Berita

Mbay, 18 Maret 2021; Media Suara Kampung

Kerja keras untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga ditengah  pandemi Covid 19 adalah sebuah tindakan yang patut diacungi jempol. Adalah Yustina Kue (21), seorang anak muda asal Desa Nangadhero Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo NTT, belakangan ini berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan menjual ikan segar keliling kampung. Yustin semakin fokus menekuni usaha disektor perikanan setelah selama beberapa tahun terakhir ini ia bersama rekan-rekannya menimba pengetahuan kewirausahaan pada program MATA KAIL Bengkel APPeK NTT dan mitranya.

Yustina Kue Tampak Melakukan Pengawetan Ikan Segar Menggunakan Es Untuk Dijual (Foto ; Kornelis Bana, 16/3/2021)

Untuk mengetahui lebih jauh, Kornelis Bana Relawan Bengkel APPeK Wilayah Nagekeo melakukan wawancara khusus dengan pelaku usaha muda ini pada Selasa, 16 Maret 2021. Berikut hasil wawancaranya.

KB (Kornelis Bana) ; Selamat siang adik Yustin, belakangan ini Anda fokus menjual ikan segar, berapa banyak ikan yang anda beli dari Nelayan ?

(YK) Yustina Kue ;  Selamat siang, setiap hari saya membeli ikan dari nelayan rata-rata 1-2 ember  mateks.

KB: Bagaimana cara menjualnya

YK ; Saya menjual dengan cara edar keliling dalam dan luar kampung. Ada juga yang saya antar langsung ke pembeli yang memesan. Sebelum saya antar ke Pelanggan terlebih dahulu saya sms dulu menanyakan apakah mau beli ikan atau tidak, kalau mereka mau beli saya langsung antar, kalau tidak pesan, saya tidak antar.

KB; Apakah ikannya laku terjual setiap hari

YK ; Ya Puji Tuhan selama 3 hari ini ikan saya terjual habis

KB; Berapa rata-rata penjualannya setiap hari

YK ; Saya membeli di Nelayan berkisar Rp 100.000-Rp 300.000 setiap hari, tergantung banyaknya ikan dan jenis ikan, jadi hasil penjualannya bisa mencapai Rp 600.000 per hari

KB; Hasil penjualan ini digunakan untuk apa

YK ; Hasil penjualan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan juga untuk membayar utang pinjaman.

KB; Dari mana modal usaha yang anda gunakan

YK ; Puji Tuhan, kebetulan Koperasi Swastisari percaya, saya pinjam modal untuk membiayai usaha ini

KB;Peralatan apa saja yang anda pakai untuk menjual ikan

YK ; Saya menggunakan alat seadanya seperti ember oker, koolbox,  es, plastik dan kendaraan motor roda dua

KB; Dengan siapa anda lakukan usaha ini

YK ; Saya dan ipar saya Agustina Ena, kebetulan ikan yang saya jual ke arah wilayah Towak

KB; Apa tips anda agar usahanya tetap berjalan walaupun ada Covid-19

YK ; Saya menjual ikan keliling ini tetap mematuhi protokol kesehatan dengan cara, pakai masker dan menggunakan hand zainataizer

KB; Apa harapan anda terhadap pemerintah dan pihak terkait

YK; Saya sangat berharap kepada pemerintah mungkin bisa membantu saya diperalatan seperti freezer dan kulkas,  karena kendala yang saya alami persediaan es, kadang-kadang stok habis sehingga mengakibatkan kerusakan ikan lebih cepat. Saya memang mempunyai gel cool pack sebagai penganti es namun tidak berfungsi karena saya belum memiliki kulkas untuk membekukan gel cool pack, sebagai penggantinya saya harus menggunakan es batu.

KB; Baik, terima kasih atas kesediaan anda untuk kami wawancarai. 

Baca Juga :-usaha-mina-padi-ikan-bandeng-panen-rp-6-000-000.html

 

Penulis : Kornelis Bana

Editor : Largus Ogot

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media