Berita

Komunitas Forum Pemuda Asia Tenggara (ASEAN Youth Forum) 2016 asal Indonesia mengecam tindakan pembantaian etnis Rohingya yang dilakukan Pemerintah Myanmar di negara bagian Rakhine, Myanmar dalam waktu sepekan ini. Menurut AYF 2016 asal Indonesia, pembantaian yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar bukanlah bentuk dari pemberantasan terorisme atau pemberontaakan melainkan sebuah bentuk pembersihan etnis (ethnic clenasing). “Tindakan pembantaian tersebut bukanlah pemberantasan atas tindakan separatis melainkan pembersihan etnis Rohingya”.

Delegasi Indonesia saat foto bersama pada kegiatan ASEAN Youth Forum 2016 di Siemp Reap - Cambodia, Agustus 2016

Selain itu, AYF 2016 asal Indonesia mendesak kepada pemimpin dunia khususnya para pemimpin ASEAN untuk menghentikan kekejian Pemerintah Myanmar terhdap etnis Rohingya di Rakhine melalui tekanan politik. “Seluruh pemimpin negara-negara ASEAN harus mengambil sikap tegas terhadap pemerintah Myanmar atas tindakan genosida terhadap etnis Rohingya.”

AYF 2016 lebih lanjut menjelaskan bahwa etnis Rohingya adalah etnis minoritas yang berada di Myanmar. Selama puluhan tahun, etnis Rohingya kerap mendapat diskriminasi serta penyiksaan dari otoritas Pemerintahan Myanmar atas dasar ras dan agama. Selain itu. Pemerintah Myanmar juga melabeli mereka dengan sebutan teroris. Akibatnya banyak dari etnis Rohingya menjadi pengungsi karena tekanan pemerintahan Myanmar.  Oleh karena itu, AYF 2016 asal Indonesia menedesak Pemerintahan Myanmar untuk menghentikan pembantaian terhadap etnis Rohingya di negara bagian Rakhine. Selain itu AYF 2016 asal Indonesia juga mendesak sanksi ekonomi dan mengucilkan Myanmar dari pergaulan Internasional.

Demikian sari diskusi yang dibuat dalam pernyataan sikap melalui diksusi di group WhatsApp ASEAN Youth Forum 2016. *Vitto

Vitus Pehan
Author: Vitus PehanWebsite: www.bengkelpemilu.orgEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Staff Bengkel APPeK
Vitus Pehan, mulai bergabung dengan Perkumpulan “Bengkel” APPeK NTT sejak Januari 2013. Saat ini menjadi Staf Divisi Litbang dan Informasi Bengkel APPeK setelah sebelumnya menjadi fasilitator lapangan Pendidikan Pemilih diwilayah Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Desa Oemofa dan Desa Oemolo. Selalu tertarik dengan isu-isu politik, pelayanan publik, perencanaan penganggaran dan kemandirian desa.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media