Berita

"Sudah mengikuti pelatihan lebih dari 50 % orang Anak Muda”

Anak muda (youth) mampu mengetahui dan memahami karakter diri, cara mengelola diri untuk meningkatkan etos kerja serta mampu dan trampil menerapkan konsep diri untuk meraih kesuksesan. Untuk itu kaum muda diberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang kerakter diri, akses  modal, literasi keuangan dan kewirausahaan untuk dapat bergerak maju dalam meningkatkan pendapatan dan peluang usaha  dengan  tetap menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan alam, ungkap Project Officer Primus Ngeta di Kantor Bengkel APPeK Cabang Flores  Senin, 10 Agustus 2020.

Primus mengatakan, Pelatihan Softskil Kewirausahaan ini, dilaksanakan Pelatihan Softskill Desa Lewomada-Sikka. foto Doc. Iron feb.2020 di Kabupaten Sikka, Nagekeo dan Lembata melalui tema Mari Kita Kreatif agar Ikan Lestari (Mata Kail) kerjasama Bengkel APPeK NTT, Yayasan Plan International Indonesia, Kopernik atas dukungan dana dari Uni Eropa melalui Program Sustainable Consumption and Production in Fish Processing Sector - SWITCH Asia II. Ia menambahkan, 2000 anak muda yang dilatih lanjut Primus, tersebar di 30 Desa sasaran Program, namun terjadi pengembangan desa akibat keberadaan anak muda di Desa sasaran tidak mencapai target.  Rincian Penyebaran Desa sasaran lanjutnya, meliputi 11 Desa di Kabupaten Sikka, 12 Desa di Kabupaten Nagekeo, dan 25 Desa di Kabupaten Lembata. Pelatihan ini sudah dilakukan sejak Nopember 2019 dan akan selesai awal Oktober 2020 dengan melibatkan 16 orang pelatih yang sudah mengikuti Trainning of Trainner (ToT), ungkapnya.

Pelatihan secara offline dan Online

Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini awalnya dilakukan tatap muka langsung (offline), namun setelah  adanya pandemi covid 19 maka terjadi perubahan pendekatan pelatihan secara virtual (online) bagi peserta yang memiliki android dan dukungan jaringan internet yang memadai. “Hingga 8 Agustus 2020, peserta yang sudah mengikuti pelatihan baik offline maupun online sudah mencapai lebih dari 50 % orang Anak Muda” ungkap Primus. Untuk mempercepat tuntasnya pelatihan, Primus menegaskan, pihaknya akan meminta penambahan pelatih dan mematok target, awal oktober 2020 semua anak muda telah mengikuti pelatihan kewirausahaan.

Berdasarkan laporan tim program dan pelatih di lapangan, Primus menguraikan, Anak Muda Cukup aktif dalam mengikuti proses pelatihan, diantara mereka ada yang baru pertama kali mengikuti pelatihan softskill kewirausahaan dan mengaku ada perubahan karakter dalam diri yang terindikasi adanya sikap berani menghilangkan mental block dan memiliki etos kerja tinggi untuk meraih kesuksesan dalam diri, terang Primus. Ia mencontohkan, laporan dari Largus OSesi Review Peserta pelatihan dalam Bentuk teks Sambutan/Pidatogot selaku fasilitator pelatihan menunjukkan Fransisika Bine Huler  atau Vince (24)  salahsatu peserta di Desa Lewomada Sikka dalam testimoni usai pelatihan mengatakan “ saya sangat bersyukur dan berterima kasih  karena bisa mengikuti pelatihan ini, karena begitu banyak ilmu yang saya peroleh baik dalam hal bagaimana cara membuka usaha dan cara untuk bisa menghilangkan mental block itu sendiri.  Sudah sangat lama saya ingin menjadi seorang wirausahawan tapi selalu dihalangi oleh mental block, namun sekarang saya sangat yakin dan percaya diri untuk menghilangkan mental block itu didalam diri saya”. Masih dari laporan pelatih Largus Ogot, di Desa Kolisia B Kabupaten Sikka menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap diri untuk meraih kesuksesan sebagaimana hasil review peserta Yuliana Nona (22) dalam teks pidatonya. 

Primus menambahkan, Anak muda yang saat ini sedang menekuni kegiatan wirausahanya disektor olahan dan jasa perikanan baru 147 orang yang teridentifikasi dari target kita sebanyak 700 orang. Untuk menyukseskan program ini, lanjutnya, ada 8 orang tim program dan ditambah 5 orang staf Bengkel APPeK yang ditugaskan untuk memperkuat tim program yang kini sedang intens bekerja dilapangan, Ujar  Primus. Sementara itu Asernov Pellu selaku staf pendamping lapangan mengungkapkan “kami bekerja ekstra keras dilapangan, baik untuk menyukseskan pelatihan sofstskill ini maupun melakukan mentoring usaha anak muda agar terus aktif dan fokus berusaha disektor perikanan” ungkap Asernov alumnus Fakultas Perikanan UKW Kupang di Kantor Bengkel APPeK NTT Cabang Flores (10/8/2020) kepada tim media Bengkel APPeK NTT.**larguso

 

 

 

 

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media