Berita

Enam ruang kelas SDN Tetelek di Desa Manusak Kabupaten Kupang dalam kondisi rusak berat. Kondisi ruang kelas ini sangat memprihatinkan dan tidak aman bagi siswa/i dan guru ketika melakukan aktivitas belajar mengajar. Hal ini terungkap dalam kegiatas sosialisasi program dan pembentukan komunitas #SekolahAman yang diinisiasi Bengkel APPeK NTT didukung YAPPIKA Jakarta. “Sekolah ini berdiri sejak tahun 1985 sampai saat ini, enam ruang kelas yang dibangun itu perlu mendapat perhatian pemerintah untuk dilakukan perehaban karena tidak layak lagi digunakan sebagai ruang aktivitas belajar mengajar” sebut Bapak Johan Senge, pendiri sekolah yang saat ini menjabat ketua komite Pose sekolah.

Pose Bersama Komunitas #SekolaAman usai berdiskusi, (24/11/2016).

Kekhawatiran akan robohnya gedung sekolah ini juga muncul dari guru yang mengajar. Ibu Yeli, guru kelas 3 menjelaskan bahwa jika ada angin besar yang melanda wilayah sekolah maka siswa dan guru harus meninggalkan ruang kelas. “Kalau ada angin, kami berhamburan keluar takut gedung roboh” ujarnya. Hal ini dilakukan agar para siswa tidak menjadi dampak dari musibah tersebut. Pantauan bengkelappek.org kondisi ruang kelas tidak layak digunakan karena dinding disudut ruangan sudah mulai jebol. Kondisi yang sama tampak juga diplafon ruangan. Jendelanya juga dalam kondisi parah sehingga dipaku seadanya oleh pihak sekolah. Lantai ruangan lebih parah lagi. Debu bertebaran dimana-mana.

Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes, S.H, ketika menyampaikan closing statement menjelaskan bahwa perlu ada kerja sama dari seluruh elemen untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Desa saat ini telah memuat kegiatan perehaban SDN Tetelek sebagai salah satu kegiatan perencanaan yang termaktub dalam RPJMDes. Kegiatan perehaban sekolah ini akan menjadi usulan prioritas kepada dinas instansi terkait” sebut mantan aktivis LSM ini menjelaskan. *Vitto

Vitus Pehan
Author: Vitus PehanWebsite: www.bengkelpemilu.orgEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Staff Bengkel APPeK
Vitus Pehan, mulai bergabung dengan Perkumpulan “Bengkel” APPeK NTT sejak Januari 2013. Saat ini menjadi Staf Divisi Litbang dan Informasi Bengkel APPeK setelah sebelumnya menjadi fasilitator lapangan Pendidikan Pemilih diwilayah Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Desa Oemofa dan Desa Oemolo. Selalu tertarik dengan isu-isu politik, pelayanan publik, perencanaan penganggaran dan kemandirian desa.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media