Berita

Giat Orang yang sudah menyelesaikan Studi di Pendidikan Tinggi atau telah menjadi sarjana adalah bekerja. Kalau ia merupakan sarjana pedidikan, tentu ia akan mengajar sesuai dengan latar belakang Ilmu Pendidikaya. Tapi kalau Sarjana Ilmu Sosial, ia akan memilih menjadi bagian dari birokrasi pemerintahan. Ya, walaupun tidak semua orang. Percaya atau tidak ada begitu banyak orang ingin bekerja yang lebih menunjang dari segi “financial”. Setiap orang tentu punya pilihan masing-masing. Kali ini saya mau meceritakan bahwa saya tidak sedang dalam posisi itu. Inilah ceritaku, tentang masuk dan bergelut di organisasi masyarakat sipil Bengkel APPeK NTT.

Suatu kebanggaan besar bagi saya, ketika lolos melalui berbagai seleksi untuk bergabung menjadi relawan prakerja di Bengkel APPeK NTT. Tepatnya di penghujung bulan Mei 2021, kami di rekrut dan melalui seleksi yang ketat. Hampir 30-an orang yang terpanggil untuk seleksi tapi kami 17 orang terpilih untuk menjadi bagian keluarga Begkel APPeK NTT. Singkat cerita, saya menjadi bagian dari 17 orang itu!! Satu hari setelah dinayatakan lolos, kami yang berjumlah 17 orang langsung bekerja untuk pendistribusian bantuan social terhadap masyarakat yang terdampak Badai Siklon Tropis Seroja.

Pada kesempatan yang sama, 17 orang ini belum saling mengenal antara satu dengan yang lain. apalagi dengan senior di Bengkel APPeK?? Tapi kami terus mencoba untuk saling megenal sembari melakukan pendistribusian Bantuan tersebut. Setelah satu minggu kami terlibat atau bagian dari Bengkel APPeK, tepat tanggal 2-4 Juni 2021. Saya dan teman-teman mengikuti kegiatan kosolidasi masyarakat sipil di Amaris Hotel Kupang. Melalui kegiatan ini, terbentuklah Comite Anak Muda Pemantau Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Kupang. Selama mengikuti kegiatan ini, kami selalu dibekali oleh berbagai ilmu dan pengetahuan bahkan membagikan pengalaman bersama narasumber dan senior Bengkel APPeK NTT.

Satu minggu setelah kegiatan pembentukan Comite Anak Muda Pemantau PBJ, kami kemudian dilibatkan dalam program. Kebetulan saya dan beberapa teman lainya terlibat menjadi bagian dari program Sekolah Aman. Melalui program, kami kembali turun ke berbagai Sekolah di Kabupaten Kupang untuk mendistribusi bantuan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sabun cuci tangan dan berbagai bantuan untuk penanganan covid-19. Sembari menjalankan program Sekolah Aman, kami juga turut terlibat dalam kegiatan psikososial dibeberapa desa di Kabupaten Kupang. Kegiatan psikososial ini merupakan upaya untuk memulikan kembali gangguan psikologi akibat badai seroja bahkan akibat pandemi covid-19 terhadap kelompok rentan (ibu-ibu dan anak remaja). Kepercayaan yang luar biasa dari lembaga Bengkel APPeK membuat saya merasa bahwa ada pembelajaran yang luar biasa untuk mengenal cara kerja NGO terutama bengkel APPeK NTT. Bahkan kami juga terlibat dalam berbagai kegiatan survei di kota kupang dan kabupaten Kupang hingga melakukan penulisan berita dalam berbagai kegiatan. Ini merupakan suatu proses yang mungkin tak saya dapatkan di luar NGO,dimana kami selalu diberikan kesempatan untuk belajar dan selalu belajar. Jujur, saya merasa bahwa ilmu saya tidak “mati” ketika saya bergabung di lembaga NGO bahkan saya terus berkembang untuk mengasah dan menempa diri terutama dalam konteks memamahi cara kerja NGO dan mengahadapi masyarakat.

Bulan Juli sampai Agustus,  kita diperhadapkan dengan situasi pandemi yang kian masif di kota Kupang. Pemberlakukan PPKM membuat kami untuk belajar dari rumah. Via zoom menjadi media pertemuan kami untuk setiap harinya  menyapa antara teman maupun dengan senior di Bengkel APPeK. Akan tetapi dalam situasi yang sulit ini, kami justru selalu dibekali ilmu dan pengetahun untuk mengenali NGO lebih dalam. Diskusi akhir pekan merupakan rutinitas kegiatan yang selalu mempertemukan kami. Dari situ saya mulai berpikir bahwa Bengkel APPeK selalu memberikan kami ruang untuk belajar. Selain kegiatan diskusi yang diselenggarakan oleh Bengkel APPeK sendiri, kami juga  sedang menjalankan sekolah pemantauan dan pengawasan Barang dan Jasa bersama Transparansi Internasional Indonesia (TII) dari bulan Juli-September 2021. Tentu berkat Bengkel APPeK, kami selalu dibekali ilmu, pengetahuan dan pengalaman dari berbagai narsumber yang sudah punya pengalaman atau telah “makan asam garam” di lingkungan NGO baik lokal maupun internasional.

Secara pribadi saya merasa bersyukur dan berterimakasih kepada Organisasi Masyarakat Sipil Bengkel APPeK NTT yang telah memberikan saya kesempatan untuk belajar, berbagi pengalaman dan selalu menuntun untuk bekerja secara profesional yang telah di edukasi dengan tiga nilai yaitu tranparansi, akuntabilitas dan partisipasi. Tentu ada banyak nilai yang akan terus membekali kami ke depanya. Selama proses belajar tiga bulan di Bengkel APPeK, saya merasa bahwa Bengkel APPeK merupakan Rumah dan tempat saya untuk terus menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat.

Saya pun merasa sadar bahwa masih banyak hal yang harus saya pelajari untuk terus menempah diri (pengetahuan, keterampilan dan Studi Lapangan).Terimaksih kepada Lembaga Bengkel APPeK NTT  yang telah memberikan saya ruang untuk belajar. Semoga tuhan senantiasa memberkati dan menuntun langka-langka kerja kita bersama bengkel APPeK untuk selanjutnya. Mohon maaf jika ada kata-kata yang mungkin kurang berkenan untuk pembaca dan terutama seluruh yang menjadi bagian dari Bengkel APPeK NTT. Sekian dan terimakasih!!!!!

           

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media