Berita

 

YAPPIKA ActionAid bersama lembaga mitra Bengkel APPeK NTT kembali melanjutkan Program #SekolahAman untuk wilayah Kabupaten Kupang. Program yang sudah berjalan sejak tahun 201g ini bertujuan untuk melakukan advokasi kebijakan dan mendorong partisipasi komunitas untuk memperjuangkan kebutuhan pendidikan khususnya ruang kelas yang layak di tingkat SD. Sejak tahun 2016 sampai tahun 2018, Bengkel APPeK NTT mendampingi 15 SD yang kondisi ruang kelasnya tidak layak (rusak berat dan/ atau darurat) untuk mendapatkan perhatian Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas PK dalam bentuk alokasi anggaran pembangunan RKB dan rehab ruang kelas.

Mengawali aktivitas program di tahun 2019, YAPPIKA ActionAid mengujungi lembaga mitra program #SekolahAman untuk membahas kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan tahun 2019. Menurut M. Alfishyarin, asisten PO Program #SekolahAman YAPPIKA AnctionAid bahwa hal ini dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak informasi terkait rencana kegiatan dan tantangan bagi Tim Bengkel Appek dalam menjalankan program ini di tahun 2019.

Kegiatan yang dianggap sebagai start up Program #SekolahAman tahun 2019, diisi dengan review kegiatan dan capaian  tahun 2018 terkait dengan advokasi kebijakan, pengorganisasian komunitas dan kampanye publik. Setelah itu membedah rencana kerja (Timeline) dan Anggaran di tahun 2019. Dalam proses ini, disampaikan oleh M. Alfisyahrin, agar Bengkel APPeK harus bisa menemukan aktor-aktor kunci yang bisa mempengaruhi kebijakan, hal ini tetap harus diperjuangkan agar sekolah dampingan khususnya dan juga sekolah-sekolah rusak lainnya bisa mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kupang.

Dalam diskusi yang dilaksanakan pada hari Selasa, 02 April 2019 ini dibangun pemahaman bersama strategi apa yang harus dibuat untuk keberhasilan program dan juga menjadikan hasil Diskusi Antar Komunitas yang dilaksanakan sebelumnya sebagai fokus dalam melaksanakan program.  Menurut Alfred Ena Mau sebagai Koordinator Program #SekolahAman, bahwa di tahun 2019 akan dilakukan beberapa kegiatan diantaranya untuk bidang Advokasi Kebijakan, yaitu Analisis Kebijakan dan Anggaran Pendidikan, Advokasi melalui Kertas Anggaran dan Proses Musrenbangkab, serta Diskusi Pelaksanaan Pembangunan Pembanguan secara Swakelola. Untuk proses Pengorganisasian Komunitas, telah diidentifikasi 3 sekolah dampingan baru, yang selanjutnya dilaksanakan Diskusi Komunitas Sekolah, dan Diskusi Antar Komunitas sekolah dengan melibatkan 18 SD dampingan, serta akan dilakukannya pertemuan dengan pengambil kebijakan bersama komunitas. Sedangkan untuk proses Kampanye Media, akan dilakukan Kunjungan Media ke Sekolah Dampingan,  publikasi berita dan siaran pers, serta Penerbitan Buletin #SekolahAman (maria).

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media