Berita

Kupang, 1 Mei 2021; Media Suara Kampung

Tim relawan posko Bengkel APPeK NTT mendatangi warga terdampak di Desa Kleseleon, Mataulun, Naas, Umatoos, Fafoe dan Desa Wederok selama 3 hari sejak tanggal 24-26 April 2021. Kunjungan ini untuk melihat langsung, dan data terlapor warga terdampak bersama penanganan bencana.

Ikut Turun ke Lokasi Dampak Bencana Koordinator Umum Bengkel APPeK NTT Vinsensius Bureni, Direktur Futuru De Timor Yoseph Klau, Koordinator Relawan Posko Largus Ogot, Relawan Posko Jovi Nahak dan Manajer Program Primus Nahak dan Jontar Relawan Tanggap Bencana Malaka NTT.

Selama 3 hari, tim relawan Posko BA Peduli mengunjugi warga terdampak bencana, ditemukan ratusan rumah penduduk dan lahan pertanian rusak berat. Areal persawahan masih tertimbun material pasir, bebatuan, lumpur, batang kayu dan sampah.

Tidak hanya itu, Perabot rumah tangga, jagung, beras, pakaian, ternak sapi, babi, ayam serta tanaman padi dan jagung siap panen ikut tersapuh banjir.

Sarana publik juga ikut mengalami kerusakan, SDI Kleseleon yang menampung 211 orang siswa misalnya, ikut mengalami kerusakan hampir seluruh sarana sekolah tersebut terendam banjir, banyak data-data siswa, buku-buku pelajaran dan barang elektronik tidak bisa digunakan kembali.

Oliva Hoar Warga Desa Kleseleon Kecamatan Weliman Kepada Media Suara Kampung Bengkel APPeK NTT mengatakkan “untuk bertahan hidup, kami mengumpulkan jagung yang terhanyut banjir, kami cuci dan jemur untuk memasak, banyak perabot rumah tangga ikut terhanyut banjir, untuk memasak kami mengumpul periuk yang tersangkut ditumpukan sampah banjir untuk dipakai kembali, ”ujarnya.

Sementara warga terdampak lainnya, Apolonaris Manek menerangkan, enam petak sawah tersapuh banjir tanpa sisa, ia mengharapkan ada pihak yang membantu untuk membangun kembali tanggul yang rusak dan menggaruk lumpur, pasir dan bebatuan yang merendam petak sawah masyarakat.

Koordinator Umum Bengkel APPeK NTT Vinsensius Bureni pada kesempatan terpisah saat ditemui di Kantornya (30/4/2021), mengatakan “sesuai hasil pendataan posko di empat desa terdampak di Kabupaten Malaka NTT, ada 1.434 Kepala Keluarga atau 5.003 Jiwa yang menjadi korban yang termasuk perempuan 2.514 orang dan laki-laki 2.489 orang. Data ini lanjut Vinsen, kita coba pengungkit lapangan, hasil pengungkit ini akan segera kita bantu tidak semua warga terdampak kita layani karena sesuai kekuatan yang ada pada kita. Untuk tahap awal ini kita akan membantu 120 Kepala Keluarga yang kita anggap perlu segera dibantu, dan 211 siswa SDI Kleseleon. Bantuan yang akan segera kita distribusikan berupa peralatan dapur, pakaian layak pakai, buku tulis dan balpoint, ujar Vinsen. *** tim

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media