Berita

Maumere, 26 Agustus 2020

Acara pembukaan pelatihan softskill dan manajemen kewirausahaan Bengkel APPeK NTT memiliki warna yang berbeda dari sebelumnya. Betapa tidak, pada sesi hari pertama, Anak Muda dari Desa Waiara dan Wish team utusan Pemuda Mandiri Desa Watumilok, memanfaatkan kesempatan untuk memamerkan hasil olahan berbahan ikan, seperti Sate Ikan Lilit, Serundeng Ikan, Perkedel Ikan, Pare isi Ikan, pentolan bakso ikan dan Siomai Ikan.

Kegiatan pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Bengkel APPeK NTT kerjasama Yayasan Plan International Indonesia dan Kopernik atas dukungan dana dari SWICTH Asia II Uni Eropa di balai Pertemuan Kantor Desa Waiara Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka, 25-29 Agustus 2020.  

Kepala Desa Waiara Paulus Plapeng dalam sambutannya menyampaikan, “ atas nama masyarakat Desa Waiara saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bupati dan Wakil Bupati Sikka yang sudah bersama-sama datang ke Desa Waiara, yang juga dikuti oleh beberapa pimpinan Dinas di Kabupaten Sikka.”   Lebih lanjut Plateng menguraikan kondisi infrastruktur desa, kolam labu, pantai wisata, kondisi perekonomian anak muda serta kondisi karang taruna Desa Waiara perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sikka”.

Sementara itu, Perwakilan Bengkel APPeK NTT, Primus Ngeta Project Officer Program Mata Kail Flores-Lembata, menyampaikan “terima kasih atas dukungan dan kehadiran Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Sikka beserta Pimpinan Dinas terkait Kabupaten Sikka untuk memenuhi undangan kami”. “Pelatihan sotfskill dan manajemen kewirausahaan pada hari ini berlangsung secara serentak untuk 20 kelas pelatihan yang tersebar di 3 Kabupaten yakni Sikka, Nagekeo dan Lembata baik tatap muka laggsung maupun pelatihan secara virtual zoom meeting”

Sedangkan untuk Kabupaten Sikka sendiri  lanjut Primus, dilaksanakan di 5 Desa yakni Desa Waiara, Watumilok, Nangahale, Lewomada dan Desa Done”.  

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo pada kesempatan itu mengatakan “Bengkel APPeK dan pemerintah bersama-sama membangun daerah ini, untuk mengelola sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan, kita butuh orang-orang trampil, apalagi potensi sumber daya perikanan kita sangat tinggi, kita mulai dengan perikanan tangkap” Ungkap Bupati Roby.

“Kabupaten Sikka pada tahun 2019 baru 19 ribu ton, kita boleh ambil 50 ribu ton penangkapan ikan lestari pertahun, artinya mereka yang terlibat dalam perikanan tangkap masih sedikit, nelayan tulen kita baru 5.085 keluarga, dan mayoritas masyarakat pesisir dan pulau”. Masyarakat pegunungan lanjuntnya, “belum sungguh-sungguh menjadi nelayan benaran”.

“Harusnya menjadi masyarakat yang betul-betul hidupnya dilaut dan ekonominya bergantung dari ikan, dan ini menjadi tantangan Bengkel APPeK, kedepan agar bagaimana kita hadirkan, kita menambah populasi nelayan perikanan tangkap” Ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Roby menjelaskan, “Agar tidak hanya 5.085 nelayan tulen tetapi dalam 3 tahun ke depan sudah menjadi 10.000 keluarga nelayan tulen. Jika demikian, kita berpotensi menghasilkan 40 ribu ton ikan di kali Rp 50.000 per kg ikan tuna, maka ada income bagi masyarakat mencapai Rp 2 triluan  per tahun”.

“Kalau Sekarang Product Domestic Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sikka baru  mencapai Rp 4 triliun sebagai ukuran pertumbuhan, karena itu kita semua kerja, bupati kerja, nelayan kerja, petani kerja dan pemuda kerja, kita semua harus kerja”. “Kalau tambah ikan Rp 2 triliun, maka PDRB Kabupaten Sikka akan menjadi Rp 6 triliun per tahun, dan ini ukuran  ekonominya besar yang akan berpengaruh pada kesejahtraan, nelayan bisa bangun rumah dan belanjakan penghasilanya, uang ini akan beredar” Ulas Bupati Sikka ini dihadapan peserta dan tamu undangan yang hadir.

“Kita perlu menaikan ukuran ekonomi kita dengan cara, semua potensi-potensi ini digarap, untuk  digarap maka harus butuh ketrampilan, perlu orang untuk pendidikan ketrampilan”.

Untuk program beasiswa jelasnya, “Pemerintah Kabupaten Sikka pada tahun 2021 program beasiswa sudah ada ketentuan, yakni ada tujuan untuk ekonomi kabupaten. Program beasiswa 50 % pendidikan pelatihan seperti ini,  kita membiayai lembaga pelatihan yang ada di Sikka untuk secara sungguh-sungguh melatih orang-orang muda kita menjadi masyarakat yang trampil dan mampu mengelola semua potensi sumber daya alam di Kabupaten Sikka, baik perikanan maupun didaratan. Kita semua harus berpartisipasi, semua orang harus memiliki life skill, harus punya dasar untuk membuat produk olahan seperti serundeng ikan, sate lilit, dan lain-lain” tegas Bupati Sikka ini.

Senada dengan itu,  Wakil Bupati Sikka Romanus Woga yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, ”anak muda sebagai generasi penerus bangsa harus meningkatkan kapasitas diri dalam memenuhi kebutuhan hidup, kami pemerintah sangat mendukung dengan adanya kreativitas generasi muda untuk berwirausaha, karena dengan kreativitas dan inovasi, mental pengusaha akan terbentuk”, ungkapnya.

Kedatangan Bupati Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Bupati Romanus Woga beserta rombongan perangkat Daerah Kabupaten Sikka yang hadir di sambut oleh Kepala Desa Waiara Paulus Plapeng dan Tokoh Adat melalui acara wewar huler wair dan pengalungan selendang adat nian tana sikka.

Setiba di balai pertemuan Kantor Desa Waiara yang menjadi tempat pelaksanaan pelatihan, Bupati dan Wakil Bupati beserta rombongan langsung menuju stand pameran mini, untuk menyaksikan dan berdilaog langsung dengan kelompok anak muda yang sejak pagi setia menanti kedatangan orang nomor 1 dan 2 di Sikka ini. Pada kesempatan itu, juru bicara swish team utusan Pemuda Mandiri Desa Watumilok Yudita Maria Dafrosa Nulle dan Aisyah Juru Bicara Kelompok Napoleon C Waiara di hadapan bupati menguraikan 6 jenis hasil olahan berbahan baku ikan dengan varian berbeda, dan menjelaskan proses pembuatanya.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo saat berbincang-bincang dengan para pemuda menyampaikan apresiasinya “ bagus, kreativitasnya bagus, harus ditingkatkan ya” “rumah produksi pengolahannya ada dimana, tanya Bupati Sikka ini. “Kerja di rumah sendiri pak”, sahut Yuta Jubir Swish Team asal Desa Watumilok. “Kedepan harus dipikirkan rumah produksinya disini”, ujar Bupati Sikka ini kepada Bengkel APPeK NTT.  

Turut hadir dalam acara pembukaan pelatihan softskill dan manajemen kewirausahaan ini Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka Paulus Hilarius Bangkur, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Germanus Goleng, Kepala Kesbangpol Sikka Servasius Serwar, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sikka  Awales Syukur,  Kepala Dinas Sosial Sikka Engeline Esther, Pejabat Kecamatan Kewapante,  Kepala Desa Waiara dan Swish Team utusan Pemuda Mandiri Desa Watumilok, serta tokoh-tokoh masyarakat Desa Waiara.

Usai acara pembukan,  anak muda dari ke 2 desa ini beserta para tamu undangan bergantian melakukan foto bersama Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka. Bupati dan Wakil Bupati Sikka beserta Rombongan pimpinan Dinas terkait, memborong semua hasil olahan anak muda yang dipamerkan. Anak-anak muda nampak antusias dan bersuka cita bersama pemimpin mereka. Acara pembukaan pelatihan softskill ini, juga di siarkan secara langsung melalui alamat akun facebook Bengkel Appek Ntt.  Bupati, Wakil Bupati dan rombongan meninggalkan arena pelatihan baru pada pukul 14.00 Wita.//larguso

 

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media