Berita

Bengkel APPeK mengadakan diskusi lanjutan, diskusi virtual sesi kedua dengan tema Memahami Story Telling dan Peran Pemuda Berdaya dan Memberdayakan. Vinsensius Bureni, S.Sos, selaku direktur utama Bengkel APPeK pada hari Jumad, 23 Juli 2021 mengajak 17 anak Magang Prakerja Bengkel APPeK, berdiskusi secara virtual bersama dengan dua pemateri yaitu Arti Indallah dan Bambang Pujiatmoko.

Arti Indallah dalam diskusi sesi kedua ini adalah pemateri pertama yang membawakan materi tentang Memahami Story Telling dan Pitching dan pemateri kedua Bambang Pujiatmoko membawakan materi tentang Pemuda Berdaya dan Memberdayakan. Diskusi ini dimoderatori oleh Alveino Haukilo.

Bercerita biasanya ditemukan dimana? Dan bisa dapat apa sih dari bercerita?” ujar Arti Indallah, pada awal pemberian materi. Bercerita itu sendiri tanpa kita sadari adalah kegiatan yang selalu kita lakukan didalam hidup kita sebagai manusia makhluk sosial. Dimana dalam bercerita tanpa kita sadari kita telah mentransfer informasi, baik itu informasi terkini ataupun informasi terdahulu, baik itu positif atau negatif yang dapat menggugah orang sekitar untuk mendengarkan cerita kita.

Dalam materi yang disampaikan, Arti Indallah menampilkan slide power point yang menunjukkan Tringga dari  Ki Hajar Dewantara yaitu Ngerti, Ngerasa, Ngelakoni. Ngerti dimana dalam bercerita kita ingin agar orang-orang yang menjadi pendengar itu mengerti akan maksud dan tujuan yang kita sampaikan dan  mendapatkan pengetahuan atas sesuatu yang ingin diketahui, Ngerasa pendengar bisa turut merasakan dan mengahayati kejadian dari cerita yang disampaikan atau apa yang telah ia ketahui dan  Ngelakoni dapat mengambil tindakan sebagai bentuk respon pendengar setelah mendengarkan cerita kita.

 

Diskusi Virtual Sesi II Materi Pertama

Dalam diskusi Arti Indallah juga menyampaikan materi tentang Menceritakan Data.  Menceritakan data artinya kita mentransfer data menjadi bentuk informasi. Data yang ditampilkan dalam bentuk sederhana tetapi harus memperhatikan maksud dan tujuannya sehingga informasi dapat tersampaikan dengan baik. Data biasanya ditampilkan dalam bentuk tabel, grafik, ataupun diagram, sehingga butuh keterampilan dari seorang pencerita untuk dapat menyampaikan informasi yang akurat dari data-data yang ditampilkan.

Adapun tips-tips yang diberikan dari Arti Indallah yaitu data yang ditampikan harus dengan teks yang sederhana, tidak banyak kalimat atau angka-angka yang memenuhi layar. Jika terpaksa menampilkan tabel maka bentuk tabel harus dibuat sederhana tidak banyak garis-garis dan gunakan intensitas warna sehingga dapat fokus pada data yang ingin ditampilkan.

Diakhir materi Arti Indallah juga memberikan penjelasan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dari cara bercerita yaitu tentang kejelasan: dinamika vokal, tempo dan jeda, gestur dan gerak, ekspresi dan kontak mata, interaksi dengan audiens, tingkat kenyamanan, dan teknik bercerita.

Dalam sesi kedua diskusi dilanjutkan pemateri Bambang Pujiatmoko yang menjelaskan tentang idealisme pemuda, sejarah perjuangan pemuda di Indonesia dan pentingnya semangat pemuda dalam memberdayakan. Bambang Pujiatmoko juga membagikan pengalamannya di NGO tentang bagaimana pentingnya idealisme pemuda dalam membangun dan memberdayakan masyarakat.

Diskusi Virtual Sesi II Materi kedua

Pada sesi tanya jawab para peserta turut memberikan respon dan pertanyaan. Salah satu peserta Naldo Jebadu memberikan pertanyaan tentang "Bagaimana upaya anak muda dalam menjaga idealismenya, dimana idealisme sering kali bisa di gadaikan dengan uang atau modus-modus tertentu dan cara untuk menemukan kelemahan dan kelebihan anak muda".

Menanggapi pertanyaan tersebut "Idealisme itu harus dipahami dan diinterpretasikan serta diterapkan dalam hidup, pada intinya semua kembali kepada diri sendiri dan konsistensi untuk berjuang sesuai nilai organisasinya" tutur Bambang Pujiatmoko.

Di akhir sesi Bambang Pujiatmoko mengajak para pemuda Bengkel APPek untuk menumbuhkan idealisme serta memanfaatkan kesempatan belajar di Bengkel APPek sebagai sarana dan fasilitator dalam menciptakan peran pemberdayaan kepada masyarakat secara umum. Sesi ini pun diakhiri ucapan terimakasih dan foto bersama dari semua yg telah berpartisipasi aktiv dalam kegiatan diskusi daring kali ini.

 

Penulis : Ino Barung & Rima Zogara

Author: Rima ZogaraEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media