Berita

Dalam rangka meningkatkan keahlian pengelolaan ikan berkelanjutan, ketrampilan non-teknis dan ketrampilan hijau pada sektor pengolahan ikan untuk 2.000 kaum muda (1.400 perempuan dan 600 laki-laki) berusia 15-29 tahun, tim program Mata Kail dan Fasilitator Sofstskill dan Hardskil Kewirausahaan bersama-sama melakukan audiens dengan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo di kediamannya lingkar luar Maumere Kabupaten Sikka (Minggu,23/8/2020). 

Primus Ngeta, Project Officer Program MATA KAIL Bengkel APPeK NTT dihadapan Bupati Sikka, menjelaskan, Mari Kita Kreatif Agar Ikan Lestari biasa disebut Mata Kail merupakan program kerjasama Bengkel APPeK, Yayasan Plan International Indonesia, Kopernik yang didanai oleh Uni Eropa di 11 desa Kabupaten Sikka, 12 desa Kabupaten Nagekeo dan 25 desa Kabupaten Lembata.

Primus menjelaskan Program ini menyasar 2000 anak muda usia 15-29 tahun agar memiliki keahlian kewirausahaan pengelolaan ikan berkelanjutan, juga mempromosikan makan ikan yang berkontribusi pada peningkatan asupan gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).  Strategi pelaksanaannya melalui pendampingan, pelatihan softskil, pelatihan manajemen kewirausahaan, pelatihan ketrampian pengolahan ikan dan kerja-kerja advokasi lainnya.

Khusus Kabupaten Sikka sebagai salahsatu daerah pesisir dan memiliki sumber daya perikanan yang potensial, Bengkel APPeK NTT dan mitranya bekerja di 4 Kecamatan dan 11 Desa. Ke 4 Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Talibura,  Kangae, Kewapante dan kecamatan Magepanda yang terdiri dari Desa Nangahale, Darat Pantai, Waelamung, Lewomada, Watulmilok, Waiara, Kolisia, Kolia B, Done dan Desa Reroja.

Di Sikka ada 667 orang anak muda penerima manfaat yang direkrut tahun 2018 silam, saat ini 542 orang yang sudah mendapat pelatihan softskill kewirausahaan. Dari jumlah tersebut ada 101 orang sudah memiliki ketrampilan pengolahan ikan, dan 83 orang yang sedang jalankan kegiatan usaha di sector perikanan dan 483 orang yang memiliki kemauan kuat untuk memulai usahanya, baik produksi, pengolahan dan jasa disector perikanan maupun sector lainnya.

Jenis usaha yang dilakukan oleh anak muda berbahan baku ikan adalah Pentolan Bakso, Nuget, Perkedel, Sate lilit, Abon, Ikan Asin, penangkapan ikan, penjualan ikan, dan lain-lain. 542 orang Anak Muda yang sudah mengikuti pelatihan Softskill kewirausahaan relative sudah mengenal karakter untuk meraih kesuksesan dalam diri sebagai landasan untuk melakukan perubahan dalam diri.Selain itu mental block yang menghambat perubahan dalam diri secara perlahan mulai menanamkan sikap keberanian, percaya diri dan rasa optimis dalam dirinya.

Dalam hal bekerjapun anak muda sudah merasa pentinganya memiliki etos kerja yang baik seperti keras keras, kejujuran, disiplin, mencintai pekejaan, pantang menyerah, berani, untuk meraih kesuksesan dalam bekerja. Tidak hanya itu, Pengetahuan bagaimana mengakakses modal pada lembaga perbankan, koperasi, program pemberdayaan pemerintah dan program badan usaha swasta atau pemerintah.

Dengan upaya-upaya tersebut diatas, jelas primus diharapkan, agar karakter dan ketrampilan yang dimiliki, mampu menunjang kegiatan usaha anak muda di sector perikanan, sehingga dapat meningkatnya penghasilan bulanan mereka serta usaha mereka dapat berkontribusi pada menurunnya angka pengangguran di Kabupaten Sikka. Kiranya Pemerintah Kabupaten Sikka melalui program-program pemberdayaan, pelatihan, pemagangan, pembiayaan, penyediaan peralatan kerja usaha perikanan dan sarana pendukung lainnya dapat menyasar pada kegiatan usaha anak muda.

Buka Kelas Pelatihan

Menanggapi hal tersebut,  Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengatakan, ditengah pandemi saat ini, Bengkel APPeK tetap memberdayakan dan  meningkatkan kapasitas orang muda, dan ini sudah membantu pemerintah, tentunya kami menyambut baik agar bisa bermitra lebih intim lagi, saya mau, saya selalu hadir dalam kegiatan ini, selalu ada” ungkap Bupati Roby”

Lebih lanjut ia mengatakan, “Saya minta agar lembaga-lembaga seperti Bengkel APPeK NTT bisa bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Sikka di sektor perikanan dan kelautan, agar potensi kelautan di sikka dan sekitarnya dapat dikelola secara optimal”. Bengkel APPeK NTT segera siapkan proposal agar kita bisa mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan dan Kementrian Tenaga Kerja RI, kata Bupati Sikka. 

Pada kesempatan itu, Bupati Roby meminta Bengkel APPeK NTT agar bisa  memperluas kelas-kelas pelatihan kewirausahaan terutama masyarakat di pegunungan Kabupaten Sikka agar mereka bisa menjadi nelayan dan wirausahawan, tidak boleh takut masuk laut, masyarakat pegunungan bisa menjadi nelayan, bisa mengolah ikan, Ujarnya. Saat ini Pemerintah Sikka terus berupaya untuk meningkatkan ekspor hasil perikanan,  dengan begitu kesejahtraan rakyat akan meningkat, saya minta Bengkel APPeK agar bisa membawa anak muda untuk melihat secara langsung dan belajar proses ekspor ikan tuna di Maumere.

Primus Ngeta, Project Officer Mata Kail mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sikka atas kesediaanya menerima kehadiran tim Bengkel APPeK. Primus secara resmi mengundang Bupati  Sikka untuk hadir memberikan semangat dan dukungan secara langsung kepada anak muda melalui kelas-kelas pelatihan manajemen kewirausahaan di desa-desa dampingan Bengkel APPeK.

Audiens berlangsung selama 1 Jam lebih, turut hadir fasilitator softskill dan hardskill, Largus Ogot, Faus Reginaldus, Gantur O. Liem, Oktaviani Lusia Niron dan 3 orang pendamping lapangan Asernov Pellu, Suryanti Odilia Rato, dan Amoldus Dje. Audiens ditutup dengan sesi foto bersama**larguso/tim. 

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media