Berita

“Pelatihan ini sangat bagus, hasil olahan ini bisa menjadi produk usaha kami, hari ini saya lihat beberapa jenis olahan saya sudah tahu cara mengolahnya, sedangkan ada jenis tertentu seperti naget, baru saya lihat cara buatnya, menurut saya sangat bagus untuk jadikan ini usaha baru saya” Ungkap Maria Marsela Mellyana Yo Ketua SwishTeam asal Desa Watumilok usai mengikuti pelatihan pengolahan berbahan baku ikan di Aula Seewood Desa Waiara Kabupaten Sikka, Senin 14/9/2020.

Foto Largus/Praktek Olahan Abon Ikan (14/9/2020)

Mexy Nenobais Koordinator Proyek Mata Kail Yayasan Plan International Indonesia di sela-sela Pelatihan Pengolahan mengungkapkan “Proyek mata kail ini dirancang untuk mengembangkan kewirausahaan bagi kaum muda terutama perempuan di sektor perikanan dengan karakter usaha yang menerapkan prinsip konsumsi dan produksi berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukan mencakup membangun kepribadiaan kewirausahaan, menajemen wirausaha, ketrampilan teknis produksi dan kemampuan kemitraan dengan berbagai pihak dalam mengembangkan usaha”.

Karakter wirausaha bagi kaum muda, lanjutnya “diharapkan memberikan dampak peningkatan income, kelestarian produksi perikanan dan dampak sosial berupa konsumsi produk perikanan yang sehat dan bermutu sehingga meningkatkan konsumsi ikan masyarakat dalam usaha pencegahan stunting dimana kita terus bekerja keras melalui pendampingan secara intensif hingga akhir tahun 2020.

“Program mata kail untuk pemberdayaan kaum muda telah membuktikan bahwa pemberdayaan kaum muda harus dilakukan semua pihak, hal ini kaum muda di Desa Waiara dan Desa Watumilok melalui kegiatan pelatihan proses pengolahan hasil perikanan dan rencana usaha ternyata banyak ide bisnis usaha olahan perikanan dan kemampuan membuat produk olahan perikanan berupa abon ikan, pentolan ikan, nuget ikan yang berdaya saing pasar”

Lebih lanjut Mexy menjelaskan Pelatihan ini difasilitasi oleh Konsultan Pengembang Usaha Wilmar Pesolima, Ria Fitriana dan Ady Mooy yang diselenggarakan oleh Yayasan Plan International Indonesia kerjasama Bengkel APPeK NTT dan Kopernik atas dukungan dana dari SWICTH Asia II Uni Eropa.

Foto largus/Praktek Olahan Naget Ikan (14/9/2020)

 Ketika ditanya kesiapan anak muda yang dilatih untuk bisa bersaing di pasar, Mexy menegaskan “kaum muda memiliki kreatifitas, mobilitas, jejaring komunikasi yang sangat besar, inilah potensi daya saing kaum muda, hal ini terlihat dari 20 an orang peserta yang hadir hari ini. Di harapkan agar anak muda dapat menindaklanjuti ketrampilan yang mereka peroleh hari ini dengan harapan agar semua pihak ada keberpihakaan program dan kebijakan yang difokuskan untuk kaum muda terutama program dan kebijakan kewirausahaan”

Sedangkan Aizyah peserta asal Desa Waiara, mengungkapkan “saya mendapatkan manfaat dari pelatihan ini, saya bisa tahu dan bisa belajar dari sini untuk saya membuka usaha baru, beberapa jenis olahan saya sudah trampil dan tetap terus belajar agar semakin mahir, ungkapnya. (largusogot)

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media