Berita

Jawaban polos dan lugu datang dari salah satu siswa baru di SDN Oelii 2 Desa Oematnunu Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Siswa yang baru pertama kalinya menginjakan kakinya disekolah tersebut menyebut takut dengan setan melihat kondisi sekolahnya yang rusak berat. Bangunan tua ditengah padang dan jauh dari pemukiman warga itu tidak digunakan lagi nampak tidak terurus dan angker. “Beta (saya-red) takut setan”, sebut Adam Kolo yang saat itu ditemani Leo Kaslulat. Keduanya adalah siswa baru disekolah tersebut.

Adam dan Leo, dua siswa baru SDN Oelii 2 dengan latar bangunan sekolah yang rusak. Fotto : Vitto

Walaupun takut, Adam dan Leo mengaku senang bisa menjadi siswa sekolah dasar. Mereka tetap menunjukan senyum sumringahnya. “Beta senang e…” jawabnya sambil berlari kecil dihamparan padang halaman sekolah yan dipenuhi bebatuan karang. Tas baru yang menggantung dipundaknya selalu dipegang. Adam dan Leo saat itu sedang menunggu kedua orang tuanya yang datang menjemput. Ketiga belas temannya telah pulang mendahului mereka. Mereka ada yang dijemput langsung orang tuanya. Ada juga yang mengikut orang tua lain karena rumah mereka berdekatan.

SDN Oelii 2 berada ditengah padang. Jarak terdekat rumah ke sekolah tersebut kurang lebih 500  meter. Kebanyakan siswa adalah anak eks pengungsi Timor Leste yang memilih tinggal dan menetap di Kupang Indonesia. Sekolah ini memiliki dua unit bangunan yang masing-masing terdiri dari tiga ruang kelas. Satu unit bangunan ini baru dibangun tahun 2015. Pihak sekolah memutuskan tidak menggunakan lagi satu unit bangunan yang lama karena mengancam keselamatan siswa dan guru saat kegiatan belajar mengajar. Bangunan tiga ruang kelas yang dibangun menggunkan anggaran bantuan sosial kementerian ini kini disekat menjadi 6 ruang kelas, satu ruang kepala sekolah dan satunya jadi ruang guru. *Vitto

 

Vitus Pehan
Author: Vitus PehanWebsite: www.bengkelpemilu.orgEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Staff Bengkel APPeK
Vitus Pehan, mulai bergabung dengan Perkumpulan “Bengkel” APPeK NTT sejak Januari 2013. Saat ini menjadi Staf Divisi Litbang dan Informasi Bengkel APPeK setelah sebelumnya menjadi fasilitator lapangan Pendidikan Pemilih diwilayah Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Desa Oemofa dan Desa Oemolo. Selalu tertarik dengan isu-isu politik, pelayanan publik, perencanaan penganggaran dan kemandirian desa.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media