Berita

Guna meningkatkan optimalnya pengelolaan Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) sekolah dampingan, program #SekolahAman kemitraan dengan YAPPIKA ActionAid dan Bengkel APPeK menyelenggarakan pelatihan dapodik bagi 20 sekolah dampingan yang ada di Kabupaten Kupang. Kegiatan ini dilakukan pada Selasa (8/09/2020) di Aula Yayasan Alfa Omega dengan menghadirkan Sofia Yuliana Benggu sebagai fasilitator dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang.

Maria Bano mewakili Bengkel APPeK pada saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan respon Bengkel APPeK terhadap dua hal penting. Pertama, dapodik menjadi acuan dalam berbagai pengambilan kebijakan terkait sekolah dan merupakan single data yang punya banyak dampak terhadap sekolah. Kedua, Bengkel APPeK menemukan bahwa banyak sekolah dasar yang tidak mendapat bantuan infrastruktur disebabkan salah satunya karena dapodiknya tidak dibenahi dengan baik.

Foto Yan//Foto bersama usai Pelatihan 8 September 2020

Popi menjelaskan"dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang bertugas melakukan pengelolaan manajemen pendataan hingga fasilitasi pengelolaan dan pemutakhiran data berkala di tingkat kabupaten". Lebih lanjut disampaikan bahwa terdapat banyak sekolah yang keseluruhan item-item lain dalam dapodiknya tidak diupdate secara berkala. “Ada sekolah yang hanya fokus mengupdate dapodik pada bagian data siswa dan guru saja sedangkan fitur infrastrukturnya justru tidak diperhatikan secara baik” tegas Popi. Dapodik yang tidak diupdate secara lengkap dan berkala membuat pemerintah membaca bahwa infrastruktur sekolahnya sudah lengkap sehingga tidak butuh bantuan lagi. Padahal fakta  di lapangan menunjukan masih ada sekolah yang kekurangan infrastruktur. Karena itu dirinya menyampaikan agar para operator dalam pemutakhiran dapodik harus dilakukan secara lengkap sehingga benar-benar menggambarkan situasi riil sekolah.

Dalam kegiatan ini para operator dapodik sekolah dampingan, dibimbing untuk memperbaharui dapodik sekolahnya. Persoalan-persoalan praktis yang dihadapi para operator jadi diskusi hangat. Proses penambahan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang harus melewati banyak tahapan, pendataan peserta didik sekolah dan pemutakhiran kondisi infrastruktur sekolah dikaji bersama. Proses update dapodik yang harus melewati banyak tahap menuntut kerja operator yang harus lebih teliti. “Kalau ada satu komponen (item) yang kurang dalam proses ini maka data yang Bapak/Ibu operator upload tidak terbaca oleh system” jelas Ibu Popi kepada para peserta kegiatan.

Terkait dengan persoalan ketersediaan infrastruktur sekolah yang selama ini belum terjawab dijelaskan bahwa masih ada sekolah yang sebenarnya tidak punya ruang tertentu misalnya ruang perpustakaan atau ruang guru namun justru menginput di dapodiknya. “Ada sekolah yang hanya ingin memenuhi standar saja mengisi bahwa punya ruang perpustakaan atau ruang guru. Padahal itu sebenarnya adalah ruang kelas atau ruang lain yang disekat. Kalau seperti ini maka sekolah tidak akan mendapat bantuan karena di dapodiknya terbaca bahwa sekolah sudah punya ruang tersebut” jelas Popi.

Dalam pelatihan ini terdapat beberapa operator sekolah baru (menggantikan operator sebelumnya) yang mesti memperbaharui data infrastruktur sekolahnya. “Saya baru satu bulan ganti operator lama. Karena banyak foto ruang kelas yang tidak diupdate sehingga saya harus ganti dengan foto kondisi sekolah yang riil” jelas Semdi Y. Manafe operator dapodik SD Inpres Natoen. Genes O. Lake operator dapodik SD Negeri Oelatimo mengungkapkan bahwa lewat pelatihan ini dirinya terbantu dalam kerjanya sebagai operator. “Saya sangat terbantu dengan pelatihan ini karena selama ini mau update sarana prasarana sekolah tapi kurang memahami cara merubahnya. Setelah mengikuti pelatihan ini saya secara pribadi sudah bisa merubah sarana prasarana yang selama ini tidak valid di sekolah kami” jelasnya. Popi diakhir kegaitan menyampaikan harapannya pada perwakilan operator sekolah agar setelah mengikuti kegiatan ini para operator bisa memperhatikan dan mengupdate  sarana prasarana sekolah yang selama ini kurang diberi perhatian. (yan/barros/yufra)

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media