Berita

Mbay, bengkel.appek.org

Pelaku usaha pemula buka-bukaan saat menjawab sejumlah pertanyaan Koordinator Umum Bengkel APPeK NTT Vinsensius Bureni di lokasi usaha milik anak muda Desa Udiworowatu Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo Rabu, 24/11/2020.

Foto largus : Lokasi Usaha Kuliner Anak Muda Desa Udiworowatu Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo Rabu, 24/11/2020.

Hadir lima anak muda pelaku usaha pemula, mereka menyampaikan jenis kegiatan usaha yang ditekuni dan mengisahkan bagaimana menjalankan usahanya masing-masing. Sebagian besar diantara mereka menjalankan usaha kuliner yang berpusat dipinggir jalan Negara Keo Tengah Udiworowatu.

Kelima anak muda itu adalah Anti (penjual ikan segar), Eran (penjual es buah dan nasi ikan bungkus), Suharni (penjual gorengan dan lalapan ikan), Yuni (penjualan gado-gado dan nasi ikan) dan Malik  (penjual ikan segar)

Haryanti Bahrul (21) pada kesempatan itu mengatakan, sebelumnya saya tidak tertib mengelola uang keluarga, namun sekarang saya cukup mengerti menata keuangan keluarga, saat ini saya sedang menekuni usaha jual ikan segar sejak oktober lalu, ungkap Yanti. Saya senang dengam keuntungan yang diperoleh bisa mencukupi kebutuhan keluarga, ujarnya.

Sementara itu, Suharni Abubekar (25) pada kesempatan yang sama mengungkapkan “saya punya usaha gorengan, dan saat ini saya sedang kembangkan usaha warung lalapan ikan, dan tempatnya sudah ada di Mbay, modal saya peroleh dari keuntungan jual gorengan yang saya tabung Rp 50.000 per hari, Saya sedang membutuhkan papan nama usaha, ungkapnya.

Foto Blasius;Suasana Diskusi Pendalaman Pelaksanaan Kegiatan Usaha di Lapak Penjualan milik Eran Fazirah 25/11/2020 Siang 

Pelaku usaha muda lainnya Sriwahyuni Nurdin (24) kepada bengkel.appek.org ketika ditemui ditempat usahanya mengatakan “selama ini saya sudah menekuni usaha gorengan, namun saat ini setelah saya mengikuti program Mata Kail dan mengikuti pelatihan softskill kewirausahaan, saya sudah kembangkan usaha baru berupa gado-gado dan layanan pesanan nasi ikan. Dari usaha ini alhamdulilah saya memperoleh keuntungan berkisar Rp 150.000-Rp 280.000 Per hari. Dari hasil ini Rp 80.000 saya buatkan untuk belanja sayur besoknya, sementara Rp 200.000 saya tabung dicelengan.

Sejumlah tantangan mereka sampaikan, seperti keterbatasan peralatan kerja, kestabilan stok bahan baku, alat peraga pemasaran dan lain-lain.

Vinsensius Bureni Koordinator Umum Bengkel APPeK NTT dihadapan pelaku usaha muda mengatakan “monitoring ini bermaksud untuk mengetahui sejauhmana perkembangan kegiatan usaha adik-adik, kita berupaya agar Bengkel APPeK, Kopernik, YPII atas dukungan Uni Eropa dapat berkontribusi pada perkembangan usaha adik-adik terutama pengetahuan dan ketrampilan.Vinsen memberikan motivasi dan mengharapkan agar usaha yang sedang ditekuni anak muda, makin hari makin berkembang, ujarnya. (gus)

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media