Berita

Komunitas Masyarakat Peduli Pembebasan (KOMPPAS) WNI yang merupakan aliansi dari PMKRI, GMNI, FMN, LMND, API Reinha Rosari, Perhimpunan Mahasiswa Nagakeo (Permasna), Perhimpunan Mahasiswa Ngada (Permada), Ikatan Pelajar Mahasiswa Ende (IPELMEN), API Tamisari, Angkatan Muda Adonara (AMA) menggelar aksi seribu lilin dan sejuta doa untuk keselamatan WNI asal NTT yang disandera. Kegiatan ini dilaksanakan di ruas jalan El Tari tepatnya di depan rumah jabatan Gubernur NTT, Minggu 17/07/16. Aksi dikawal ketat aparat kepolisian dari Resort Kupang Kota.

Foto inspiratif dari google

Dalam orasi pengantarnya, Koordinator Umum KOMPPAS, Thomas Tukan menyampaikan bahwa kegiatan sejuta doa yang digelar tersebut merupakan aksi empatik kelompok masyarakat khusunya kaum muda asal NTT atas peristiwa penyanderaan yang dilakukan kolompok militan diluar negeri. KOMPPAS mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil sikap tegas menjamin keselamatan ketiga WNI yang disandera. Selain itu KOMPPAS juga mendesak Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur membuka akses infrasturuktur dan menyediakan lapangan kerja sehingga warga NTT khususnya Flores Timur bisa bebas dari belenggu perantauan. “Ketiadaan sumber penghidupan dan pekerjaan yang layak bagi warga Flores Timur membuat masyarakat memilih mengadu nasib ditanah rantau. Ini menjadi catatan bagi pemerintah mengatasi persoalan yang sudah turun temurun ini” tegas mantan Ketua Umum API Reinha Rosari diakhir orasinya.

Aksi sejuta doa bagi korban sandra WNI tersebut ditutup dengan orasi kemanusiaan dan doa bersama yang dipimpin Fr. Geogry Yan Usfomeny. Fr. Yan mengingatkan seluruh umat manusia untuk tidak saja berpikir bagi diri sendiri tetapi harus juga rela berbela rasa bagi sesama umat manusia lainnya. Vitto

Vitus Pehan
Author: Vitus PehanWebsite: www.bengkelpemilu.orgEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Staff Bengkel APPeK
Vitus Pehan, mulai bergabung dengan Perkumpulan “Bengkel” APPeK NTT sejak Januari 2013. Saat ini menjadi Staf Divisi Litbang dan Informasi Bengkel APPeK setelah sebelumnya menjadi fasilitator lapangan Pendidikan Pemilih diwilayah Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Desa Oemofa dan Desa Oemolo. Selalu tertarik dengan isu-isu politik, pelayanan publik, perencanaan penganggaran dan kemandirian desa.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media