Berita

Lahirnya UU Nomor 08 Tahun 2016 tentang penyandang Disabilitas disambut gegap gempita berbagai kalangan terkhusus kelompok penyandang disabilitas. Kehadiran Undang-Undang ini merupakan angin segar bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh akses dan manfaat serta terlibat dalam proses pengambilan kebijakan disemua level pemerintahan.

 

Salah satu kegiatan pelatihan bersama kelompok perempuan dan disabilitas. Dok. Bengkel APPeK

Mengisi kehadiran Undang-Undang ini, Bengkel APPeK NTT atas dukungan Handicap Internasional menggelar berbagai pelatihan bagi kelompok disabilitas dan kelompok perempuan marginal. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di Desa Mata Air, Oelatimo, dan Noelbakui Kabupaten Kupang. Sementara itu di Kota Kupang dilakukan di Kelurahan Nun Baun Sabu, Nun Baun Delha dan Oebobo.

Umparu Landuawang, program officer kepada bengkelappek.org disela-sela kegiatan pelatihan di Kelurahan Nun Baun Sabu menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah membangun kesadaran kritis kelompok disabilitas dan perempuan marginal akan hak dan kewajibannya sebagai warga untuk terlibat dalam proses pengambilan kebijakan publik terutama di desa dan kelurahan.

“Kehadiran Undang-Undang tentang Penyandang Disabilitas memastikan ruang partisipasi kelompok disabilitas terlibat dalam proses pengambilan kebijakan publik terutama ketika untuk memperjuangkan hak-haknya. Kehadiran Bengkel APPeK dan Handicap Internasional bersama warga marginal dan penyandang disabilitas dimaksudkan untuk membangun kesadaran kritis bagi warga dan Pemerintah Desa/Kelurahan agar spirit kelahiran Undang-Undang ini betul-betul terimplementasi dalam praksis kebijakan. Keberpihakan kebijakan pemerintah diberbagai level bagi kelompok rentan termasuk disabilitas menjadi tujuan termasuk penganggarannya” sebut Umbu sapaan karibnya. *Vitto

 

Vitus Pehan
Author: Vitus PehanWebsite: www.bengkelpemilu.orgEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Staff Bengkel APPeK
Vitus Pehan, mulai bergabung dengan Perkumpulan “Bengkel” APPeK NTT sejak Januari 2013. Saat ini menjadi Staf Divisi Litbang dan Informasi Bengkel APPeK setelah sebelumnya menjadi fasilitator lapangan Pendidikan Pemilih diwilayah Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Desa Oemofa dan Desa Oemolo. Selalu tertarik dengan isu-isu politik, pelayanan publik, perencanaan penganggaran dan kemandirian desa.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media