Berita

Keberadaan perempuan dalam ruang publik untuk terlibat dalam berbagai aktivitas pembangunan (termasuk di desa) menjadi tantangan yang harus dijawab dengan kapasitas yang mendukung peran mereka. Tantangan ini muncul karena kondisi masyarakat yang masih berpegang pada budaya patriarki dengan meanganggap bahwa perempuan berada pada posisi yang dinomorduakan (bahkan tidak dilibatkan) dalam ruang publik termasuk dalam pengambilan keputusan. Selain itu, kapasitas (pengetahuan dan keterampilan) perempuan dianggap tidak memungkinkan mereka untuk terlibat dalam aktivitas-aktivitas di luar rumah. Atas dasar tersebut, maka dipikirkan perlu untuk mengembangkan kapasitas kelompok perempuan melalui pengorganisasian perempuan dengan mendorong kemauan (motivasi) dan kemampuan untuk bisa terlibat dalam ruang publik.

Pemikiran tersebut menjadi dasar bagi Konsorsium Timor Adil Setara NTT sebagai salah satu forum organisasi masyarakat sipil yang beranggotakan LBH APIK NTT, Yayasan Sanggar Suara Perempuan, Yayasan Bife Kuan(Yabiku), CIS Timor, Bengkel APPeK NTT, Koalisi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan dan Perdamaian, Lopo Belajar Gender, melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Transformatif Perempuan kepada pemimpin Perempuan dan kelompok Masyarakat dalam mendorong Kepemiminan Perempuan di desa.

Menurut ibu Marintje Sanam, sebagai Koordinator Pelaksana kegiatan dari Bengkel APPeK NTT, bahwa kegiatan yang melibatkan perwakilan dari komunitas dampingan anggota konsorsium ini baik perempuan maupun laki-laki dan penyandang disabilitas bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan perempuan serta Kesadaraan perempuan tentang pentingnya kepemimpinan perempuan, dan mendorong perempuan untuk menduduki posisi ‑posisi strategis di desa.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 (dua) hari sejak tanggal 28 – 29 April 2019 di Ruang Kolbano Hotel Neo Aston Kupang, diawali dengan motivasi bagi kaum perempuan melalui cerita sukses dari tokoh perempuan NTT, ibu Emy Nomleni dalam aktivitas politik dan juga ibu Ariana Penu dengan cerita perjuangan perempuan dan penyandang disabilitas. Selanjutnya, dengan difasilitasi oleh ibu Nita Wake (dari Bengkel APPeK), para peserta diberikan pemahaman tentang Kepemimpinan Transformatif bagi Perempuan dan pemahaman tentang Dukungan Laki-laki bagi Kepemimpinan Perempuan melalui tagline Laki-laki Baru oleh bung Willy Fanggidae (dari CIS Timor).  Di hari kedua, peserta belajar tentang Tipe Kepemimpinan Perempuan yang Transformatif, Identifikasi isu Perempuan melalui Gender Analysis Pathway dan Perencanaan dan Penganggaran Inklusif, yang difasilitasi oleh bapak Alfred Ena Mau (dari Bengkel APPeK)

Para peserta yang sebagian besar perempuan termasuk penyandang disabilitas perempuan, cukup antusias dalam mengikuti pelatihan ini, dan merasa bahwa kegiatan ini memberikan mereka informasi, pengetahuan dan juga motivasi untuk terlibat dalam berbagai aktivitas pembangunan di desa, termasuk ikut mengusulkan kebutuhan dalam proses perencanaan penganggaran. Bahkan dalam fragmen yang dipentaskan di hari ke-2 oleh setiap peserta dalam kelompok, mereka mengungkapkan hal-hal menarik yang didapatkan selama pelatihan. (all)

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media