Berita

Bengkel APPeK NTT, mengadakan diskusi virtual tentang Orang Muda Bengkel APPeK Dalam Memahami Donor dan Fundraising, pada Jumat, 16 Juli 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas anak muda baik pengetahuan, keterampilan dan studi lapangan untuk mendalami kebutuhan program. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah anak muda yang telah direkrut melalui program magang prakerja dan berjumlah 17 orang.

Husnul Maad selaku narasumber menggambarkan bahwa pendanaan organisasi sangat penting karena sebagus apapun program kalau dananya engga ada tak bisa jalan juga, kadang dilupakan oleh teman-teman organisasi bahkan selalu dikucilkan. kemudian ia menjelaskan tentang beberapa trend di Indonesia apalagi sudah masuk menjadi negara yang lumayan bagus walaupun turun lagi karena covid, tapi akan bepengaruh terhadap pendanaan donor. Akibatnya dana yang seharusnya ke Indonesia dan pindah ke negara-negara lain terutama ke Afrika. Kembali ia mempertegaskan bahwa ada enam trend yang terjadi di Indonesia saat ini yaitu Indonesia sebagai Upper Middle-Income Country/ aid to trade, belum kuatnya hubungan antara NGO Nasional dan NGO Lokal, INGO Berubah Menjadi NGO/Yayasan, belum kuatnya budaya Philanthropic dan social bisnis di NGO, potensi domestik fundraising di Indonesia dan pendanaan NGO masih focus ke donor tradisional

Diskusi Virtual Sesi 1

Lebih lanjut Husnul Maad menyampaikan beberapa tantangan yang sering kali terjadi yaitu Permasalahan dana akibat pengurangan bantuan Inter nasional, Kompetensi dengan NGO Lain terutama yang sudah berhasil melakukan inovasi dengan social bisnis dan mampu berdaptasi dengan kebutuhan pasar, kurang memahami cara menarik donor yang lebih besar, kurang memiliki akses untuk jaringan yang lebih luas dan internal – turn over staff yang tinggi. Sedangkan untuk menghadapi tantangan seperti itu, ada beberapa peluang yaitu donasi dari invidu dan lembaga philanthropy sudah jauh lebih besar dari donor negara, NGO sudah mengetahui potensi basis dukungan, meningkatkan jumlah donasi public, corporate social responsibility (CSR) dan initiative perusahaan, aturan pemerintah yang memotivasi sektor swasta dan pemerintah untuk kerja sama dengan NGO , Kebutuhan tenaga ahli dari swasta, pemerintah dan actor lain.

Untuk memperdalam diskusi tersebut Husnul Maad kemudian menyampaikan langka pendanaan organisasi yang terdiri dari menentukan strategi, pra kondisi dan proses perencanaan. Pada tahap perencanaan ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan mulai dari rencana jangka panjang, rencana tahunan, identifikasi kebutuhan budget untuk operasional program, membuat budget untuk fundraising dan membuat rencana pendanaan organisasi. Sedangkan dalam pemetaan donor, ia menyampaikan ada beberapa actors dalam fundraising local yaitu donor local/philanthropies, pemerintah (pusat, provinsi, local), sektor swasta, NGO lain/ NGO nasional dan jejaring, kelompok masyarakat tertentu, lembaga pendidikan, media dan tokoh yang dihormat (agama, pengusaha, artis dan lain - lain).

Pada tahap chanelling Husnul Maad menjelaskan tentang strategi komunikasi kepada para pendonor baik secara online maupun offline. Komunikasi online sangat penting dengan melalui website, Medsos (FB, WA, Youtobe, Instagram, Twitter, Linkedin) untuk masyarakat umum dan pemerintah, Report/success story/lesson learned document. Sedangkan kalau offline melalui meetings, network, seminar/webinar dan task force. Sebelum mengakhiri diskusi ia kemudian memberikan beberapa rekomendasi yaitu menghire interns luar negeri untuk fundraising (melalui jaringan volunteer internasional), investasi di sosial media/media konten, branding-success story, negosiasi dengan donor untuk membiayai overhead, melakukan strategi fundraising dengan mix funding strategi, ikut serta dalam jejaring yang lebih besar untuk mendapatkan peluang donor dan kolaborasi program dan kerja sama dengan private sector untuk proposal bersama.

Setelah selesai pemaparan materi dari narasumber rupanya peserta sangat berantusias untuk menayakan dan menggali lebih dalam tentang memahami donor dan fundraising. Salah satu peserta bernama Paulina Monica Nggorong menanyakan apa kriteria untuk menjadi pendonor dan apakah donor itu setiap kegiatan atau punya masa kontrak satu sampai dua tahun?

Husnul Maad kemudian memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut, ia mengatakan setiap donor pasti punya keriteria khusus. Kita harus pelajari itu untuk melakukan searching riset. Contonya pendonornya plan internasional, harus cari tahu selama lima tahun mereka punya dana berapa dan kemana. Misalnya program anak, peningkatan mata pencaharaian atau remaja. Karena dananya mereka selama lima tahun ke depan pasti memakai dana itu. Kemudian teman-teman melihat cara kerja mereka selama tiga tahun atau lima tahun. Kalau donornya besar biasanya dari Amerika, Belanda dan Swiss pasti mereka punya rencana lima tahun, lokasi mana saja yang mereka intervensi. "Tugas teman-teman dalam mapping itu harus dicari dan petahkan focus dan lokus pendonor. Bahkan yang paling penting kita harus melihat dokumen sesuai dengan kebutuhanya dan mereka biasanya memaparkan pada website pasti akan mengeluarkan program apa dan dana berapa" Ujar Husnul Maad.

Pada saat itu hadir pula salah satu senior NGO bernama Tarsi, ia kemuadian memberikan gambaran bahwa dalam sebuah LSM perlu diperhatikan beberapa hal seperti dalam menyusun suatu program selama yang donornya tradisional perlu adanya tambahan atau kekuatan jaringan keluar negeri. Menjalin kerja sama, punya jejaring atau jaringan yang cukup tentu sangat membantu dalam proses pelaksanaan program. Ia juga menambahkan tentang peran media sangat penting dan harus punya orang yang potensial sehingga mampu mempresentasikan hal-hal yang menarik. "Saya mengapresiasi terhadap kegiatan magang yang diselenggarakan oleh Bengkel APPeK, dan menurut saya, ini merupakan terobosan baru yang sangat menarik dan luar bisa dan saya yakin suatu saat Bengkel APPeK akan menjadi LSM yang besar di NTT" Ujar Tarsi.

Di akhir diskusi ini, Direktur Bengkel APPeK NTT Vinsensius Bureni memberikan suatu harapan besar bahwa semoga dengan adanya kegiatan ini dapat membantu ade-ade untuk membantu meningkatkan ilmu dan pengetahun tentang fundraising dan donor. Semoga ke depannya bisa di praktek dan semangat ade-ade sangat luar biasa. Ungkapnya. Ia kemudian menutup diskusi dan mengapresiasi kepada para narasumber yang telah meluangkan waktu untuk membagi ilmu pengetahuan dan pengalaman mereka.

PENULIS : Naldo Jebadu & Karlin Jemia

Author: Anselmus BarungEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media