Berita

 

Penulis : Karlin Jemia

Tepatnya pada hari senin, 24 Mei 2021 adalah hari pertama ke LSM Bengkel  APPeK, dimana hari diumumkan lulus administrasi sebagai anak magang prakerja di Bengkel APPeK, dan ada 27 orang yang lulus mengikuti test wawancara. Rasa gugup dan takut dirasakan, saya juga baru pertama kali mengetahui kalau ada LSM Bengkel  APPeK. Setelah nama saya dipanggil oleh kaka Afri selaku panitia penerima anak magang prakerja, akhirnya saya wawancara dengan Pak Primus atau sekarang kami biasa panggil om Miju. Wawancara yang dilakukan berjalan dengan lancar dan sedikit gugup walaupun pertanyaan om Miju sangat menantang setidaknya  bisa menjawab apa yang ditanyakan.

Setelah selesai wawancara kami semua pulang, selanjutnya informasi kelulusan itu dikirim lewat sms. Dan kami ada 17 orang yang dinyatakan lulus test wawancara. Pada saat ka Afri mengirimkan sms kalau saya diterima saya sangat senang sekali karena bisa diterima di dalam kegiatan magang prakerja di Bengkel APPeK, sampai-sampai malam tidur tidak tenang ingin rasanya cepat berganti hari agar bisa pergi ke kantor Bengkel APPeK NTT. Saya merasa bangga sekali yang bisa bekerja setelah beberapa bulan menganggur, hehheheh…

Pada tanggal 25 Mei 2021, kami 17 orang lulus dipanggil untuk kekantor, dan ini merupakan hari pertama kami masuk kerja. Kami semua masih kaku untuk berceritra dan lama-lama suasana mencair dan kami semua mulai berkenalan. Hari ini kami mulai membantu untuk mengatur barang –barang yang mau di distribusikan. Dibenak saya bahwa hari pertama ini hanya untuk perkenalan dan memberi tahu bagaimana kegiatan yang kami lakukan selama kami magang. Namun, nyata berbeda dengan apa yang saya pikirkan bahwa magang prakerja ini kami langsung turun dan terlibat langsung. Semuanya dijelaskan oleh bapak Vinsen selaku kordinator umum Bengkel APPek, mengatakan bahwa magang ini berbeda dengan magang pada kuliah karena ini ada magang prakerja, maka kamu harus terlibat langsung dalam setiap kegiatan dan di berikan tugas dan tanggungjawab. Dan Pak Vinsen juga menegaskan bahwa mereka tidak menjanjikan apa-apa atau gaji untuk kami, tapi kami hanya sediakan ruang untuk ade-ade berkarya dan mendapat pengalaman dilembaga ini.

Dihari-hari selanjutnya untuk 1 minggu itu kami mengatur barang-barang untuk distribusikan bagi masyarkat yang terdampak badai seroja, khususnya kabupaten kupang(Noelbaki, naibonat dan oesena) dan kabupaten malaka. Bantuan ini ada untuk anak-anak, ibu meyusui, bayi, anak- anak yang mengikuti kelas psikososial dan ada pos baca, lansia dan disabilitas. Kami kerja dituntun oleh om, kaka-kaka senior.

Minggu berikutnya kami turun lapangan untuk membantu mendistribusikan barang-barang bantuan, dihari pertama pendisrtibusian dikelurahan naibonat, dimana idi adalah hari pertama kami turun lapangan, kami 17 orang dan ada senior yang mendampingi kami ka Nansi dan ka Ori. Kami sampai di kantor lurah disambut oleh Bapa Lurah dan setelah itu kami dibagi 2 kelompok, dimana 1 kelompok untuk anak-anak yang ikut pos baca dan kelompok 2 untuk lansia dan disabilitas.

 Setelah itu kami dimelakukan peroses disrtibusi, dimana saya dapat kelompok 1 yaitu untuk anak- anak pos baca yang menggikuti kegiatan psikososial, awalnya saya juga bertanya dalam hati pos baca ini seperti apa? Namun setelah mengikuti kegiatan ini dimana kami bertemu dengan kaka Nining selaku relawan yang membantu ka Ori dalam kegiatan psikososial untuk anak-anak di kelurahan Naibonat.  Kami sempat berceritra bahwa adanya pos baca ini untuk psikososial untuk anak-anak yang trauma terdampak badai seroja.

Dengan adanya pos baca ini, dapat membantu memulihkan sikologi anak. Pada saat distribusi barang untuk anak-anak kami sempat bertanya, apa yang mereka rasakan pada saat badai seroja terjadi, jawab mereka kebanyakan anak-anak masih trauma dan takut dengan kejadian ini, bahkan ketika ada hujan atau angin mereka sangat takut. Tetapi dengan adanya dukungan dari bengkel appek dalam kegiatan adanya pos baca untuk memulihkan psikososial anak, sangat membantu sekali dalam memulihkan sikologi anak. Setelah melakukan distribusi barang dinaibonat dan masyrakat sangat baik dengan menerima kami bahkan kami disediakan makanan dan minuman, dalam hati saya sangan bersyukur sekali bisa jadi bagian dari Bengkel APPek, dimana kita bisa berempaty dengan apa yang dirasakan saudara-saudara kita membutuhkan dukungan dari kita. 

Setelah selesai distribusi barang di Kelurahan Naibonat, hari berikutnya keluruhan Noelbaki dan Oesena. Dimana didua tempat ini kami 17 orang mulai dibagi dalam beberapa tugas ada yang seksi konsumsi dan ada yang adminstrasi. Saya kebetulan ditugaskan dibagian adminstrasi. Banyak hal yang kami dapatkan dimana kami jalan panas-panas naik turun gunung, haus, lapar kami rasakan, rasa-rasa mau menyerah saja. Hehehhe…Namun semangat kami untuk mencari rumah warga yang mendapat bantuan. Kami tidak mengumpulkan warga di kantor lurah tetapi mengatar langsung kewarga yang penerima bantuan. masyrakat terdampang sangat merasa senang walaupun bantuan yang kami bawah tidak seberapa dengan kerusahan dan keadaanya mereka alami, namun setidaknya memberikan dukungan dan kepedulian kita sangat dibutuhkan. Dimana pada saat disribusi barang dibagi 2 kelompok dan semua berjalan dengan lancar. Kami juga diterima baik oleh pemerintah setempat sangat berpartisipasi dalam pendistribusian barang ini, sehingga semua berjalan dengan lancar. Saya juga sampai mabok kelapa muda dikelurahan oesena saking banyaknya minum air kelapa. Hehhee…tapi semuanya itu ada bagaimana masyarakat sangat senang karena ada kepedulian dan dukungan untuk mereka.

Setelah saya mengikuti distribusi barang di 3 kelurahan ini, saya bisa rasakan apa yang saudara-saudara kita akibat badai seroja, banyak yang kehilangan rumah dan harus perpindah kekebun, sawah dan bahkan tinggal 1 rumah dengan 3 kk, hal ini sangat memperihatinkan. Dengan adanya dukungan kepedulian kita sangat membantu meringankan beban mereka.

Pada kegiatan distribusi ini juga kami mengetahui bahwa adiminstrasi dan dokumentasi juga sangat dibutuhkan. Dimana ini sebagai pertanggungjawab apa yang kita lakukan, apakah bantuannya tersalurkan atau tidak. Dua hal ini sangat dibutuhkan  dan banyak pengalaman berharga yang kami dapatkan dari kegiatan ini.

 

Pada minggu kedua kami mengikuti kegiatan komite anak muda pemantau barang dan jasa di kabupaten kupang. Kegiatan ini di adakan oleh TII (Transparency International Indonesia) dan LSM Bengkel APPeK. Kegiatan ini yaitu “ Kosolidasi Organisasi Masyarakat Sipil Dalam Pemantauan Barang dan Jasa di Kabupaten Kupang’’. Pesertanya diikuti oleh 17 orang anak muda magang prakerja Bengkel APPek dan beberapa lainnya OKP dan pemuda-pemuda dari kabupaten kupang. Narasumbernya dari Dinkes, BPBJ, BPBD, dan Dosen-Dosen Fisip Undana dan Kordinator Umum Bengkel APPeK. Kegiatan diadakan selama 3 hari, banyak hal saya pelajari bagaimana keadaan yang terjadi di Kabupaten Kupang khsusnya dalam pengadaan barang dan jasa, dari korupsi, politik, pegadaan barang dan jasa, penanggulan bencana, penangan covid dan bagaimana melakukan audit sosial.

Bagaimana peran anak muda sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Kupang dalam memantau pengadaan barang dan jasa. Demi kesejahteran masyarakat Kabupaten Kupang.

Pada minggu ketiga kami mulai dibagi dalam program yang ada di Bengkel APPek, yaitu Respon Bencana, Sekolah Aman, Oxfam dan TII. Dan saya dapat di program Sekolah Aman yang di kordinatori oleh Pak Alfred atau bisa kami panggil Om Al. Tugas saya di program ini yaitu di admin dan keuangan dan kami ada 6 orang di program ini dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing. Tetapi dalam pelaksanaan kami berjalan bersama. Ada 20 sekolah dampingan dan kegiatan yang telah dilakukan yaitu distribusi APD, handzanitaser, desifektan dan buku bacaan untuk anak sekolah. Dalam proses pendistribusian ini banyak pengalaman yang kami dapatkan, bisa bertemu langsung dengan anak-anak, mengantar bantuan sampai kesekolah-sekolah. Banyak hal yg memperihatikan akses masuk kesekolah dampingan sangat sulit, ada yg lewat kali, hutan dan banyak jalan rusak, sekolah-sekolah yang belum renovasi dan banyak hal memprihatinkan. Mereka sangat senang dengan kehadiran kita mereka merasa ada dukungan dan kepedulian untuk mereka.

Dan kami juga ikut kegiatan dari respon bencana yaitu dukungan psikososial bagi perempuan di tiga desa yaitu Babau, Oenesu dan Oebelo. Dalam kegiatan ini kami banyak memberikan dukungan psikososial untuk perempuan-perempuan hebat di tiga kelurahan ini.

Ada juga kegiatan survey dan wawancara kepada penerima bantuan siklon seroja, apakah barang yang mereka terima sesuai data atau tidak.

Kegiatan selanjutnya sudah masuk masa PPKM dimana kita semua dirumahkan, namun rasa semangat kami tidak perna pudar, dan kepedulian dari Bengkel APPeK untuk kami dimana diberikan uang transport dan uang pulsa paket untuk kami anak magang.

Walaupun kami dirumahkan tapi tetap mengadakan rapat, seminar dan diskusi seperti rapat untuk kegiatan dikantor, pedalaman materi mengenai LSM, diskusi dengan TII dan banyak kegaiatan yang kami lakukan secara online lewat zoom. Banyak mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk kami dan saya sendiri selama magang 3 bulan di Bengkel APPek.

 

 

Semoga kedepannya kami masih diberi kesempatan untuk terus belajar dan menggalih ilmu, serta berkarya di Bengkel Appek. Sekian terima kasih.

 

Author: Anselmus BarungEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media