Berita

Kupang, 15 Maret 2021; Media Suara Kampung

Program Mata Kail (Mari Kita Kreatif Agar Ikan Lestari) Kerjasama Bengkel APPeK NTT, YPII, Kopernik dengan dukungan Dana Uni Eropa telah berakhir sejak 28 Februari 2021 lalu, meski demikian Bengkel APPeK selaku lembaga yang bergelut secara langsung dengan 2000 anak muda di 3 kabupaten sejak 2018 silam, tetap berkomitmen dan telah mengambil langkah untuk terus melakukan pendampingan. Hal tersebut nampak terlihat dengan sejumlah aktivitas tim kerja Bengkel APPeK di Kabupaten Lembata, Sikka dan Kabupaten Nagekeo.

 Umparu Landuawang Staf Bengkel APPeK Saat melakukan mentoring Usaha Kelompok Anak Muda di Desa Watudiri Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata. (Foto Umparu, 11 /3/2021)

Umparu Landuawang staf Bengkel APPeK NTT mengungkapkan “saat ini saya bersama teman-teman sedang melaksanakan pendampingan kepada pelaku usaha muda di wilayah Lembata, beberapa desa yang kami sudah kunjungi diantaranya Desa Watodiri, Jontona dan desa Lamatokan. Sementara desa-desa lainnya seperti Desa Waelolong, Kolontobo kami aktif lakukan komunikasi virtual, ujar Umparu kepada Media Suara Kampung bengkelappek.org Senin, 15 Maret 2021 siang.

Umparu menjelaskan, di Desa Watodiri kami bersama 16 orang Anak Muda mendiskusikan kegiatan mereka, demikianpun desa lain kami lakukan mentoring baik secara kelompok maupun individu, hal ini kami lakukan agar mereka tetap konsisten menjalankan rencana usaha mereka. Selain itu lanjutnya,  Anak Muda Desa Lamatokan, kami sudah berdiskusi beberapa hari lalu, mereka aktif terlibat dalam kelompok  hingga membuat olahan bakso ikan untuk dijual pada setiap hari pasar di desa mereka, ujarnya.

Sementara itu, Blasius Timba Relawan Bengkel APPeK di Kabupaten Nagekeo secara kolaboratif bersama Yohana Starman PPL Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nagekeo melakukan pendampingan kepada pelaku Usaha Muda di Desa Nangahero.

“Pertemuan kami hari ini bersama Youth Nangadhero Kelompok Bintang Laut, saya bersama dengan Ibu Yohana PPL Dinas Perikanan Kabupaten Nagekeo, kita melakukan evaluasi rencana kerja kelompok untuk produksi, kami sepakat ada agenda pertemuan rutin setiap bulan sekaligus melakukan kegiatan pengolahan secara kelompok, saya juga informasikan  maksud dan tujuan teknologi yang kita sudah bagikan pada tanggal 18 maret 2021 lalu, ujar Blas dalam unggahannya di Group WhasApp Bengkel APPeK Flores, 8/3/2021.

 Blasius Timba Relawan Bengkel APPeK dan Yohana Starman Staf PPL DKP Kab. Nagekeo melakukan diskusi bersama Kelompok usaha Anak Muda desa Nagadhero Kec. Aesesa Kab. Nagekeo NTT (Foto Blasius Timba, 10/3/2021 )

Senada dengan itu, Tarsianus Tani Wakil Koordinator Umum Bengkel APPeK, pada rapat bulanan Senin, 15 Maret 2021 menjelaskan, “kita terus memastikan penggunaan teknologi yang digunakan dengan cara melakukan mentoring kepada anak muda di sejumlah desa di Nagekeo, usai Program Mata Kail berkahir, tim kita masih aktif lakukan mentoring. Dari hasil mentoring kita pada bulan maret ini, menunjukkan semakin bertambahnya pelaku usaha yang mengakses modal yang sebelumnya hanya 21 orang, namun kini sudah bertambah menjadi 27 orang. Tidak hanya itu, lanjut Tarsi, usaha budidaya ikan air tawar juga semakin banyak, dan memang kita terus memperkuat pendampingnan khusus di wilayah Tonggurambang, Mbainumuri dan Desa Keli, wilayah ini masih butuh sentuhan serius karena memang belum banyak yang konsisten melaksanakan rencana usahanya di sektor perikanan.

Baca Juga : anak-muda-watumilok-sediakan-aneka-olahan ikan

Koordinator Umum Bengkel APPeK NTT Vinsensius Bureni memberikan apresiasi kepada tim kerja Bengkel APPeK wilayah Flores-Lembata “terima kasih teman-teman, sudah menjalankan tanggungjawab moral kepada adik-adik kita di Kabupaten Lembata, Nagekeo dan Sikka untuk melanjutkan pendampingan, meskipun sudah tidak dibiayai lagi oleh program. Kita lakukan pekerjaan sosial ini dengan hati dan rasa tanggungjawab yang sudah maksimal, saya minta kawan-kawan untuk tetap menyampaikan laporan naratif singkat secara tertulis kepada lembaga tentang aktivitas pendampingan teman-teman, ujar Vinsen yang juga staf pengajar Fisip Unwira Kupang ini (15/3/2021).

 

Penulis : Largus Ogot

 

 

 

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media