Berita

Orang yang mau berwirausaha harus berani mengambil keputusan, setia dan bertanggungjawab atas pilihan itu. Hal ini ditegaskan Vinsen Bureni, Koordinator Umum “Bengkel” APPeK NTT saat menyampaikan materi kewirausahaan di hadapan puluhan peserta PPA GMIT Ebenhezer, Sabtu, 04/03/17. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Anak (PPA) Jemaat GMIT Ebenhezer Nekmese tersebut diperuntukkan bagi anggota PPA rata-rata usia 15-18 tahun. “Wirausaha hanya ditekuni oleh orang yang berani mengambil keputusan dan tekun pada pekerjaannya. Wirausaha harus diperuntukkan demi kebaikan banyak orang dan juga diri sendiri” tandas beliau. Tantangan terbesar memulai sebuah usaha adalah sikap pesimis yang membuat orang tenggelam dalam kekurangan dirinya. Karena itu beliau menegaskan pentingnya menggalang semua potensi diri sebagai kunci menumbuhkan sikap optimis.

Vinsen Bureni, Koordinator Umum Bengkel APPeK NTT ketika menyampaikan materi dalam sebuah kesempatan. Dok. : bengkelappek.org

Dalam kesempatan tersebut sejumlah pertanyaan praktis dari kader muda PPA yang hadir turut mengafirmasi antusiasme mereka atas tema yang dibicarakan. Salah satu peserta dalam sesi diskusi menanyakan pengalaman praktis merintis “Bengkel” APPeK sebagai salah satu model wirausaha. Pertanyaan dijawab oleh Koordinator Umum “Bengkel” APPeK dengan menceritakan awal mula merintis lembaga tersebut. “Awalnya kami hanya beberapa orang saja. Usaha kami mulai dari titik nol. Untuk kebutuhan meja kerja ada seorang teman yang membuatkan sebuah meja dari potongana kayu yang ia kumpulkan. Karena itu sampai sekarang meja itu kami jaga sebagai saksi perjalanan sejarah kami” tutur beliau. “Sedangkan kain mejanya dijahit oleh seorang kenalan kami sebagai hadiah dan bentuk dukungannya buat kami,” lanjut pria asal Buraen ini menjelaskan. Bureni juga menceritakan bagaimana mereka mencintai pekerjaan itu dan tetap setia walau dengan penghasilan seadanya. Hasil kerja keras itu sekarang mampu menghidupi 30 orang staft “Bengkel” APPeK dengan dana yang dikelola mencapai 3 hingga 4 milyar per tahunnya. Jawaban ini disambut gemuruh tepuk tangan seluruh peserta.

Selama ini “Bengkel” APPeK berkecimpung dalam pemberdayaan ekonomi perempuan dengan membentuk Jaringan Perempuan Usaha Kecil (Jarpuk), berkonsetrasi pada penyadaran hak perempuan, membantu desa dalam penyusunan RPJMDes, ikut mengembangkan Desa Wisata Lifuleo, serta ikut andil dalam penyadaran perlindungan anak dan perempuan. Karena itu mulailah bermimpi dan cintailah pekerjaan yang mau anda tekuni. Semua itu harus dimulai dari hati. Dengan demikian Anda akan mencintai pekerjaan Anda dan sebaliknya, tandas pegiat LSM berusia 44 tahun itu. Pada kesempatan itu ibu Norma Otemusu salah seorang mentor kelompok PPA mengutarakan bahwa kegiatan hari ini merupakan tindaklanjut dan empat bidang utama yang menjadi konsentrasi pendampingan bagi kelompok PPA. Kegiatan ini penting guna menghidupkan semangat kewirausahaan bagi anak-anak pada rentang usia 15-18 tahun, tandas mentor PPA tersebut. *Yan/Vitto

Vitus Pehan
Author: Vitus PehanWebsite: www.bengkelpemilu.orgEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Staff Bengkel APPeK
Vitus Pehan, mulai bergabung dengan Perkumpulan “Bengkel” APPeK NTT sejak Januari 2013. Saat ini menjadi Staf Divisi Litbang dan Informasi Bengkel APPeK setelah sebelumnya menjadi fasilitator lapangan Pendidikan Pemilih diwilayah Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Desa Oemofa dan Desa Oemolo. Selalu tertarik dengan isu-isu politik, pelayanan publik, perencanaan penganggaran dan kemandirian desa.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media