Berita

Ketua Komisi C, Anton Natun, ST saat berdialog dengan komunitas #SekolahAman memanggil Tim Tata Kelolah Sekolah (Takolah). Kepada Tim Takolah, Anton mengecek hasil verifikasi data lapangan kondisi Sekolah Dasar  di wilayah Kabupaten Kupang yang diinput tim Takolah ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Data tentang kondisi fisik sarana dan prasarana, jumlah siswa, jumlah rombongan belajar dan sebagainya ini menjadi dasar penentuan penerimaan bantuan pemerintah (Bantah) baik berupa pembangunan ruang kelas baru (RKB) maupun rehabilitasi berat dan sedang sekolah dasar.

Anggota tim Takolah saat mempresentasikan hasil verfikasi lapangan Sekolah Dasar di Kabupaten Kupang kepada forum audience #SekolahAman, Oelamasi, 10/07/17. Foto : Vitto

Kepada tim Takolah, Anton memerintahkan untuk sesegera mungkin melakukan verifikasi dan input data 10 sekolah dampingan Bengkel  APPeK atas dukungan YAPPIKA ActionAid yang saat itu berdialog. Ketua Partai Hanura Kabupaten Kupang ini menegaskan bahwa data dari 10 sekolah yang sudah dibuat Bengkel APPeK itu sudah lengkap dan sesuai dengan kondisi lapangan. Kalau tahun ini tidak bisa mendapatkan bantuan pemerintah dari kementerian maka akan dialokasikan dari Dana Alokasi Umum (DAU) pada perubahan anggaran tahun 2017. Jika DAU perubahan tahun 2017 belum bisa mengcovernya maka Anton menjanjikan untuk dialokasikan dari DAU  pada APBD murni tahun 2018, tegas Anton.

Menjawab permintaan Anton Natun, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, Maria Fransiska Muni, S. Pd menjelaskan bahwa untuk 10 sekolah dampingan Bengkel APPeK saat ini, sudah ada 2 sekolah yang saat ini sudah mendapatkan alokasi anggaran untuk proses pembangunan ruang kelas baru. “Saat saya melakukan verfikasi dilapangan, saya juga bertemu dengan teman-teman Bengkel APPeK disekolah. Karena itu, kami sudah alokasikan pembangunan 3 RKB untuk SDN Kayu Putih sebesar 489.700.00 (Empat Ratus Delapan Puluh Sembilan Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah) dan saat ini sudah dilakukan pematokan fondasinya. Untuk SDN Tetelek kami usulkan ke kementerian dan sudah dijawab melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak sekolah dan kementerian dengan total dana sebesar Rp. 1.010.00.000 (Satu Millyar 10 Juta Rupiah).

Sementara itu, Tim Takolah berjanji untuk melakukan verifikasi disekolah-sekolah dampingan Bengkel APPeK yang saat ini belum dilakukan. Sekolah-sekolah yang belum dilakukan verfikasi itu adalah SDN Oebali, SDN Oelii 2, SDN Bileu, dan SDN Sufmuti. *Vitto

Vitus Pehan
Author: Vitus PehanWebsite: www.bengkelpemilu.orgEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Staff Bengkel APPeK
Vitus Pehan, mulai bergabung dengan Perkumpulan “Bengkel” APPeK NTT sejak Januari 2013. Saat ini menjadi Staf Divisi Litbang dan Informasi Bengkel APPeK setelah sebelumnya menjadi fasilitator lapangan Pendidikan Pemilih diwilayah Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Desa Oemofa dan Desa Oemolo. Selalu tertarik dengan isu-isu politik, pelayanan publik, perencanaan penganggaran dan kemandirian desa.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media