Berita

Keberadaan ruang kelas di SDN Oelii 2 yang belum memadai menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pihak sekolah. Saat ini siswa SD Oelii 2 yang terbagi dalam 6 rombongan belajar (rombel) belajar dalam satu gedung yang memiliki 3 ruang kelas, yang artinya bahwa 1 ruang kelas dimanfaatkan oleh 2 rombel dengan cara diberi pembatas (sekat) tripleks dan lemari. Bahkan salah satu ruangan dimanfaatkan untuk 2 rombel, ruang kepsek dan ruang guru. Situasi ini terpaksa dijalani oleh pihak sekolah, karena salah satu gedung (dengan 3 ruangan) yang dibangun tahun 2008 tidak bisa lagi dimanfaatkan karena kondisinya rusak berat (atap hampir roboh dan lantai rusak).

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak sekolah dengan cara mengusulkan melalui proposal ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, namun usaha ini belum menunjukkan hasil. Harapan untuk mendapatkan ruang kelas yang layak kemudian mulai menunjukkan tanda-tanda terpenuhi. Hal ini diketahui berdasarkan hasil advokasi tim program #SekolahAman, dimana dalam kajian Rencana Kerja (Renja) Dinas PK tahun 2017 diketahui ada rencana rehab ruang kelas bagi SDN Oelii 2. Dalam Renja tersebut terdapat item pembangunan rehab ruang kelas, dimana dari 6 SD sasaran terdapat nama SDN Oelii 2 dengan target 3 ruang kelas dan anggaran yang dialokasikan Rp. 491.165.000 (yang bersumber dari DAK sebesar Rp. 270.000.000 dan DAU sebesar Rp. 221.165.000).

Namun, harapan untuk mendapatkan ruang kelas yang cukup dan layak melalui informasi tersebut seakan sirna. Hal ini ditunjukkan dengan kondisi bahwa sampai dengan akhir bulan Nopember 2017, tidak ada tanda-tanda realisasinya. Bahkan pihak sekolah tidak pernah mendapatkan informasi tentang rencana tersebut dan juga terkait belum terealisasinya rencana tersebut. Informasi tentang keberadaan SDN Oelii 2 dalam Renja Dinas PK tahun 2017 diketahui melalui staf lapangan Bengkel APPeK, dan dijelaskan pihak sekolah melalui kepala SDN Oelii 2 bapak J. Kalla bahwa tidak ada informasi tentang realisasinya.

Kepala SDN Oelii 2 kemudian mempertanyakan tentang keadilan pemerintah melalui Dinas PK Kabupaten Kupang terhadap ruang kelas yang dibutuhkan oleh beberapa sekolah. “sepertinya pemerintah kabupaten kupang ini kurang perhatikan sekolah-sekolah yang seharusnya mendapat perhatian. Karena termasuk sekolah kami SD Negeri Oeli’I 2 ini sangat memprihatinkan. Kondisi sekolahnya sudah hancur-hancur dan tidak bisa digunakan lagi” demikian pernyataan bapak J. Kala, Kepsek SDN Oelii 2. Selain itu beliau juga membandingkan keberadaan sekolah yang selalu mendaptkan perhatian setiap tahun sekalipun kondisinya rusak ringan. Beliau sangat mengharapkan Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas PK Kabupaten Kupang memerikan perhatian terhadap anak-anak bangsa yang ada di SDN Oelii 2, sehingga mereka juga dapat menikmati pendidikan dengan baik. (all)

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media