Berita

Kupang, bengkel.appek.org.

Tim Program Mata Kail (Mari Kita Kreatif Agar Ikan Lestari) saat ini sedang mendistribusikan sejumlah teknologi kepada Pelaku Usaha Pemula di Kabupaten Sikka, Nagekeo dan Lembata Propinsi NTT. Bantuan itu diberikan secara khusus kepada 113 orang anak muda yang saat ini sedang aktif menekuni usahanya di sektor perikanan tangkap, budidaya, penjualan, dan pengolahan.

Hal tersebut di sampaikan Primus Ngeta Project Officer Mata Kail Bengkel APPeK NTT saat dihubungi awak media bengkel.appek.org Kamis, 17/12/2020 siang.

Foto Sius Timba : Bona Ventura Maha, Ketika Menerima Bantuan Coolbox dan gelpack dari Tim Mata Kail Nagekeo di Kediamannnya Kelurahan Towak Aesesa Nagekeo NTT (kamis,17/12/2020)

Hampir 2000 orang anak Muda selama ini kami berikan pendampingan rutin dan pelatihan-pelatihan. Dari jumlah tersebut, kami lakukan verifikasi secara ketat dan lakukan berkali-kali untuk memastikan keaktifan pelaksanaan usahanya. Dari hasil seleksi tersebut baru 113 orang yang bisa memenuhi syarat untuk mendapat dukungan teknologi yang meliputi Sikka 50 orang, Nagekeo 34 orang dan Lembata 29 orang.

Teknologi ini berupa gelpack yang berfungsi untuk mengganti es dan dapat dipakai berulang-ulang sehingga mengurangi sampah plastik. Selain itu ada alat pendingin berupa freezer, coolbox, mesin suwir, rumah jemur rumput laut dan termos es. Peralatan ini diberikan kepada penerima sesuai karakteristik usaha masing-masing, ungkap Primus.

Bantuan ini, lanjut Primus, disediakan oleh Kopernik sebagai mitra Program Mata Kail bersama Bengkel APPeK NTT, YPII dengan dukungan Dana dari program SWICTH Asia II Uni Eropa.

Kita sudah koordinasi dengan pemerintah daerah, pihak terkait. Pada bulan nopember lalu sudah dilakukan penyerahan secara simbolis oleh Bupati Sikka di Maumere dan Bupati Nagekeo di Mbay kepada perwakilan anak muda dari beberapa desa dampingan kita, ujar Primus.

Dengan adanya bantuan teknologi ini, primus mengharapkan dapat menjaga kualitas ikan, kualitas produk olahan, efisiensi produksi, produksi yang ramah lingkungan serta adanya keberlanjutan kegiatan usaha anak muda kita.

Bona Ventura Maha (25) salahsatu penerima colboox dan gelpack asal Kelurahan Towak Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo NTT, kepada bengkel.appek.org dirumahnya kamis, 17/12/2020 siang mengatakan “ saya kaget dapat kunjungan dari Kopernik dan Bengkel APPeK hari ini, saya bersyukur dan berterima kasih karena saya terpilih untuk mendapatkan bantuan teknologi ini, saya senang sekali, ujar Maha.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do di Dampingi Koord. Umum Bengkel APPeK NTT Vinsenisius Bureni, Perwakilan YPII Vitalis Wolo dan Kopernik Menyerahkan Secara Simbolis Bantuan Teknologi bagi Pelaku Usaha Pemula di Aula Kantor Bupati Nagekeo (Jumat,27/11/2020)

Setelah terima barang ini, membuat saya makin semangat menekuni usaha jualan ikan segar dan ikan kering. Saya akan ajukan pinjaman modal lagi yang ke 3 kalinya ke Koperasi PNM, agar dengan tambahan modal itu, jualan ikan saya lebih banyak lagi.

Semenjak usaha Jualan ikan segar dan kering agustus 2020, penghasilan lumayan, biasaya saya beli ikan Rp 100.000 dan dapat untung Rp 40.000. Hingga bulan nopember lalu saya baru capai keuntungan Rp 1.500.000. Saya terus semangat, pelatihan bersama Bengkel APPeK yang saya sudah ikuti menjadi semangat buat saya untuk terus tingkatkan usaha. Makanya saya memberanikan diri untuk mengajukan pinjaman Rp 4.000.000 lagi kepada koperasi PNM di Mbay, kata Bona.

“Hari ini kami bersama pak Riko dari Kopernik sudah mendistribusikan 11 buah teknologi kepada anak muda, sore nanti kami akan berkumpul bersama mereka untuk mendiskusikan penggunaan salahsatu teknologi” ungkap Blasius Timba, Pendamping Lapangan Program Mata Kail di Kabupaten Nagekeo melalui sambungan telepon selulernya (17/12/20). (largus)

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media