Berita

“Pandemi Covid-19 mengakibatkan terhambatnya pelaksanaan program Mata Kail di Sikka, Nagekeo dan Lembata, kita harus turun, saya sendiri, jajaran manajemen dan staf lembaga harus all out mensukseskan program ini, kita harus turun untuk menyemangati adik-adik calon wirausahawan di wilayah program”, ungkap Vinsensius Bureni, S.Sos Koordinator Umum Bengkel APPeK NTT di Kupang saat memimpin rapat secara virtual sabtu, 29 Agustus 2020, malam.

Foto Wens//Diskusi Pemantapan Kerja Tim di Kantor Bengkel APPeK Sikka Senin Siang (31/8/2020) Pukul 14.00 Wita

Untuk diketahui Program MATA KAIL (Mari Kita Kreatif Agar Ikan Lestari) merupakan program kerjasama Bengkel APPeK, Yayasan Plan International Indonesia, Kopernik yang didanai oleh Uni Eropa di 11 desa Kabupaten Sikka, 12 desa Kabupaten Nagekeo dan 25 desa Kabupaten Lembata.

Program ini menyasar 2000 anak muda usia 15-29 tahun agar memiliki keahlian kewirausahaan pengelolaan ikan berkelanjutan, juga mempromosikan makan ikan yang berkontribusi pada peningkatan asupan gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).  Strategi pelaksanaannya melalui pendampingan/mentoring, pelatihan softskill, pelatihan manajemen kewirausahaan.

Foto Dody// Tim Lembata Tiba di Bandara Lewoleba Siang Pukul 13.00 (31/8/2020)

Vinsensius menjelaskan“ kita turun membantu tim pelaksana program, kita bagi peran, kita ikut mentoring adik-adik, kita bantu semua jenis tugas-tugas tim program baik ditingkat manajemen program maupun staf pendamping lapangan”, tidak hanya itu, lanjut Vinsen “kita juga harus membantu para fasilitator pelatihan manajemen kewirausahaan yang kini sudah bertambah menjadi 24 orang, kita harus bergerak cepat, kita targetkan agar pelatihan manajemen kewirausahaan bisa tuntas dibulan September ini, sehingga selanjutnya kita intens dan fokus dipendampingan atau mentoring usaha adik-adik kita”, tegasnya.

“Ayo kita brefing, kita update, kita bagi peran dan besok kita turun ke desa-desa” ungkap Thersia Ratu Nubi sesaat setelah tiba Senin Pagi di Kantor Bengkel APPeK NTT Cabang Sikka Senin, 31 Agustus 2020 siang.

Sementara itu, Vinsensius Bureni yang langsung memimpin tim sudah tiba di Lembata Senin siang 31 Agustus 2020 pukul 13.00 Wita menggunakan penerbangan Trans Nusa.  Sedangkan Tim Nagekeo yang dipimpin Alfred Ena Mau akan turun kamis, 3 September 2020.

Primus Ngeta, Project Officer Program MATA KAIL Bengkel APPeK NTT mengungkapkan "terima kasih kepada pimpinan Bengkel APPeK NTT yang mengeluarkan kebijakan luar biasa ini, saya yakin dengan penambahan kekuatan lembaga seperti ini beban kerja dan tumpukkan tugas kami selama ini di tim program akan semakin mudah dan lancar, sehingga kemudian apa yang menjadi impian besar program ini segera tercapai", ungkapnya dengan sumringah. (largus)

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media