Berita

Sejak dilakukan Pelatihan Sofskill kewirausahaan bulan Maret 2020, dan Juli-Agustus 2020, aneka olahan berbahan baku ikan telah di ikuti oleh ratusan anak muda di 3 kabupaten target program Mata Kail yakni Lembata, Sikka dan Nagekeo. Praktek Olahan tersebut di dampingi oleh fasilitator, pendamping lapangan dan kerjasama dengan petugas PPL Perikanan. Hal tersebut di ungkapan Oleh Primus Ngeta Project Officer Program Mata Kail di Kantor Bengkel APPeK NTT Cabang Sikka, Minggu, 30 Agustus 2020 di Kantor Bengkel APPeK Cabang Flores.

Primus menjelaskan, sesuai laporan yang diterima dari fasilitator pelatihan dan pendamping lapangan, beragam pengolahan berbahan ikan telah dihasilkan oleh anak-anak muda yang mengikuti kelas pelatihan Softskill di desanya masing-masing, baik dilakukan pada saat pelatihan maupun diluar kelas pelatihan sebagai tindaklanjut rencana mereka dalam kelas pelatihan.

Menurut Primus, pada periode pelatihan 25-29 Agustus 2020 ada 20 kelas pelatihan yang tersebar di 3 kabupaten dengan rata-rata 19 orang per kelas pelatihan. Ia menjelaskan, lanjut primus  “ada 8 kelas yang melakukan praktek olahan berbahan baku ikan, diantaranya Kabupaten Sikka,  Desa Nangahale, Done, Watumilok, Lewomada melakukan praktek pengolahan sate siput, naget, kripik ikan, pentolan bakso ikan rebus dan goreng, rendang siput, sempol ikan, perkedel, sambal gurita, Pasta Ikan, Tempura Ikan, Perkedel Ikan, Ikan Bakar dan abon Ikan. 

Foto Praktek Olahan Bakso Ikan Waimatan-Ile Ape(28/8/2020)

Sedangkan,  Kabupaten Lembata dilaporkan ada 3 desa yang melakukan praktek olahan seperti Desa Waimatan, Laranwutun dan Desa Muruona dengan jenis olahan Pentolan Bakso ikan, olahan dan pengepakan Bakso Ikan Tuna, Sambal Ikan Tuna dan Sate Siput Biru.  Sementara Kabupaten Nagekeo di Desa Otodirumali melalukan praktek olahan bakso Ikan. Ungkap Primus. 

Foto Faus // Hasil Olahan Berbahan Baku Ikan Nangahale-Sikka (29/8/2020)

Di sela-sela praktek olahan tersebut, peserta nampak antusias, “saya senang sekali mengikuti praktek ini, saya mau kembangkan usaha olahan bakso ikan”, ungkap Fitriani, Hal yang sama  juga diungkapkan Hasima Sariva, “saya mengembangkan usaha kripik ikan” katanya, Sementara itu peserta lainnya,  Hartini mengungkapkan  “saya usaha sempol ikan karena sudah ada pengalaman saya sebelumnya mengelola usaha kaki Naga dari Ikan”.

“Kami siap Pak, usaha dalam kelompok kami siap dan usaha pribadi juga kami siap” kompak Mira dan Hartini Peserta Pelatihan Sofskill Kewirausahaan di lokasi Praktek di Desa Nangahale Kecamatan Talibura-Sikka.

Sementara dari Kabupaten Lembata Yeremias Kian Pendamping Lapangan mengungkapan “pada sesi terakhir kegiatan pelatihan soft skill, anak muda Desa Waimatan Kecamatan Ile Ape  secara mandiri dan swadaya melakukan pelatihan pembuatan bakso ikan yang dibantu oleh PPL Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata”.

‘Pentolan yang dihasilkan kurang lebih ratusan butir, hasilnya kita kasi ke aparat desa, dan pengunjung wisata kuliner yang ada di desa waimatan untuk mencicipi hasil olahan youth” terang Yeremias melalui Pesan WhasApp.

Faus Regilnadus fasilitator pelatihan softskill desa Nangahale Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka,  mengaku “saya bangga dengan hasil karya orang muda Nangahale” “mereka lakukan praktek ini secara mandiri, mereka kumpulkan uang, bahan dan alat kerja mereka pakai pinjam, saya senang sekali karena praktek hari ini tidak hanya kelas pelatihan saat ini tetapi juga dilakukan oleh anak-anak muda kelas D yang sebelumnya sudah mengikuti pelatihan serupa”, Ungkap Faus.

Lebih lanjut Faus menerangkan, “ada 8 jenis produk yang dihasilkan dalam praktek olahan berbahan ikan ini, mereka kemas menggunakan dos mika dan akan di pasarkan melalui pameran mini pada acara penutupan pelatihan yang akan dihadiri oleh pihak Kabupaten Sikka” ungkapya.

Vinsensius Bureni, S.Sos Koordinator Umum Bengkel APPeK NTT, memberikan apresiasi kepada para fasilitator, pendamping lapangan dan PPL Kelautan dan Perikanan. “ saya menaruh hormat setinggi-tingginya kepada teman-teman, sudah bekerja keras dengan sekuat tenaga untuk mendorong insiatif peserta pelatihan  sehingga adik-adik kita bisa secara swadaya melakukan praktek olahan berbahan baku ikan”. “Inilah tanda-tanda, lanjut Vinsen, teman-teman melakukan tugas mulia ini dengan hati, saya yakin semua kerja keras teman-teman pasti ada buahnya” ungkap Vinsen di Kantor Bengkel APPeK NTT Kupang. (largus)

   

 

 

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media