Berita

Profil Pengusaha Pemula; Yoseph Laga Ribun

Gantungkan Cita-citamu setinggi langit, Bermimpilah Setinggi Langit, Jika Engkau Jatuh, Engkau Akan Jatuh Diantara Bintang-bintang, ungkapan Ir. Soekarno Presiden Pertama Republik Indonesia ini setidaknya mengilhami Yoseph Laga Ribun, mematok pendapatan bersih Rp 100.000.000 perbulan pada tahun 2025 sebagai visi hidup pemuda usia 23 Tahun asal Dusun Hi,a Desa Lewomada Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka ini.

Foto Largus/Yoseph Laga Ribun Saat Wawancara Dilokasi Usaha Kolam Tambak Bandeng Miliknya (19/9/2020)

Yoseph anak pertama dari pasangan Bapak Agustinus Tolek dan Ny. Susana Radiyanti terbilang sangat ambisius,  ya ! agar sukses, memang harus ambisius. Yoseph demikian ia biasa disapa adalah salahsatu dari sekian banyak anak muda yang memiliki tekad dan semangat yang terbilang kuat untuk meraih impiannya.

Yoseph sempat belajar di SMK Negeri 2 Maumere Jurusan Agribisnis Perikanan dan mengikuti magang selama 6 bulan di Jepara Jawa Timur tahun 2013/2014, namun pendidikannya tidak sampai tuntas. Ketika itu ia memilih merantau ke Surabaya selama 2 tahun dan di Kalimantan 3 tahun. Namun Yoseph kembali ke kampung halamannya di Hi,a Lewomada pada bulan September 2019. Selanjutnya pada bulan nopember 2019 Yoseph direkrut oleh tim program MATA KAIL Bengkel APPeK NTT yang bekerjasama dengan Plan International Indonesia, Kopernik dan Uni Eropa. Yoseph resmi menjadi anggota Program Mata Kail setelah mengikuti kegiatan pelatihan soft skill kewirausahaan selama 5 hari pada bulan nopember 2019 di Kantor Desa Lewomada, dengan minat dan bakat yang di tetapkan adalah  usaha budidaya ikan bandeng.

Tindaklanjuti Hasil Pelatihan Soft Skill Kewirausahaan

Budidaya ikan Bandeng, Yoseph sejak SMA memiliki rencana budidaya, namun tidak jadi karena ada keragu-raguan dalam dirinya. Usai mengikuti kegiatan pelatihan soft skill kewirausahaan, Yoseph memperoleh semangat baru sehingga ia bersama kedua orangtuanya berdiskusi. Asernov Pellu selaku pendamping lapangan Program Mata Kail juga intens berdiskusi. Pada kesempatan beberapa kali diskusi, Yoseph menyatakan kesungguhannya untuk menekuni usaha Budidaya Ikan Bandeng sesuai pengalaman, minat, bakat dan dukungan potensi sumber daya alam yang tersedia dilingkungannya seperti tersedianya benih lokal di kolam air payau, serta lokasi budidaya yang terletak tidak jauh dari pesisir pantai.

Oranguta Yoseph mendorong kuat, agar Yoseph menekuni usaha budidaya ikan bandeng dengan maksud tidak kembali merantau lagi ke Kalimantan sebagaimana yang ia rencanakan semula sebelum ia direkrut dalam program Mata Kail. Keputusan Yoseph menggeluti Usaha Budidaya Ikan Bandeng mendapat dukungan penuh dari orang tuanya berupa menyediakan mesin penyedot air laut, selang dan biaya pembuatan kolam.

Foto Asernov/Yoseph Saat Mengikuti Pelatihan Manajemen Kewirausahaan Di Kantor Desa Lewomada (17/9/2020)

Yoseph mulai mengerjakan usahanya pada awal bulan januari 2020 dengan membersihkan lokasi kolam tambak. Selanjutnya ia mulai menggali Kolam Tambak pada bulan februari 2020 bersama adik sepupunya Mario, ia menggunakan skop, linggis dan cangkul seadanya. Yoseph sempat putus asa, karena pekerjaanya sangat menguras tenaga, iapun meminta kedua orangtua agar segera realisasikan bantuannya dengan membayar tenaga kerja dari Dusun Bokang dan Dusun Hi,a, meskipun tenaga kerja yang dibayar tidak selesai sampai tuntas, namun Yoseph kembali ia lanjutkan sendiri hingga selesai sampai menghasilkan 1 petak kolam berukuran 15 x 20 meter persegi.

Tegar Menghadapi Tantangan

Yoseph terbilang tegar menghadapi tantangan, betapa tidak, disaat memulai mengerjakan pembukaan kolam tambak, berbagai tanda tanya dan sinisme dari berbagai pihak datang menghampirinya, bagi Yoseph kondisi tersebut tidak heran, karena yang dia lakukan merupakan model usaha baru dilingkungan wilayah Kecamatan Talibura terutama wilayah Desa Lewomada dan sekitarnya. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat kerjanya. “saya mengambil sikap, cuek dengan komentar negatif orang lain dan tetap bekerja seperti biasa” ungkapnya. 


Foto Asernov/Yoseph Bersama Mario Sepupuhnya Megerjakan Kolam Bandeng (6/2/2020)

Nyali usaha dari Yoseph kelihatan cukup teruji, Ketika mau menebar benih yang ia targetkan 1000 ekor benih periode Oktober 2020-Januari 2021, namun Yoseph megalami kesulitan mendapatkan benih lokal dari kolam air payau sebagaimana yang ia targetkan diawal. Untuk mengatasi kondisi tersebut, sambil ia mencari benih dari wilayah lain, Yoseph mencoba budidaya jenis kepiting bakau yang baginya tidak kalah prospek dengan Ikan Bandeng, hal ini dilakukan sambil menunggu ketersediaan benih bandeng lokal pada bulan januari-februari 2021 mendatang.

Kesempatan Buat Saya Untuk Buka Usaha

Ketika ditemui di lokasi usaha tambak bandeng milik Yoseph di Dusun Hi,a Desa Lewomada Sabtu, 19 september 2020 lalu, kepada tim media https://bengkelappek.org ia menuturkan, “saya memulai buka usaha ini, karena termotivasi setelah mengikuti pelatihan softskill kewirausahaan pada bulan nopember 2019 lalu, kebetulan saya ada pengalaman sedikit disektor perikanan dan melihat peluang yang ada, sehingga menjadi kesempatan buat saya untuk buka usaha ini”.

Saya lakukan ini, lanjut Yoseph “karena saya memiliki pengalaman, saya pernah sekolah di perikanan meski tidak habis tetapi sudah megikuti magang selama 6 bulan, untuk saat ini saya rencana 1000 ekor untuk 1 petak dan untuk jangka panjang saya rencana akan membuka di lahan 2 ha.

Foto Largus/Kondisi Kolam Bandeng Yosep Usai Diisi Air Laut Menggunakan Mesin Pompa (19/9/2020)

Hingga saat ini saya sudah menghabiskan dana Rp 11.000.000”. Selain budidaya bandeng, “saya juga punya rencana untuk budidaya ikan kerapu dan udang, tapi sekarang saya utamakan ikan bandeng dulu”, ungkap Yoseph.

Lebih lanjut Yoseph mengharapkan, ada yang mensuport dirinya khususnya bagian perikanan dan pengetahuan wirausaha dari Bengkel APPeK. Sedangkan dari Pemerintah Desa Lewomada saya sudah mendengar ada rencana untuk memberikan bantuan pada tahun 2021, kiranya tidak ada halangan lagi, harap Yoseph.

Ketika ditanya strategi menghadapi tantangan, Yoseph mengatakan “saya takut ada yang buang racun sehingga saya perlu pemasangan lampu pada malam hari dan pembuatan pagar, sehingga saya targetkan bulan januari nanti panen bisa tercapai” kata Yoseph dengan semangat.

Sementara itu,  Agustinus Tolek orangtua dari Yoseph Laga Ribun ketika dimintai komentarnya mengatakan “kami sebagai orangtua, kami sangat mendukung anak kami, dalam rangka upaya menyiapkan masa depannya ketika sudah hidup berkeluarga, lahan ini menjadi lahan garapan buat dia” terang Agus. Lebih lanjut ia menguraikan, “kami sebagai orangtua, kami tidak punya apa-apa untuk masa depan anak kami, kami hanya mendukung dengan usaha dia seperti ini”.  

“Saya berterima kasih kepada Bengkel APPeK, bahwa selama ini anak ini belum memiliki kemamuan untuk membuka usaha, namun setelah dia mengikuti pelatihan, dapat motivasi, dia memutuskan untuk melakukan usaha ini. Saya mengharapkan agar usahanya ini ada dampingan lanjutan bagaimana hal-hal teknis bisa dia lakukan”

Selain itu “Pemerintah Desa juga selama ini sudah mulai memberikan dukungan berupa motivasi, dan saya yakin pemerintah desa juga akan memberikan bantuan material ke depan”.  Demikianpun Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kelautan dan Perikanan juga sudah pernah mendatangi tempat ini, mereka menyampaikan bahwa inisiatif seperti ini akan dimasukan dalam program kerja DKP di tahun mendatang, Jelas Agus yang juga sebagai Peer Konselor Mata Kail Desa Lewomada.

Tahun 2021, Pemerintah Desa Akan Bantu

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Lewomada Dominikus Pondeng, saat dimintai tanggapannya mengatakan “saya sangat bangga sekali usaha anak muda ini, budidaya ikan bandeng ini memiliki nilai jual yang sangat mahal sehingga Pemerintah Desa berusaha untuk mendorong usaha ini dengan pendanaan, dalam hal ini lokasi usaha ini harus di semenisasi”.

“Saya sendiri sudah survey lokasi ini, musim hujan air bisa tergenang, sehingga dari pemerintah kalau tidak ada halangan tahun 2021 akan membantu usaha ini dengan semenisasi sehingga ikan yang dibudidaya sehat dan punya nilai jual tinggi”.

Kedepan lanjutnya, “Usaha ini sangat berpotensi bagus karena di kawasan ini akan dibangun lokasi wisata, kolam ini pun akan menjadi obyek wisata dan sebagai pintu masuk ke area pantai wisata pasir putih Hi,a ”

Foto Largus/Kepala Desa Lewomada Dominikus Pondeng Saat di Wawancara Di Lokasi Kolam Bandeng Milik Yoseph (19/9/2020)

Karena itu pemerintah desa bergandengan tangan dengan masyarakat agar menciptakan lapangan pekerjaan kecil-kecilan, sehingga anak-anak muda disini mereka tidak lebih banyak mencari nafkah diluar, tapi mereka bisa memanfaatkan potensi luar biasa yang ada di desa ini.

Harapan saya, “kolam ini diperbanyak lagi, dan bisa memacu anak-anak muda yang lain, sehingga mereka lebih berkomitmen pada bidang usaha daripada mereka habiskan masa muda untuk merantau keluar daerah”.

Saya mengucapkan Terima kasih kepada Bengkel APPeK yang sudah bersusah payah walaupun kondisi infrastruktur jalan kami sangat memprihatinkan, namun dengan semangat mau mendukung, mau membina kawula muda Lewomada sehingga puluhan anak muda dapat mengikuti pelatihan softskill dan manajemen kewirausahaan dengan demikian anak muda lewomada bisa berkreasi membangun masa depan dengan modal apa adanya dalam diri mereka. (largus_ogot/asernov_pellu)

 

Simak juga wawancara eksklusif kami di Chanel Youtobe Bengkel APPeK NTT “Anak Muda Lewomada Tekuni Usaha Budidaya Ikan Bandeng”. https://www.youtube.com/watch?v=nQNFycTL_YA&t=264s

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media