Berita

Kupang, bengkel.appek.org.

Yappika dan mitranya melakukan kegiatan Refleksi dan Desain Program Sekolah Aman dengan tujuan menemukenali potensi, tantangan, dan pembelajaran dalam implementasi dan perencanaannya. Kegiatan ini dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom Kamis, 17 Desember 2020.

Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Yappika, Kopel Bogor, Pattiro Banten dan Bengkel APPeK NTT. Hadir pula tim Program Sekolah Aman dari masing-masing mitra di 3 wilayah.  

Foto Yufra: Project Officer Allfred Ena Mau dan tim Program Sekolah Aman Bengkel APPeK NTT saat mengikuti virtual bersama Yappika dan Mitranya dalam kegiatan refleksi program dan Sekolah Aman Inklusi di Kantor Bengkel APPeK NTT (Kamis.17/12/2020)

Direktris YAPPIKA ActionAid Fransiska Fitri saat membuka kegiatan mengatakan, “Yappika akan terus melakukan kampanye dibidang pendidikan terkait pelayanan publik di sekolah yang inklusif  dan responsif gender berbasis HAM. Sebagai isu global, lanjut Fitri,  Yappika ActionAid juga melihat perlunya integrasi program #SekolahAman terhadap isu inklusi dan isu responsive gender berbasis HAM. Karena itu “kita akan mengintegrasikan kedua isu ini dalam kerja-kerja program” ungkapnya

Dalam kesempatan rapat tahunan ini, para mitra diberi kesempatan untuk memetakan kondisi kekuatan dan peluang yang dapat dikembangkan dalam implementasi agenda program pada tahun selanjutnya.

Program Officer #SekolahAman Bengkel APPeK NTT Alfred Ena Mau dalam kesempatan itu mengungkapkan, sejak menjalin kerjasama dengan Yappika ActionAid tahun 2016, “kami telah mendampingi 20 Sekolah Dasar di Kabupaten Kupang”.

Allfred merincikan, tahun 2016, SD Negeri Tatelek berhasil merehap 12 ruangan (berat dan ringan) dengan bantuan dana dari pemerintah pusat melalui Kemendikbud RI

Tahun 2017 ada 2 sekolah yakni SD Inpres Kayu Putih bangun 3 RKB dan SDN Batu Esa  bangun 2 ruang semi permanen. 

Selanjutnya tahun 2018 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) ada 2 sekolah yaitu SD Negeri Batu Esa dan SD Negeri Amsila masing-masing mendapatkan pembangunan  3 RKB.

Pada tahun 2019 ada 4 sekolah yang mendapat bantuan DAK yakni SD Negeri Nonbaun rehap 3 ruangan, SD Negeri Oesiloa bantuan pembangunan 3 RKB dan meubeler, SD Inpres Kayu Putihbantuan rehab berat 3 RK, dan SDN Takola Indah bantuan bangun 3 RKB.

Tahun 2020 melalui dana DAK dilakukan rehap berat  3 ruangan di SDN Oebali”

Selain itu, lanjut Alfred,  kita juga berhasil mendapat dukungan program CSR dari mitra korporasi yakni ada 7 sekolah dengan rincian ; SDN Oelatimo bantuan pembangunan 1 RKB, SDN Bileu bantuan rehap 2 ruangan (2018).

Tahun 2019 ada 4 Sekolah yakni SDN Dendeng bantuan pembangunan 3 RKB, 2 ruang rehap, dan 1 UKS.  SDN Bimous bantuan pembangunan 3 RKB, 1 UKS dan 2 toilet. SDI Raknamo bantuan rehap 3 ruangan dan 1 UKS. SDN Onitua bantuan 3 RKB  dan 1 UKS. Tahun 2020, 1 sekolah yakni SDN Sufmuti bantuan pembangunan 3 RKB, urai Allfred.

Dalam kesempatan itu, setiap mitra YappikaActionAid di tingkat daerah diberi kesempatan untuk merencanakan agenda kegiatannya masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Manager Program YappikaActionAid Hendrik Rosdinar mengatakan, “untuk perencanaan program selanjutnya, ada 5 pilar utama yang diagendakan” ke 5 pilar itu adalah pertama, infrastruktur yang aman dan inklusi. kedua, sekolah akuntabel. Ketiga aksesibilitas bagi anak putus sekolah. Keemat sekolah dengan lingkungan yang sehat dan aman serta kelima sistem pembelajaran yang berkualitas dan inklusif”.

Lima hal ini, lanjutnya, “jadi pilar utama yang agendakan, silahkan teman-teman mitra mendiskusikan untuk memilih pilar-pilar yang sesuai dengan konteks daerah masing-masing, terang Hendrik”

Dalam kesempatan ini, para mitra diberi kesempatan untuk mendesain implementasi agenda program pada tahun selanjutnya. Selain itu sekolah-sekolah dampingan juga digagas untuk menjadi sekolah pilot #Sekolah Aman dan Inklusi di daerah. (yan/yufra)

 

Editor : Largus Ogot

 

 

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media