Berita

Erajaya Group melalui anak perusahaan PT. Teletama Artha Mandiri melaksanakan program CSR dengan membantu pengembangan sarana pendidikan melalui rehabilitasi atau perbaikan 2 (dua) ruang kelas di SDN Bileu Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang. Penyerahan bantuan sebesar Rp. 74.930.000.- dilakukan oleh Direktur YAPPIKA ActionAid, Ibu Fransisca Fitri di salah satu ruang kelas yang akan direhab di SDN Bileu pada hari Jumat, 20 April 2018. YAPPIKA ActionAid merupakan lembaga yang memfasilitasi untuk mendatkan dukungan dari pihak Erajaya Group, dengan melibatkan tim dari Bengkel APPeK NTT.

Kepala SDN Bileu, Ibu Elizabeth Denny mengapresiasi bantuan yang diberikan, dengan menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari semua pihak khususnya komunitas SDN Bileu, Bengkel APPeK NTT, dan YAPPIKA ActionAid sehingga mendapatkan perhatian pihak Erajaya Group melalui anak perusahaan PT. Teletama Artha Mandiri, dengan bantuan rehab 2 ruang kelas yang rusak berat. Hal yang sama diungkapkan oleh Pihak UPTD Pendidikan Kecamatan Fatuleu Tengah, Ketua Komite SDN Bileu saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan bantuan tersebut.

Bantuan rehab ruang kelas di SDN Bileu akan dimanfaatkan melalui Panitia Pembangunan yang secara swakelola melaksanakan kegiatan rehab, dengan melibatkan semua unsur baik dari pihak sekolah, komite sekolah, pemerintah desa dan masyarakat di sekitar sekolah tersebut. Oleh karena itu, Bapak Vinsen Bureni sebagai Koordinator Umum Bengkel APPeK mengharapkan agar proses pelaksanaan kegiatan rehab ini dilakukan secara baik dan bertanggungjawab. “... ini adalah bagian dari pemberian kebaikan, maka marilah kita meneruskann itu dengan cara-cara kebaikan. Jangan sampai, orang memberikan dengan karena kebaikan, kita menggunakannya dengan cara-cara yang tidak baik.... Jadi perlu dilaksanakan secara baik” demikian salah satu penegasan beliau.

Dalam sambutannya sebelum menyerahkan secara simbolis bantuan dana CSR PT Teletama Artha Mandiri, Direktur YAPPIKA ActionAid, Ibu Fransisca Fitri menyatakan bahwa semua ini atas perjuangan dari unsur komunitas yang rajin untuk mendiskusikan hal-hal yang penting untuk mendapatkan perhatian dari pihak lain sehingga bantuan rehab ruang kelas rusak bisa didapatkan. “ karena keaktifan itulah maka ada pihak-pihak yang terketuk membantu...sekolah ini hanya salah satu saja dari sekolah-sekolah yang ada dan kondisinya rusak... saya berharap, bapak ibu tidak berhenti untuk bergiat atau aktif hanya karena sekolah sendiri sudah dibangun...” jelas ibu Fransiska Fitri. Lebih lanjut beliau berpesan komunitas SDN Bileu agar ikut memperjuangkan sekolah lainnya agar mendorong pemerintah mengalokasikan dana yang mencukupi untuk memperbaiki sekolah yang memiliki ruang kelas rusak, selain dari perusahaan-perusahaan melalui program CSR mereka.

Untuk mendukung proses rehab ruang kelas secara swakelola, maka dilanjutkan dengan penandatanganan Surat Perintah Kerjasama oleh Kepala Sekolah, Direktur YAA, Koordinator Bengkel APPeK sebagai Saksi bersama Ketua Komite SDN Bileu. Setelah proses tersebut, maka komitmen bersama dituangkan dalam satu pakta integritas. Pakta Integritas yang memuat pernyataan “Kami Akan Mewujudkan Pembangunan Tanpa Korupsi Pada Perehaban Ruang Kelas Di SDN Bileu Kabupaten Kupang Tahun 2018”, ditandatangi oleh semua peserta yang hadir saat itu, sehingga menjadi dasar bagi semua unsur yang terlibat untuk melaksanakan dan mengawasi proses rehab 2 ruang kelas di SDN Bileu.

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media