Berita

Laporan reporter www/bengkelappek.org

Pameran mini aneka hasil  olahan berbahan baku ikan dari kelompok anak muda asal Desa Waiara, Watumilok dan Desa Nangahale, Pameran tersebut dilakukan bertepatan dengan acara pembukaan dan penutupan pelatihan kelas softskill dan manajemen kewirausahaan di balai Pertemuan Kantor Desa Waiara Kecamatan Kewapante dan Kantor Desa Nangahale Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka pada tanggal 25 dan 29 agustus 2020 silam, Ungkap Primus Ngeta Project Officer Program Mata Kail di Kantor Bengkel APPeK NTT Cabang Sikka, Minggu, 30 Agustus 2020.

Primus Ngeta, lanjutnya, pameran mini ini terlaksana atas inisiatif fasilitator pelatihan dan tim program, mereka mendorong anak muda agar memanfaatkan kesempatan kedua acara tersebut  untuk memperlihatkan hasil olahan berbahan baku ikan kepada para tamu undangan yang akan hadir saat acara tersebut.  Ia menjelaskan, pameran mini dan pelatihan ini terselengggara atas kerjasama Bengkel APPeK NTT, Yayasan Plan International Indonesia, Kopernik yang didanai oleh Uni Eropa dalam spirit Program MATA KAIL (Mari Kita Kreatif Agar Ikan Lestari) di 11 desa Kabupaten Sikka, 12 desa Kabupaten Nagekeo dan 25 desa Kabupaten Lembata, ungkapnya.

Faus Regilnadus fasilitator pelatihan softskill desa Nangahale Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka,  mengaku “saya bangga dengan hasil karya orang muda Nangahale” “mereka lakukan praktek ini secara mandiri, mereka kumpulkan uang, bahan dan alat kerja mereka pakai pinjam, saya senang sekali karena praktek hari ini tidak hanya kelas pelatihan saat ini tetapi juga dilakukan oleh anak-anak muda kelas D yang sebelumnya sudah mengikuti pelatihan serupa”, Ungkap Faus.

doc_largus/Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo saat mengunjungi Meja Pameran Swishteam Watumilok (25 /8/2020)

Lebih lanjut Faus menerangkan, “ada 8 jenis produk yang dihasilkan dalam praktek olahan berbahan ikan ini, mereka kemas menggunakan dos mika dan akan di pasarkan melalui pameran mini pada acara penutupan pelatihan yang dihadiri oleh pihak Kabupaten Sikka” ungkapya.

Pada kesempatan itu, juru bicara swish team utusan Pemuda Mandiri Desa Watumilok Yudita Maria Dafrosa Nulle dan Aisyah Juru Bicara Kelompok Napoleon C Waiara di hadapan Bupati Sikka dan rombongan menguraikan 6 jenis hasil olahan berbahan baku ikan dengan varian berbeda, dan menjelaskan proses pembuatanya.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo yang didampingi Wakil Bupati, dan sejumlah Kepala Dinas dan Pejabat menuju stand pameran mini, menyaksikan dan berdilaog langsung dengan kelompok anak muda yang sejak pagi setia menanti kedatangan orang nomor 1 dan 2 di Sikka ini. Pada kesempatan itu, juru bicara swish team utusan Pemuda Mandiri Desa Watumilok Yudita Maria Dafrosa Nulle dan Aisyah Juru Bicara Kelompok Napoleon C Waiara di hadapan bupati menguraikan 6 jenis hasil olahan berbahan baku ikan dengan varian berbeda, dan menjelaskan proses pembuatanya.

Saat berbincang-bincang dengan para pemuda ia menyampaikan apresiasinya “ bagus, kreativitasnya bagus, harus ditingkatkan ya” “rumah produksi pengolahannya ada dimana, tanya Bupati Sikka ini. “Kerja di rumah sendiri pak”, sahut Yuta Jubir Swish Team asal Desa Watumilok. “Kedepan harus dipikirkan rumah produksinya disini”, ujar Bupati Sikka ini kepada Bengkel APPeK NTT. 

Olahan yang dipamerkan antara lain Sate Ikan Lilit, Serundeng Ikan, Perkedel Ikan, Pare isi Ikan, pentolan bakso ikan, Siomai Ikan, Sate Siput, naget,  Krupuk Ikan, Sempol Ikan, dan sambal Gurita.

Turut hadir dalam rombongan Bupati dan Wakil Bupati Sikka adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka Paulus Hilarius Bangkur, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Germanus Goleng, Kepala Kesbangpol Sikka Servasius Serwar, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sikka  Awales Syukur,  Kepala Dinas Sosial Sikka Engeline Esther, Pejabat Kecamatan Kewapante,  Kepala Desa Waiara dan Swish Team utusan Pemuda Mandiri Desa Watumilok, serta tokoh-tokoh masyarakat Desa Waiara.

Foto Doc Iron/ Primus Ngeta, Project Officer saat Mengunjungi Meja Pameran Anak Muda di Desa Nangahale (Sabtu,29/8/2020)

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo pada kesempatan itu mengatakan “Bengkel APPeK dan pemerintah bersama-sama membangun daerah ini, untuk mengelola sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan, kita butuh orang-orang trampil, apalagi potensi sumber daya perikanan kita sangat tinggi, kita mulai dengan perikanan tangkap” Ungkap Bupati Roby.

Sementara dari Desa Nangahale, dilaporkan pameran di hadiri oleh unsur pimpinan DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri, Pemerintah Kecamatan Talibura, Pemerintah Desa Nangahale dan tamu undangan lainnya.

Usai acara pembukan dan Penutupan,  anak muda dari ke 3 desa ini beserta para tamu undangan bergantian melakukan foto bersama Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka. Bupati dan Wakil Bupati Sikka beserta Rombongan pimpinan Dinas terkait, memborong semua hasil olahan anak muda yang dipamerkan. Anak-anak muda nampak antusias dan bersuka cita bersama pemimpin mereka. Acara pembukaan pelatihan softskill ini, juga di siarkan secara langsung melalui alamat akun facebook Bengkel Appek Ntt.  Bupati, Wakil Bupati dan rombongan meninggalkan arena pelatihan baru pada pukul 14.00 Wita. (largus)

 

 

 

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media