Berita

Koordinator Umum Bengkel APPeK NTT memotivasi komite dan kepala sekolah yang fasilitas ruang kelasnya darurat dan rusak agar terus berjuang mendapatkan ruangan belajar yang layak. Hal ini disampaikan Vinsen, demikian ia disapa dalam pertemuan konstituent yang diselenggarakan Bengkel APPeK NTT, Senin, 28/08/17 di Aula Kantor Camat Kupang Timur. Menurut Vinsen, Kepala Sekolah dan Ketua Komite yang kondisi sarana gedungnya masih darurat tidak boleh duduk diam. “Dengan aspirasi dari orang tua murid, komite sekolah bisa mengolah dan memperjuangkan bersama kepala sekolah agar bisa mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah. Jadi komite dan Kepala Sekolah jangan duduk santai dan diam” sebutnya ketika membuka kegiatan tersebut.

Vinsen Bureni saat membuka kegiatan pertemuan konstituent antara DPRD Kabupaten Kupang dengan Komunitas #SekolahAman

 Kegiatan pertemuan konstituent dan komunitas #SekolahAman yang diinisiasi Bengkel APPeK atas dukungan YAPPIKA ActionAid ini menghadirkan anggota DPRD dari daerah pemilihan I dan II Kabupaten Kupang. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membuka ruang dialog antara DPRD dan komunitas #SekolahAman yang terdiri dari unsur pemerintah desa sekolah berada, perwakilan orang tua siswa, komite sekolah dan dari pihak sekolah sendiri. Anggota DPRD yang hadir dadlam kegiatan tersebut antara lain Jerry Manafe dari Partai Golkar, Dessy Balo dari PDIP, Adi Koroh dari PKPI, Noldy Sioh dari Hanura, Tome da Costa dari Partai Gerindra, Alberthus K. Meok, Andris F. Adoe dari Gerindra. Kegiatan ini mempertemukan komunitas #SekolahAman dari SDI Sufmuti, SDI Kayu Putih, SDN Tetelek, SDI Raknamo, SDN Oelatimo dan SDN Bileu.

Jerry Manafe, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, mengapresiasi kegiatan ini karena bisa mempertemukan warga dengan para anggota legislatif dari dapil mereka, dan dinyatakan bahwa di lembaga legislatif ada banyak kepentingan, bukan saja untuk Dapil tapi juga untuk seluruh Kabupaten Kupang. Anggota Fraksi Partai Golkar ini menyatakan bahwa sekolah, apalagi SD ini harus jadi fokus pemerintah, namun menurutnya bahwa di Pemerintah Kabupaten Kupang ini tidak fokus pada mana hal-hal yang menjadi fokus, sehingga masalah-masalah yang ada tidak dapat diselesaikan secara baik berdasarkan prioritas. Pemerintah tidak mengidentifikasi secara baik masalah-masalah krusial yang berhubungan dengan pendidikan sehingga tidak bisa menyelesaikan masalah pendidikan.

Senada dengan Jerry Manafe, Dessy Balo Ibu Deasy Ballo – Foeh, anggota Fraksi PDIP di Komisi C, menyatakan bahwa beliau bersama anggota Komisi C yang lainnya akan memberikan perhatian terhadap setiap usulan yang dimasukkan, apalagi jika sudah disodorkan untuk dibahas oleh Komisi C selalu disetujui apalagi berhubungan dengan kebutuhan ruang kelas, dan tidak ada tindakan merubah usulan yang sudah disampaikan. Hanya saja banyak sekolah darurat yang diusulkan dan harus diperhatikan untuk diperbaiki, dan ini merupakan bagian dari politik anggaran. Paling tidak apa yang disampaikan hari ini juga akan menjadi perhatian ketika pembahasan anggaran perubahan atau pembahasan anggaran tahun 2018. Selain itu, menanggapi istilah pendekatan yang ditanyakan, Ibu Dessy Ballo – Foeh menterjemahkan itu sebagai bagian dari komunikasi yang perlu diintensifkan dengan pihak legislative atau dalam arti membantu mengingatkan usulan-usulan yang pernah disampaikan sehingga bisa terus diperjuangkan. *Vitto

Vitus Pehan
Author: Vitus PehanWebsite: www.bengkelpemilu.orgEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Staff Bengkel APPeK
Vitus Pehan, mulai bergabung dengan Perkumpulan “Bengkel” APPeK NTT sejak Januari 2013. Saat ini menjadi Staf Divisi Litbang dan Informasi Bengkel APPeK setelah sebelumnya menjadi fasilitator lapangan Pendidikan Pemilih diwilayah Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Desa Oemofa dan Desa Oemolo. Selalu tertarik dengan isu-isu politik, pelayanan publik, perencanaan penganggaran dan kemandirian desa.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media