Berita
Profil Usaha Pemula

Yustina Kue (23) salahsatu anak muda yang patut di teladani, betapa tidak, Yustin terbilang salahsatu anak muda yang gigih dan tidak patah semangat dalam menekuni usahanya. Tahun 2018, Yustin menjadi bagian dari program Matakail Bengkel APPeK Kerjasama Yayasan Plan International Indonesia, Kopernik atas dukungan Dana Uni Eropa. Yustin telah terdata dan sudah mendapat berbagai kesempatan untuk mengikuti kegiatan bersama Bengkel APPeK NTT. Awal mula Yustin bertanya-tanya saat mulai bergabung dengan Program Mata Kail. “kedepannya apa yang saya lakukan dan program ini mau bawah kemana” namun disi lain sebenarnya saya juga senang, saya menjadi bagian dari Youth desa Nangadreo yang siap didampingi oleh LSM” ujar Yustin saat di mintai komentarnya 29/9/2020 di kediamannya di Desa Nangadero Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo.

Yustina Kue/Pelaku Usaha Mina Padi Asal Desa Nangadero Kec. Aesesa Kab. Nagekeo (Foto Kornelis/Sept 2020)

Yustin mengisahkan, “dalam perjalanan program, ternyata kami diberikan bekal ilmu pengetahuan dengan cara dilatih untuk menemukan ide bisnis kami dan belajar untuk membuat analisa usaha. Berbekal pengetahuan yang diberikan Bengkel APPeK NTT, kami mencoba untuk memulai usaha, awalnya usaha yang dilakukan membuat krispi ikan dan sampai melakukan penjualan, dan waktu itu, ibu Bupati Negekeo pesan 5 kg dengan harga Rp 70.000 /kg, dalam perjalanan pesanan tidak begitu banyak, akhirnya saya mencoba untuk usaha yang lain dengan usaha Mina Padi.

Usaha mina padi adalah sebuah jenis usaha perpaduan budidaya tanaman padi dan budidaya perikanan dalam satu wadah yang sama sejenis petak sawah berbentuk kolam ikan dengan genangan air stabil dan setinggi lutut orang dewasa. Produk akhir dari ke 2 jenis usaha ini berupa gabah/beras, ikan dengan periode panen hampir waktu bersamaan.

Yustin mulai menekuni usaha mina padi pada bulan Mei 2020, dia lakukan dengan sungguh-sungguh. Yustin memilih budidaya Ikan Bandeng dengan sistem Mina Padi. Baginya cara ini sangat mudah dan efektif cara kerjanya serta hasilnyapun double, karena selain panen padi juga panen ikan bandeng yang dibudidaya. “Selama 3 bulan saya rawat dan rutin saya lakukan, sehingga pada bulan Juli 2020 saya panen perdana mencapai hasil Rp 6.000.000 (enam juta rupiah)” ujar Yustin.

Belajar dari pengalaman ini, Yustin berkomitmen untuk terus usaha, baik sektor perikanan maupun sektor pertanian, ia memilih dua sektor ini, karena baginya Desa Nangadero punya potensi yang cukup dan memiliki peluang usaha yang baik karena banyak orang butuh ikan dan butuh hasil pertanian seperti sayur-sayuran. “Sebagai anak muda saya tetap menekuni usaha Mina Padi Budidaya Ikan bandeng dan padi dengan mempertimbangkan potensi dan kemampuan kami untuk bekerja” kata Yustin.

Untuk lebih memantapkan lagi pengetahuan dan ketrampilannya, Yustin juga bergabung dalam kelompok orang muda maupun kelompok orang tua, dengan maksud sebagai tempat untuk belajar dengan orang berpengalaman.

Agar semuanya bisa terjadi, terang Yustin “maka perlu kerja keras dan kekompakan orang muda dalam mengembangkan usaha. Kami tidak perlu ragu, minder atau kurang percaya diri, akan tetapi orang muda harus penuh semangat dan selalu kreatif dalam mengembangkan usaha yang dilakukan. Orientasi kedepan lebih kepada pecapaian target yang sudah ditetapkan dalam rencana usaha”.

Yustin berharap, agar kedepannya punya perhatian dari Pemerintah Desa atau Kabupaten Nagekeo melalui program-program yang ada di desa maupun program Kabupaten yang masuk desa.

Kornelis Bana selaku Pendamping Lapangan Program Mata Kail Ketika diminta komentarnya mengungkapkan "Saya senang dan ikut bangga dengan adik Yustin, sebagai pendamping Program Mata Kail, saya terus menerus memberikan motivasi kepadanya, saya mendorong dia agar tetap pertahankan usaha Mina padi ini kearah yang lebih baik lagi" yang dia harus lakukan kedepan, lanjut Kornelis, "dia tetap fokus dan lebih serius lagi dengan usaha Mina padi ini, karena langkah awal dia sudah menikmati hasil usahanya" ungkapnya. 

Senada dengan itu, Tarsianus Tani Spesialis MED Program Mata Kail saat diwawancarai melalui WhasApp mengatakan "ada dua hal yang perlu dilakukan Yustin, pertama adalah perlu ditingkatkan aspek budidaya berbagai jenis ikan yang cocok dengan sistem mina padi dan kepastian keberlanjutannya karena usaha budidaya ikan dengan teknik mina padi sangat efektif untuk dikembangkan. kedua melakukan proteksi terhadap penyedia bibit ikan sehingga budidaya stabil dan pasarannya juga tidak terputus" Ujar Tarsi yang sedang berada di Nagekeo. ***largus/tim

 

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media