Berita

Sebelumnya ijinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama saya Paulina Monica Nggorong, saya lebih sering disapa Monic. Pada akhir bulan Mei 2021 saya bergabung bersama Bengkel APPeK dalam program Magang Pra Kerja, hingga saat ini kurang lebih sudah empat bulan saya menjadi anak Magang Prakerja di Bengkel APPeK. 

Hal pertama yang saya pikirkan saat di awal magang ialah, apakah saya sanggup bertahan di Bengkel APPeK dengan jam kerja yang fleksibel, pergi pagi dan bisa pulang sampai malam hari. Pekerjaan yang dilakukan memang menyenangkan karena dilakukan bersama-sama dengan teman lain. Terkait waktu kerja ini yang awalnya menjadi bahan perenungan untuk saya pribadi apakah saya akan tetap bertahan untuk satu bulan pertama di Bengkel APPeK karena dengan jam kerja yang fleksibel tersebut membuat saya akan sibuk dari pagi sampai sore dan mungkin sampai malam hari. Hal ini membuat kedua orang tua saya ikut kepikiran karena awal saya bekerja waktu itu juga sedang banyak kasus Covid yang terjadi.

Saya juga akhirnya tidak menyangka sudah bertahan selama empat bulan ini dengan berbagai tantangan dan tanggungjawab yang saya dapatkan. Tentu empat bulan ini dirasa cepat sekali dan bagi saya sendiri empat bulan ini sudah memberi banyak pengalaman. Selama ini yang saya tahu bahwa menjadi relawan itu keren, asyik karena bisa bertemu banyak orang dengan berbagai latar belakang, pergi ke banyak tempat baru. Memang benar seperti itu, tapi ternyata sebelum kita bertemu dengan orang banyak, sebelum kita pergi ke banyak tempat, ada banyak hal di belakang layar yang perlu disiapkan.

Semua itu saya pelajari dari Bengkel APPeK. Tentang kerjasama tim yang perlu ada dalam persiapan kegiatan, bagaimana cara mengkoordinir orang-orang dalam tim agar mau bekerjasama dan saling membantu, bagaimana kita bisa berperan sebagai ketua tim suatu kegiatan tapi juga sebagai teman yang sama-sama menjadi rekan magang di Bengkel APPeK. Hal paling penting dari kerja sosial seperti ini ialah apa tujuan kita membuat atau mengadakan suatu kegiatan yang melibatkan masyarakat di desa. Seperti yang sering dikatakan om Vinsen, om Largus dan om Tarsi, jangan membuat orang atau masyarakat di desa menjadi terbebani dengan kedatangan kita di tengah masyarakat.

Hal paling menarik yang saya dapati selama magang di Bengkel APPeK juga yaitu saya bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai suku, dari berbagai jenjang usia yang menjadi senior dan atasan saya di Bengkel APPeK, juga bertemu dengan teman-teman baru dan mengenal mereka dengan segala sifat dan cara mereka bekerja dalam tim sebagai rekan. Saya menjadi akrab dengan teman-teman yang lain karena kami sering terlibat dalam beberapa program yang dijalankan bersama. Saya juga tentu belajar banyak hal dari teman-teman saya yang lebih berpengalaman dalam kerja-kerja sosial seperti ini.

Saya sangat merasakan betapa pentingnya kerjasama dalam tim. Bagaimana suatu pekerjaan itu akan selesai lebih cepat dan lebih terarah jika dikerjakan bersama teman-teman lain karena mereka juga membantu dalam memberikan masukan. Saya juga merasakan dukungan dari senior-senior di Bengkel APPeK. Mereka sangat membantu saya dalam banyak hal yang belum saya mengerti, seperti contohnya membuat laporan kegiatan, membuat likuidasi keuangan untuk kegiatan, bagaimana cara berbicara di depan banyak orang dengan situasi yang berbeda, bagaimana cara mewawancarai narasumber dengan baik tanpa mencela saat dia berbicara, bagaimana berbicara di depan masyarakat banyak dan membantu saya bagaimana cara berkordinasi yang baik dengan masyarakat dan pemerintah di desa.

Semua pengalaman itu tidak akan cukup dengan hanya bercerita lewat teks seperti ini karena sangat banyak hal menarik yang terjadi dan diluar dugaan saya sebelumnya tentang kerja kerelawanan ini. Tentunya dibalik semua hal menarik itu pasti akan ada tantangannya, seperti jam kerja yang tidak pasti apalagi dengan tantangan wabah Covid saat ini, jarak desa yang mungkin terlalu jauh dari kantor Bengkel APPeK sendiri. Saat kita turun desa untuk kegiatan pun, kita sudah harus siap jika harus berjalan kaki berkilo-kilo meter jauhnya saat cuaca teduh ataupun panas terik sekalipun. Saya juga belajar bertanggungjawab dengan uang kegiatan karena setiap uang yang digunakan harus ada notanya, walau untuk barang kecil sekalipun. Tantangan lainnya yaitu kita harus siap berdebat dengan rekan kerja yang mungkin beda cara pemikirannya dengan kita atau harus siap bertemu dengan rekan kerja yang terlampau aktif atau terlampau malas tau juga.

Tentu semua hal baik akan selalu beriringan dengan banyak tantangan, tapi pada intinya semua itu akan menjadi hal biasa jika kita terkhususnya saya sendiri bisa menjalaninya dengan santai dan saling memahami satu dengan yang lain. Komunikasi yang baik akan selalu menjadi hal penting dan mendasar dalam sebuah kerjasama tim. Kita akan merasa gugup dan takut salah jika kita belum mencoba dan belum menjalaninya, jadi saya selalu menguatkan diri saya sendiri bahwa jalani saja dulu tanggungjawab yang sudah diberikan untuk saya, apapun yang akan terjadi nanti akan dipikirkan jalan keluarnya kemudian, tentu saja saya tidak sendiri karena dalam lembaga ini saya punya rekan kerja yang saling memahami dan mau membantu juga saya memiliki banyak senior yang sudah berpengalaman di bidangnya. Jadi saya bisa berkonsultasi dan memecahkan masalah yang dihadapi secara bersama-sama.

Saya berharap semoga saya bisa bertahan di lembaga ini dengan segala tanggungjawab yang diberikan karena kerja kerelawanan ini merupakan salah satu impian saya sejak lama. Saya sendiri pun sampai saat ini masih perlu banyak belajar bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan teman-teman, atasan ataupun dengan masyarakat di desa. Saya harus belajar mempercayakan tugas kepada teman atau rekan saya dan tidak boleh serakah untuk bekerja sendiri. Saya juga harus belajar menerima kritik dan saran. Semoga saya juga bisa menjadi rekan yang baik untuk teman-teman saya dan menjadi anak magang yang loyal dan bertanggungjawab untuk setiap tugas di Bengkel APPeK.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Penulis : Paulina Monica Nggorong

Author: Rima ZogaraEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media