Berita

"Olahan Kami Hari Ini Laku Terjual Mencapai Rp 1.000.000”

Anak Muda Desa Nangahale Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka terbilang beruntung. Anak muda yang sudah mengikuti pelatihan soft skill dan manajemen kewirausahaan diminta untuk berperan aktif dalam rangkaian acara peresmian pasar rakyat Talibura di Desa Nangahale. Anak Muda Nangahale pun manfaatkan kesempatan dengan menyiapkan aneka olahan ikan untuk dipamerkan.

Foto Asernov/Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dan Rombongan Saat Mengunjungi Stand Pameran Anak Muda Nangahale (18/9/2020) Pukul 18.30 Wita

“apakah ini anak binaan Bengkel APPeK ? semuanya anak muda dari Desa Nangahale...?”. “Ia Bapak, Kami anak Muda Nangahale Binaan Bengkel APPeK”Sahut Intan Astagina, dkk Anak Muda Nanghale dalam dialog singkat dengan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat mengunjungi Stand pameran milik mereka bersama tamu undangan pada acara Peresmian Pasar Rakyat Talibura di Desa Nangahale (18/9/2020) lalu.

Intan Astagina yang di dampingi anak muda lainnya Thini, Rida, Nur Ayna, Suwarti, Ayu Wandira, saat menerima kunjungan Bupati Sikka dan rombongan menjelaskan “ saat ini kami memiliki 7 jenis produk olahan ikan yang kami hasilkan, ada sempol ikan, nuget ikan, peye ikan, cilok ikan, sate siput, sate cumi dan abon ikan, jumlah yang kami siapkan ada 109 dos mika dengan harga berkisar Rp 5.000-Rp 10.000/dos mika”, proses pembuatannya, lanjut Intan, kami lakukan secara manual saja” .

Pada kesempatan itu, Bupati Roby memberikan apresiasi dan memberi semangat kepada anak muda Nangahale, “harus semangat ya, lakukan ini secara rutin” ujar Bupati Roby,  singkat.

Bupati Roby dan rombongan memborong semua produk olahan anak muda Nangahale, Raut wajah anak muda nampak gembira dan sangat senang karena hasil olahannya dibeli oleh orang nomor 1 di Sikka dan sejumlah pejabat yang hadir bersama rombongan Bupati. “pak kami sangat senang, keinginan kami bertemu langsung Bapak Bupati Sikka sudah tercapai, dan olahan kami hari ini laku terjual mencapai Rp 1.000.000 ujar Thini, dkk usai Bupati Roby bergegas ke stand pameran lainnya.

Foto Asernov//Situasi Saat Stand Pameran Didatangi Pengunjung (18/9/2020)

Asernov Pellu, Staf Pendamping Lapangan Program Mata Kail mengatakan “ Usaha dan peran aktif anak muda Desa Nangahale, usai mereka mengikuti kegiatan pelatihan soft skill dan manajemen kewirausahaan yang diselenggarakan Bengkel APPeK NTT, Kerjasama Yayasan Plan International Indonesia, Kopernik atas dukungan Dana Uni Eropa”. 

Dari beberapa produk yang mereka pamerkan, lanjut Asernov, “ada 10 orang anak muda telah melakukan usaha, seperti Fitriani, Lili Anggriani, Sinta Wati yang menekuni Usaha Pentolan ikan. Lia, Lasmi dan Syarifa  menekuni usaha Peye Ikan, Thini menekuni usaha Cilok Ikan, Surty menekuni Usaha Nuget ikan, Rida menekuni usaha Nuget dan kripik ikan, serta Nur Ayna menekuni usaha sempol ikan, Suwarti menekuni Usaha Abon ikan, sate gurita dan sate siput”, ungkapnya.

“Hari sabtu adalah jadwal hari pasar di Nangahale, pada hari pasar ini kami selalu menjual hasil olahan ikan, tidak hanya di pasar tetapi juga di sekitaran rumah di lingkungan Desa Nangahaleungkap Lili dibenarkan Sinta.

Foto Asernov/Anak Muda Pose Bersama Depan Stand Pameran Sebelum Bupati dan Rombongan Tiba ditempat Acara (18/9/2020)

Kepala Desa Nangahale Sahanudin, S.Sos ketika dimintai komentarnya mengatakan, "Anak Muda Nangahale sudah memiliki semangat untuk berusaha, karena semangat itulah maka saya bersama pelatih dan petugas Bengkel APPeK berdiskusi untuk bagaimana anak muda berperan dalam acara peresmian ini, hasilnya seperti yang kita lihat hari ini, mereka sukses dan saya ikut bangga pada mereka, Kedepan, Lanjutnya "saya serahkan kepada mereka 1 unit los untuk mereka lakukan usaha jualan hasil olah ikan di Pasar ini" janji sang Kepala Desa. 

Sementara itu, Faus Reginaldus selaku Faslitator Pelatihan Soft skill dan Manajemen Kewirausahaan Desa Nangahale mengungkapkan, hampir 1 minggu kita mempersiapkan pameran olahan anak muda ini, memang tidak mudah, targetnya menampilkan yang terbaik, kita organisir adik-adik dari 3 kelas yang sudah mengikuti pelatihan sebelumnya, kita motivasi, kita kasih tambah semangat pada mereka” katanya.  

“Kita memang menunggu cukup lama kehadiran Bapak Bupati Sikka, namun saya sangat senang dan lega, akhirnya apa yang kita sudah siapkan bisa berjalan dengan baik, tujuan kita adalah bapak bupati akan mengunjungi pameran mini hasil olahan perikanan anak muda Desa Nanghale, awalnya saya sangat lapar, dengan kunjungan beliau ke stand pameran anak  muda membuat rasa lapar saya hilang”, ujarnya. ***largusogot***

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media