Berita

Maumere,bengkel.appek.org

Pamer 5 Jenis Olahan Ikan

Sejak  adanya rencana pemerintah Desa Lewomada untuk peresmian pariwisata Hi’a Beach oleh Bupati Sikka, dan mengajak anak muda untuk berpartisipasi, dengan sigap dan antusias Anak muda mulai melakuan segala persiapan. Salahsatunya adalah menyiapkan produk pameran hasil olahan berbahan baku ikan.

Ketua kelompok olahan ikan Maria Lustiana kepada bengkel.appek.org mengatakan “kami sudah memiliki modal Rp 500.000 yang bersumber dari kontribusi anggota Rp 50.000/orang, dana ini kami gunakan untuk membelanjakan bahan baku pembuatan 5 jenis produk olahan ikan,  kami berjumlah 10 orang anggota yang aktif yaitu Yuli, Ika, Estha, Avi, Densi, Helmi, Marni, Anas dan Ista, ungkap Lusti senin malam (26/10/2020) disela-sela kegiatan pembuatan produk olahan.

Foto Largus : Bupati Sikka dan Ketua TP PKK bersama Rombongan Mencicipi Hasil Olahan Ikan Anak Muda Lewomada (27/10/2020)

Produk yang kami hasilkan, lanjut Lusti “berupa bakso ikan, pentolan ikan, sate siput, sate gurita, amplang ikan dan perkedel ikan, kami sudah memiliki ketrampilan ini setelah pelatihan sofskill dan manajemen kewirausahaan yang diselenggarakan  Bengkel APPeK NTT kerjasama Plan International Indonesia, Kopernik dan Uni Eropa pada beberapa waktu lalu”.

 

 

Istri Bupati Sikka, Pesan Bakso Ikan Hasil Olahan Anak Muda 

Bengkel APPeK Ini...? tanya Bupati Sikka, “Ia Bapak, kami Anak Muda Binaan Bengkel APPeK”, sahut Densi saat Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Ketua TP PKK Sikka Ny. Maria Cahyani Idong tiba di Stand Pameran Hasil Olahan Ikan tempat dimana acara Lonuching Pariwisata Hi,a Beach Lewomada dilakukan pada selasa, 27/10/2020 siang.

Baca Juga: wisata hi'a beach jadikan pasar usaha kuliner anak muda lewomada.html

Pada kesempatan yang sama, Densi perwakilan Anak Muda mempromosikan hasil olahan mereka kepada Bupati dan rombongan yang hadir “ini sate siput, sate gurita, amplang ikan, perkedel ikan, pentolan ikan dan bakso ikan” ungkapnya sambil membuka kemasan untuk disuguhkan oleh Sang Bupati. Bupati Roby Idong mengambil dan mencicipi sate siput yang disuguhkan Densi.

“Dari sebelum-sebelumnya mereka tidak tau apa-apa...?” Tanya Bupati kepada Wiwid Manajer program YPII dan Vinsensius Bureni Koordinator umum Bengkel APPeK NTT yang mendampingi Bupati Sikka di Pameran. “Bagus, Bengkel APPeK ini sudah dimana-mana”. “ini sate apa...?” tanyanya lagi kepada Anak Muda “sate siput dan sate gurita bapak” sahut Ika. Bupati nampak senang dan tersenyum saat menikmati sate siput buatan anak muda lewomada ini.

Aksi Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Ketua TP PKK Sikka Ny. Maria Cahyani Idong di stand pameran lokasi lounching Hi’a Beach Desa Lewomada sempat menyita perhatian masyarakat dan tamu undangan yang hadir. “adik buatkan bakso kuah panas ya sayang” ungkap Ny. Maria Cahyani Idong saat memesan bakso ikan yang disiapkan oleh Anak muda distand tersebut. Ketua TP PKK Kabupaten Sikka ini Nampak semangat dan bahkan ikut melengkapi peralatan bakso untuk disajikan.

“Siapa yang melatih mereka ?” Tanya Bupati “ada team internal,dibantu Staf PPL Perikanan Sikka” Sahut Vinsen Bureni Koord. Umum Bengkel APPeK  NTT.

Usai disuguhkan, Bupati Roby Idong dan Ny. Maria Cahyani Idong  mencicipi bakso ikan yang sudah dipesan, Nampak Ny Maria menyuapi Sang Bupati, tamu undangan pun sontak bertepuk tangan.

Baca Juga; bupati sikka wisata hi,a beach gerakan perekonomian masyarakat.html

Usai mencicipi Sate Siput dan Bakso Ikan, Bupati membayar sejumlah belanjaanya kepada anak muda, dan mengajak untuk menikmati hasil olahan Ikan “ayo om lamber tolong bagikan ini semua kepada masyarakat, silahkan menikmati ya bapa ibu” ujarnya mengajak masyarakat yang hadir disekitar lokasi pameran. 

 

Foto Asernov: Densi Perwakilan Anak Muda Melayani Pesanan Bakso Ikan dari Ketua TP PKK Kab. Sikka. Selasa (27/10/2020)

“Enak, bagus, keren, mantap” ujar salahsatu polisi dan pol PP spontan saat mencicipi hasil olahan berbahan baku ikan tersebut. 

“Baru awal, tapi saya apresiasi, mereka ada kemauan, sudah mewujudkan apa yang mereka inginkan, ada beberapa yang perlu ditingkatkan” ungkap Ketua TP PKK Sikka Ny. Maria Cahyani Idong.  Masukan saya, lanjutnya " harus ada kelebihannya, dicaritahu lagi apa yang perlu ditingkatkan lagi, varian rasa, mungkin perlu ditambakan sayur, jamur, ataukah tahu, dan lain-lain” jelasnya usai mencicipi bakso hasil olahan anak muda lewomada ini.

Maria Lustiana Ketua Kelompok Olahan Ikan yang didampingi Densi, Estha, Ika pada kesempatan terspisah saat dimintai komentarnya mengatakan “kami sangat bangga, gembira dan punya kesan tersendiri karena harapan kami untuk bertemu dengan orang nomor satu di Kabupaten Sikka sudah terwujud apalagi Bapak Bupati, Ketua TP PKK, Dinas Pariwisata, Pak Fasilitator (Largus Ogot), Direktur Bengkel APPeK (Vinsensius Bureni) dan  Mas Wiwid mencicipi hasil olahan yang kami sediakan”ujar Lusti

Ia menambahkan, “dari pameran ini, produk yang kami pamerkan berhasil terjual semua mencapai Rp 770.000. Selain itu kami juga mendapatkan manfaat dimana ada beberapa tanggapan dan masukan dari Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Sikka”.

Lusti mengharapkan, agar kedepannya Bengkel APPeK tetap mengadakan pelatihan pembuatan produk-produk berbahan Perikanan selain yang saat ini kami sudah tahu, selalu ada kerjasama, kompak dan bisa ada dapur produksi pengolahan ikan”.

Foto Asernov: Koordinator Umum Bengkel APPeK NTT Ketika Berdialog Dengan Anak Muda di Stand Pameran Selasa, (27/10/2020)

Sementara itu Maria Frederika (Ika) anggota kelompok Pengolahan Ikan mengatakan “Kami merasa manfaat dari program MATA KAIL ini sangat banyak sekali seperti, apa yang kami tidak tahu menjadi tahu, dari mental kami sebelumnya yang merasa malu dan takut menjadi hilang, dengan adanya pelatihan, kami merasa percaya diri dan mental block itu hilang”.

Beata Estha yang juga anggota kelompok Pengolahan Ikan mengatakan “dengan adanya pelatihan soft skill dan hard skill, kami sudah tahu berapa pemasukan dan pengeluaran dari hasil olahan dan juga bisa membantu ekonomi dalam keluarga” karena itu lanjut Estha “sebelum kegiatan Bengkel APPeK selama ini, kami tidak tahu mau buat apa. Dengan adanya pelatihan dari Bengkel APPeK kami dengan sendirinya bisa membuat usaha sendiri. Kedepannya dalam usaha pengolahan ini kami siap membuat pencatatan keuangan mulai dari pengeluaran dan pemasukan dan juga hasil jualan kami akan gunakan untuk berbelanja peralatan yang kurang” Ujar Estha. (largus/asernov)

 

 

 

 

 

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media