Berita

Kupang, bengkel.appek.org.

Sebagai fasilitator lebih banyak menemukan, bukan sebagai pemberi seakan kita tahu semua, kita tidak berlaku sebagai pemateri yang akan mengungkapkan sesuatu yang dia tahu karena dia sebagai narasumber, tetapi sebagai fasilitator bagaimana caranya agar menemukan hal-hal mudah untuk orang tua dalam mengasuh anak.

Hal tersebut di sampaikan Koordinator Umum Bengkel APPeK NTT Vinsensius Bureni dalam acara pembukaan Pelatihan Fasilitatior Desa tentang PARENTING (Pengasuhan Positif) bagi orang tua, di Amaris Hotel Kupang, Senin, 14/12/2020.

Foto Nia Tani; Fasilitator Ince Sanam Memandu Proses Pelatihan Calon Fasilitator Parenting Desa Di Amaris Hotel Kupang (14-16/12/2020)

Vinsen menjelaskan “kita melakukan pelatihan fasilitator, bukan pelatihan pembicara, bukan pelatihan menulis, bukan pula pelatihan untuk pemateri, tetapi kita melakukan pelatihan fasilitator sebagai sarana penghubung”

Ada 3 semangat dari pelatihan ini, pertama adalah "mempermudah, bukan memperumit, kita hadir untuk menjadi penghubung sesuatu yang baik agar bisa dimengerti oleh orangtua dalam mengasuh anak".

Kedua "sebagai fasilitator bagaimana caranya agar menemukan hal-hal mudah untuk orang tua dalam mengasuh anak. Kita harus menemukan hal positif dari keluarga yang berhasil dalam mengasuh anaknya dengan tidak menggunakan cara-cara kekerasan, jadikan itu sebagai testimoni untuk keluarga lain. Karena itu sebagai fasilitator kita harus menemukan yang baik dan yang tidak baik untuk dijadikan sebagi pembelajaran".

Ketiga "fasilitator itu setelah dia menemukan maka dia mengajak orang lain untuk menyimpulkan berdasarkan fakta dilapangan".

Yoseten Philipus  Nakmofa  salah satu calon fasilitator desa disela-sela pelatihan mengungkapkan “Pelatihan faslitiator ini kita dapat memahami bagimana cara mengasuh anak dan memberikan bimbingan pengasuhan positif, kita dituntut untuk menerapkan ini dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai fasilitator desa, saya berharap semoga materi pelatihan ini sepenuhnya dapat dibahas bersama orangtua di desa, mereka dapat mengerti dan menerapkan dalam pola pengasuhan anak setiap hari, ujarnya.

Calon Fasilitator Desa Parenting lainnya Hawu Kalay mengatakan, banyak hal baru yang didapatkan pengasuhan positif bagi orangtua. Proses belajar ini semua peserta terlibat aktif karena menggunakan pembelajaran orang dewasa, saya berharap agar dapat meningkatkan lagi pengetahuan kita sebagai fasilitator parenting desa.

Sementara itu, Yovinianus A. Nahak Project Officer Program School for Change Bengkel APPeK NTT mengatakan, Pelatihan ini betujuan melatih calon fasilitator desa agar menjadi fasilitator pengasuhan positif bagi orangtua. Pelatihan selama 3 hari sejak tanggal 14-16 Desember 2020 dengan melibatkan 10 orang peserta dari 5 Desa dampingan Bengkel APPeK NTT di Kabupaten Kupang kerjasama Save The Children dan IKEA Foundation. Ke 10 Calon Fasilitator Desa Parenting tersebut adalah Paulina Abineno (Guru/PATBM), Samuel Tefbana (Sekretaris Komite), David Taopan (Masyarakat), Matelde Sogen (masyarakat), Neneng Getreda Sufmela (Masyarakat), Anaci Matnai (masyarakat), Yosthen F. Nakmofa (PATBM), Getora N. Moeda Ndun (Kader Posyandu), Igansius Manuk (PATBM/Komite Sekolah), Hawu Kalay (PATBM).

Foto Nia Tani: Neneng Matelde Sufmela Calon Fasilitator Parenting Desa Mempraktekan Sesi Simulasi Kelas Parenting Desa Di Amaris Hotel (16/12/2020)

Jovi Nahak mantan Ketua GMNI Kupang ini lebih lanjut menjelaskan, calon Fasilitator Desa ini dinilai mampu dan aktif dalam menunjukkan kepedulian terhadap hak anak. Selanjutnya mereka akan memfasilitasi Orang Tua Anak melalui Kelas Pengasuhan Positif tingkat Desa/Kelurahan.

Ini angkatan pertama, masih ada pelatihan lanjutan untuk calon fasilitator parenting desa yang nanti akan kita seleksi lagi. Pola ini sebagai bentuk pembatasan kerumunan akibat pandemi covid 19.

Proses pelatihan ini menggunakan metode pendidikan orang dewasa, setiap sesi dilakukan evaluasi bersama, baik substansi materi, metode maupun teknis pelaksanaan termasuk menggunakan berbagai tools dari tim MEAL kita.

Pelatihan difasilitasi langsung oleh fasilitator  kita Yoris Abanat, Ince Sanam, Marcelino Baros, Nancy de Fretes, Abe Tabun yang di bantu juga oleh Mbak Tika dari Save The Children. Saya berharap agar pelatihan ini benar-benar membuat 10 peserta aktif dan mampu menjadi andalan kita ketika menjalankan peran sebagai fasilitator parenting desa/kelurahan, ujarnya.

David Taopan usai pelatihan ketika dimintai komentarnya mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat dan dapat menambah wawasan, saya akan tindaklanjuti apa yang saya dapat dengan melakukan kerjasama dengan pemerintah kelurahan, sekaligus meminta dukungan mereka.

Saya siap menyebarluaskan informasi kepada orangtua di wilayah saya agar pengasuhan positif dapat diterapkan oleh orangtua. Dengan demikian cara-cara pola pengasuhan anak tanpa dengan cara-cara kekerasan.

Pada kesempatan yang sama, Neneng Getreda Sufmela menuturkan, kegiatan ini menjadi hal baru, apalagi saya belum berkeluarga, sehingga menjadi bekal ketika kelak sudah mengalami langsung mengasuh anak sebagai orangtua. Ilmu ini sangat positif bagi saya.

Sebagai fasilitator parenting, saya akan berupaya untuk menerapkan apa yang sudah diperoleh dan saya merasa, bahwa saya bisa lakukan ini meskipun masih muda dan belum berkeluarga.

Saya berharap pendamping Bengkel APPeK dan Save The Children bisa terus bekerja sama dalam melaksanakan peran saya sebagai fasilitator parenting desa, Ujar Neneng. (orihana dan tim)

Editor : Largus Ogot

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media