusi tersebut teridentifikasi keinginan mereka untuk adanya pelatihan-pelatihan dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kaum perempuan dengan melibatkan kaum perempuan lainnya (selain dalam FP). Selain itu, untuk mengefektifkan kegiatan-kegiatan mereka, maka anggota FP meminta agar pendamping lapangan (PL) untuk lebih banyak waktu di desa agar bisa berdiskusi dengan mereka. Dan melalui diskusi ini mereka bersepakat untuk mengorganisir masyarakat dan berencana untuk menentukan community organizer (CO)-nya

Dalam perkembangan aktivitas FP Desa Oebelo, setelah program tahap pertama selesai mereka terus menjalankan kegiatan dalam bentuk arisan bulanan dan juga usaha ekonomi produktif yaitu pembuatan minyak kelapa murni (atau VCO). Dan setelah program tahap kedua dimulai bulan September tahun 20015, FP Desa Oebelo mulai menjalankan berbagai aktivitas yang digagas oleh kaum perempuan misalnya dalam bidang ekonomi produktif mereka menghasilkan makanan ringan dari bahan lokal yaitu stik labu, keripik ubi, keripik pisang dan berbagai jajanan.

Tentunya dari sekian banyak proses saya sangat termotivasi dan merasa terbantu berada dalam sebuah kelompok yaitu FP Sehati Oebelo dengan beragam budaya, suku. Kita satu dalam sebuah proses kegiatan yaitu pembuatan stik labu kuning, VCO, keripik ubi dan pisang” demikian pengakuan Ibu Hendra Pah sebagai sekretaris CO Desa Oebelo

Keberadaan FP Desa Oebelo juga ikut mempengaruhi proses pengambilan kebijakan oleh Pemerintah Desa Oebelo melalui Proses Musrenbang. Anggota FP dilibatkan dalam Musrenbang dan ada pengurus FP yang masuk dalam Tim 11 untuk menyusunan perencanaan di Desa Oebelo. FP dan Tim 11 memfasilitasi Musyawarah Dusun (Musdus) di desa mulai dari Dusun I sampai Dusun IV. Lewat Musdus itu ada usulan-usulan dari warga menyangkut dengan pendidikan (mulai dari SD-SMP) dan kesehatan.

Terkait bidang pendidikan, masyarakat meminta agar FP dapat memasukkan usulan misalnya paket seragam bagi anak-anak yang kurang mampu. Dan usulan ini mendapat tanggapan dari Tim 11, dan kemudian dilakukan pendataan atau survei ke rumah-rumah agar diketahui jumlah penerima sehingga tidak salah melayani anan-anak tersebut.

Selain itu, FP ikut mendorong perhatian pemerintah terhadap kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus atau anak disabilitas. Di Desa Oebelo terdapat 8 orang anak disabilitas yang bersekolah di SD dan SMP. Dan upaya FP dalam melayani kebutuhan mereka ditanggapi pemerintah dengan memberikan bantuan tongkat ketiak 1 buah, kacamata 2 buah dan 3 perangkat alat pendengar untuk 6 orang.

Perjuangan FP dalam bidang kesehatan, yaitu dengan mengusulkan beberapa kegiatan untuk ibu-ibu hamil dan balita, antara lain Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan batita yang berada di bawah garis merah (BGM) bagi 64 orang anak, dan penyediaan transport persalinan bagi ibu-ibu hamil, dan urusan BPJS bagi ibu-ibu hamil.

Untuk memperkuat usulan tersebut, FP melakukan pendataan balita dan batita dan juga ibu-ibu hamil dari 7 (tujuh) posyandu di Desa Oebelo. Hasil pendataan didapatkan jumlah balita dan batita yang akan menjadi sasaran PMT sebanyak 64 orang dan ibu-ibu hamil berjumlah 66 orang. Selain mengusulkan melalui musrenbangdes, FP bersama pemerintah desa membuat proposal untuk meminta dukungan terhadap usulan mereka.

Usulan-usulan tersebut mendapat perhatian dari unsur pemerintah desa, sehingga mereka bersama pemerintah desa membuat proposal untuk mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan. Dan menurut pengakuan mama Ruth F. Kikih –Rasi sebagai Ketua FP Desa Oebelo bahwa mereka telah memfasilitasi 12 orang dalam proses pengurusan BPJS.

Pergerakan kaum perempuan di Desa Oebelo melalui FP ini tidak saja mengusulkan beberapa hal melalui musrenbangdes, tetapi juga melakukan tindakan nyata dalam mendukung ibu-ibu hamil. Misalnya saja FP menginformasikan pada ibu-ibu hamil dan anak-anak remaja agar dapat memeriksakan kesehatan diri lewat pemeriksaan papsmear (untuk mengenali gejala kanker serviks) dan kanker payudara. Dan hasilnya bahwa sudah ada 7 orang yang sudah memeriksakan kesehatan mereka. Ketua FP dan CO Desa Oebelo bersama anggota FP memberikan pemahaman dan motivasi bagi ibu hamil untuk melahirkan di fasilitas kesehatan (faskes), dan hasil nyata usaha mereka sejak tahun 2015 terdapat 20 orang yang melahirkan di faskes dan 3 orang di rumah karena tidak mempunyai kartu BPJS.

Beberapa cerita pengalaman FP Desa Oebelo memberikan kita gambaran semakin berkembangnya kaum perempuan dalam mendukung pembangunan atau pemenuhan kebutuhan masyarakat di desa. Berbagai upaya dilakukan untuk mempengaruhi kebijakan dan juga mendukung aktivitas pelaksanaan kebijakan pembangunan di tingkat desa. FP Desa Oebelo selalu dilibatkan dalam proses musyawarah di tingkat dusun dan desa. FP terlibat dalam proses perencanaan dan penganggaran desa, mendorong penggunaan dana dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan desa yang transparan dan akuntabilitas. Semuanya ini merupakan bagian dari kesadaran kaum perempuan untuk ikut berpartisipasi mendorong pemenuhan hak warga secara umum dan hak kaum perempuan dalam berbagai bidang. Bahkan ada dari FP yang dicalonkan dan terpilih menjadi perangkat desa (BPD, Kepala Dusun dan RT). Mari kita terus mendukung gerakan kaum perempuan untuk ikut membangun desa. (All)

*) Tulisan ini pernah dimuat di Buletin Befordes Edisi II 2016

 

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media