Berita

Tim seleksi Badan Pengawas Pemilu Provinsi NTT dari ICW dan Puskapol UI berharap calon anggota Bawaslu NTT  harus mempunyai nyali melakukan aktivitas kepengawasan pemilu kedepan. “Proses seleksi ini menjadi titik masuk untuk menempatkan anggota Badan Pengawas Pemilu yang kompeten dan mempunyai nyali melakukan aktivitas kepengawasan pemilu karena kedepan peran Bawaslu sangat strategis” terang Abdullah, peneliti ICW.

Peneliti ICW dan Puskapol UI saat berdiskusi dengan Crew Bengkel APPeK NTT, Kamis, 06/07/17. Foto : Jovi Nahak

 Senada dengan Abdullah, mantan Direktur Eksekutif Puskapol Universitas Indonesia, Ny. Sri Budi Eko Wardani menjelaskan bahwa sekarang Bawaslu menjadi lembaga permanen dengan kewenangan yang lebih luas dan besar. Oleh karena itu butuh calon anggota komisioner yang berlatar belakang dan memahami isu pemilu atau paling tidak pernah bekerja di isu-isu demokrasi. “Kita juga menginginkan orang-orang yang mempunyai nyali dan berani tidak bisa diintervensi. Kita menginginkan orang-orang yang memiliki track record seperti itu”.   

Sementara itu, Peneliti Bengkel APPeK NTT, Lauren Sayrani, MPA menyatakan dukungan dan siap memberikan in put terkait dengan proses seleksi yang akan dilaksanakan.  “Nanti kami beri in put – in put dalam proses seleksi ini. Kita memberi dukungan untuk proses seleksi yang memadai sehingga menghindari titipan kepentingan” tandas kandidat Doktor UGM. *Vitto

Vitus Pehan
Author: Vitus PehanWebsite: www.bengkelpemilu.orgEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Staff Bengkel APPeK
Vitus Pehan, mulai bergabung dengan Perkumpulan “Bengkel” APPeK NTT sejak Januari 2013. Saat ini menjadi Staf Divisi Litbang dan Informasi Bengkel APPeK setelah sebelumnya menjadi fasilitator lapangan Pendidikan Pemilih diwilayah Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Desa Oemofa dan Desa Oemolo. Selalu tertarik dengan isu-isu politik, pelayanan publik, perencanaan penganggaran dan kemandirian desa.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media