Berita

Puluhan anak muda laki-laki maupun perempuan tidak peduli teriknya panas matahari, mereka membersihkan dan menata lokasi wisata pantai pasir putih hi,a selama 4 jam lebih lamanya dari jam 09.00-12.30 wita, mereka bahu membahu memotong rumput kering, mengangkat sampah plastik, tumpukan sampah kayu dan meletakkan batang pohon sehingga nampak semakin memperindah panorama pantai pasir putih hia, Desa Lewomada Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka.

 “Saya ikut pembersihan lokasi wisata ini agar dapat menarik perhatian pengunjung dimana kedepannya saya bisa menjual dan memasarkan usaha saya berupa bakso pentolan ikan, snack ringan, jus buah kelapa dan hasil karya tangan sendiri berupa bunga dari barang bekas” ungkap Maria Nuna salahsatu peserta pelatihan manajemen kewirausahaan di lokasi Kerja gotong royong pantai pasir putih dusun hi,a Desa Lewomada Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka sabtu, 19/9/2020 siang.

Foto largus/Pemotongan Rumput dan Ranting Kayu Lokasi Pantai Pasir Putih Hi,a Lewomada (19/9/2020)

Pembersihan pesisir pantai ini sebagai bentuk aksi nyata anak muda yang tengah mengikuti pelatihan manajemen kewirausahaan dari program Mata Kail Bengkel APPeK NTT kerjasama Plan International Indonesia, Kopernik atas dukungan dana Uni Eropa.

Alexius Simenes Thapun (30) yang ditunjuk sebagai juru bicara dan sekaligus ketua lembaga pemberdayaan masyarakat desa di lokasi gotong royong mengungkapkan “kegiatan bhakti ini, dalam rangka memanfaatkan lokasi wisata agar anak-anak muda yang sudah terlibat dalam pelatihan soft skill dan manajemen kewirausahaan yang dilakukan Bengkel APPeK NTT bisa membuka usaha kuliner.  Pemerintah desa lanjut Alex “sangat antusias dan mendukung anak muda lewomada untuk dilibatkan dengan menata dan berusaha di lokasi ini”

Tidak hanya itu, lanjut Alex “di Desa Lewomada anak muda juga sudah membersihkan lokasi spot wisata pantai Bokang bahkan sudah membuat 4 unit pondok wisata menggunakan bahan local seperti bambu, alang-alang, bangku yang terbuat dari batang pohon, dimana saat ini hampir setiap hari masyarakat Bokang dan sekitarnya sudah mulai memanfaatkan pondok wisata tersebut untuk bersenang-senangdan bersenda gurau bersama keluarga. Semua ini dilakukan oleh Anak Muda Lewomada dan masyarakat secara bersama-sama dengan modal swadaya sendiri”

Foto Largus//Permbersihan Sampah dan Dedaunan Dipasir Putih Pantai Hi,a (19/9/2020)

Sementara itu Beata Besa pada kesempatan yang sama mengatakan “kerja bhakti hari ini yang melibatkan peserta pelatihan kelas A, B dan C bermaksud agar orang-orang jauh bisa datang menikmati keindahan lokasi pantai  di Desa Kami ” sedangkan Maria Lustiana ketua tim pengolahan ikan mengatakan “ tujuan pembersihan lokasi wisata hi,a untuk memanfaatkan peluang pasar ke depan agar kami orang muda lewomada bisa membuka usaha kuliner dilokasi wisata ini"

 Largus Ogot: Ragam Spot Wisata Unik

Desa Lewomada Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, merupakan desa di wilayah pesisir utara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Flores Timur, sekitar 74, 5 km dari Kota Maumere dan jarak tempuh 2 jam dengan menggunakan kendaraan roda 2 ataupun roda 4. Largus Ogot selaku fasilitator pelatihan manajemen kewirausahaan yang juga terlibat langsung di lokasi kerja bhakti pantai Hi,a mengungkapkan “ Pantai Pasir Putih Dusun Hi,a ini memiliki ragam keunikan, pantai ini terbentang sangat panjang, pasirnya halus, ada bekas kampung hi,a yang tersapu tnusnami tahun 1992, ada kolam alam air payau, ada hutan bakau, ada kolam budidaya ikan bandeng milik anak muda, ada pohon kelapa yang ikut mempercantik keindahan pantai, tidak hanya itu, largus  menambahkan “ ketika datang ke pantai ini, saya bisa melihat langsung ujung pulau flores yang berada di tanjung bunga Kabupaten Flores Timur”

Foto Yufra/Bekas Kampung Hi,a yang tersapuh Tnusnami tahun 1992 (19/9/2020)

Largus mengharapkan agar pemerintah Desa Lewomada, Anak Muda dan masyarakat bisa bergandengan tangan menata lokasi-lokasi unik disini, karena dengan adanya lokasi wisata menarik seperti ini maka akan membantu menggerakkan ekonomi masyarakat. Secara khusus, lanjutnya, agar semangat kewirausahaan Anak Muda yang sudah mengikuti pelatihan softskill dan manajemen kewirausahaan selama ini bisa menjadi perhatian khusus dari pemerintah desa dan pihak terkait lainnya, dengan demikian mereka bisa menjadi penyedia utama kebutuhan para pengunjung seperti makanan, minuman, peralatan renang, hingga menjadi pemandu wisata yang profesional”. “Semoga lokasi wisata ini dapat menjadi tempat wisata favorit warga Kota Maumere dan sekitarnya, ungkapnya.

 

Foto Yufra/kesejukan kolam air payau, mengapiti pantai pasir putih hi,a (19/9/2020)

 Kepala Desa Lewomada: Selalu melibatkan anak muda

Kepala Desa Lewomada Dominikus Pondeng yang turut hadir dalam kerja bhakti pantai hi,a ketika dimintai tanggapannya mengatakan “sebetulnya saya sangat senang karena anak-anak muda sudah bisa ambil bagian dalam proses pembenahan lokasi pariwisata bokang dan hi’a, karena anak muda selama ini boleh dikatakan mereka tidak ada kegiatan di desa alias nganggur ditambah lagi desa tidak pernah melibatkan mereka dalam hal kegiatan tentang pembangunan desa”

Saya bermaksud lanjutnya “melibatkan para kaum muda karena kaum muda adalah generasi penerus, sehingga kedepannya semua kegiatan apa saja terkait pembangunan desa, saya selalu melibatkan anak muda” ungkap mantan kepala dusun bokang ini dengan semangat.

Foto Largus/Kondisi Bentangan Bagian Timur Pantai Pasir Putih Hi,a (19/9/2020)

Nong Pondeng begitu  ia biasa disapa mengaku “Ini juga berkat kerja sama dari Bengkel APPeK NTT dalam hal pengembangan kewirausahaan sehingga para kaum muda lebih mempertajam pengetahuan dan pemahaman mereka” kemanakah mereka mau kembangkan ilmu ini?

Salahsatu jawabannya adalah pengembangan destinasi pariwisata hi,a dan bokang, disini mereka akan membuktikan, bagaimana memasarkan hasil olahan, dan meyiapkan produk kekhasan lewomada” ungkapnya.

Lebih lanjut  Nong menjelaskan,  “dalam rangka memanfaatkan lokasi wisata sebagai tempat untuk mereka melakukan usaha ekonominya, yang harus dilakukan anak muda adalah berusaha membangun semua kegiatan yang ada di lokasi wisata seperti lopo-lopo, kantin dan lain-lain.

Foto Largus/Anak Muda dan Masyakat Bokang, Mengerjakan Pondok Wisata Pantai Bokang (17/9/2020)

Dan harus memulai dari apa yang ada saat ini, harus mulai dengan swadaya, kalau mengharapkan bantuan maka mereka tidak berkembang”. Sebagai pemerintah desa, lanjutnya kita siap fasilitasi kebutuhan anak muda, misalnya kebutuhan ketrampilan teknis, kita akan hadirkan tenaga profesional untuk melatih dan membimbing mereka, asalkan anak muda ini mampu memperlihatkan kesungguhannya”.

Saya mengharapkan agar dengan ilmu yang sudah diperolah selama masa pelatihan seperti membuat bakso ikan, kerupuk ikan, perkadel ikan, dan hasil olahan lainnya, bisa memasarkan di lokasi wisata ini. Saya sebagai kepala desa akan membantu memfasilitasi mereka untuk, mempersiapkan beberapa sarana prasarana untuk mendukung hasil usaha mereka. Ilmu yang didapat harus ada tindakan nyata, dengan demikian membantu mereka untuk meningkatkan ekonomi mereka”. (yufratana/barros)

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media