Berita

Forum Perempuan (FP) Desa merupakan salah satu kelompok target penerima manfaat di Kabupaten TTS dan Kupang dalam Program gender Justice kerjasama Bengkel APPeK NTT dan Oxfam tahun 2015-2017. FP ini berjumlah 104 orang yang tersebar di Desa Oebelo, Oefafi, Ponain, Oenoni 2, Pusu, Nifukani dan desa Haumenbaki. FP juga merupakan representasi perempuan dan kaum marginal lainnya di Desa, di mana ia memiliki peran yang sangat penting di antaranya mendorong perubahan kebijakan publik level desa, melakukan ragam kampanye hak-hak dasar warga serta  memacu daya kreativitas internal FP seperti kegiatan usaha ekonomi produktif, mengasa ketrampilan manajerial kelompok dan penatausahaan administrasi kelompok.

Ibu Endah Selan, CO Forum Perempuan Desa Haumenbaki-TTS

Sejak adanya program pendampingan ini, setidaknya FP mulai bergerak maju secara perlahan, hal ini nampak terlihat dengan terlibatnya Forum Perempuan dalam proses penyusunan perencanaan dan penganggaran desa seperti Pra Musrenbang, musrenbangdus, Musrenbangdes. Dari keterlibatan FP ini alhasil ragam kebutuhan FP dan warga marginal lainnya mulai terakomodir oleh Pemerintah Desa dalam dokumen RPJMDes dan APBDes. Tahun 2016 misalnya, Desa Pusu mengalokasikan senilai Rp. 15.000.000,- desa Ponain mengalokasikan senilai Rp. 67.000.000 dan Oenoni 2 mengelola dana dari Pemdes berupa bantuan 14 Unit mesin Jahit dan 3 unit mesin Obras di Desa Oenoni 2. Desa Ponain memperoleh perhatian Pemdes berupa 18 unit Mesin Jahit, 3 unit mesin Obras dan 3 unit mesin necy. Demikianpun FP Desa Oenoni 2 mendapat 14 ekor sapi penggemukan.

Tidak hanya itu, FP berhasil memperjuangkan perbaikan pelayanan publik sektor kesehatan khususnya ketersediaan petugas kesehatan di Pustu Oefafi, pendidikan pembangunan gedung PAUD di desa Nifukani dan infrastruktur lainnya di desa Oefafi dan desa Haumenbaki. Selain itu advokasi kebutuhan melalui Anggota Dewan dan SKPD terkait di TTS seperti masalah kelangkaan pupuk, hasilnya pun langsung di rasakan oleh masyarakat di mana Dinas Pertanian menyediakan pupuk yang sudah dimanfaatkan untuk tanaman holtikultura. Pada Konteks kepemimpinan Perempuan, ruang politik lokal Desa, cukup di manfaatkan secara baik oleh forum perempuan, Ibu Ruth Kikih, FP Desa Oebelo misalnya ikut bersaing dalam pemilihan RT pada tahun 2016 silam, meskipun belum berhasil ia raih.  Sementara Ibu Esperansa Tefbana CO Desa Ponain menyatakan diri sebagai Perempuan yang selalu siap bertarung merebut kekuasaan dalam setiap moment demokrasi local. Lain halnya Ibu Endah Selan CO Desa Haumembaki TTS, Penilaian istimewa dari masyarakat atas dedikasinya dalam mengelola Event FP. Endah Selan di Sela-sela Dialog interaktif Radio Akhir Agustus 2017, mengungkapkan, “tokoh masyarakat di Desanya telah datang ke rumah, meminta agar bersedia di calonkan sebagai Kepala Desa Haumembaki tahun 2018, Atas permintaan itu, Lanjut Endah, saya bersedia di calonkan dan akan segera kita lakukan beberapa langkah persiapan”. Situasi di atas, sesungguhnya bahwa forum perempuan maupun CO telah memperlihatkan rasa percaya diri, kapasitasnya tidak hanya internal melainkan posisi tawar mereka kepada masyarakat sekitarnya. Untuk mempertahankannya maka tidak heran, beberapa kegiatan rutin bulanannya seperti arisan, Simpan Pinjam, pengolahan pangan lokal, tenun ikat dan kerajinan tangan lainnya, kebun kelompok dan lain-lain. Aktivitas rutin di lakukan oleh 7 FP di 7 Desa Program. //Dody Kolo

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media