Berita

bengkelappek.org, Melalui Proram Envision Bengkel APPeK NTT melakukan diskusi Pemetaan kebutuhan BUMDes di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Jumat, 17 September 2021.

Program Envision merupakan salah satu program dari Bengkel APPeK NTT dengan dukungan Yayasan Alfa Omega (YAO), Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Uni Eropa. Program ini berupaya untuk memperkuat kelembagaan BUMDes dan para fasilitator atau kelompok-kelompok warga yang berhubungan dengan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Hal ini kemudian dipertegas oleh Direktur Bengkel APPeK NTT Vinsensius Bureni, ia menyampaikan bahwa “Bengkel APPeK hadir untuk menjadi bagian dari Yayasan Alfa Omega sebagai hubungan kerjasama. Mungkin bapa ibu pernah ikut kegiatan Yayasan Alfa Omega. YAO dan BA bekerjasama untuk satu program yang namanya Envision” ujarnya.

Salah satu tujuan dari terselenggaranya kegiatan diskusi ini adalah mengetahui jumlah dan jenis kebutuhan untuk penguatan kapasitas CSO/Pelaku Usaha/BUMDes “Bapa mama tolong ingat baik-baik, Bengkel APPeK, kami ini datang dengan tugas kami ialah menemukan informasi terkait dengan apa yang perlu dikuatkan baik melalui pelatihan maupun melalui kerja-kerja lapangan, pendampingan. Itu tugas kita” lanjut Vinsen.

Lebih lanjut Vinsensius Bureni menjelaskan tugas pendampingan yang akan dilakukan oleh Bengkel APPeK bersama fasilitator desa yang sudah dibentuk oleh Yayasan Alfa Omega  “kami akan bersama fasilitator desa yang sudah dibentuk oleh YAO akan memperkuat yang namanya pengurus BUMDes dan bagaimana menggerakkan warga-warga yang punya kemampuan ekonomi untuk mendukung gerakan ekonomi melalui BUMDes, termasuk tokoh-tokoh adat, Gereja yang mau terlibat silahkan. Tugas kita mendampingi disitu” tegasnya.

Peserta Sedang Mengikuti Diskusi Di Kantor Desa Batuinan, Jumat,17/09/2021

Dalam pelaksanaan diskusi ini hadir pula kepala desa (Pejabat Sementara) Batuinan Nelson Bako yang baru menjabat 2 (dua) bulan, ia kemudian menyampaikan pengamatanya terkait pengelolaan BUMDes Batuinan “karena saya baru, cuman sesuai pengamatan saya pengelolaannya sangat bagus karena mereka sudah menyiapakan LPJ untuk disampaikan di forum terbuka” ujarnya.

Ia juga menambakan bahwa untuk sejauh ini dirinya belum masuk terlalu dalam ke BUMDes “ karena saya baru sehingga saya belum masuk terlalu dalam ke BUMDesnya, cuman menurut pengetahuan saya pengelolaannya sudah cukup bagus dilihat dari laporan keuangannya, karena sekertaris juga dia paham komputer dan karena ketua BUMDesnya (Almarhum) dan sudah meninggal 2 atau 3 bulan sehingga belum sempat merevisi badan pengurus” ungkap Nelson.

Berbeda dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Batuinan, kondisi lain dialami oleh BUMDes Bokonusan  yang tidak ada pengelolaan. Hal ini disampaikan oleh Markus Moa selaku ketua BUMDes Bokonusan “kalau untuk Bokonusan, kita memang sudah serah terima sudah setahun tapi kita punya kendala. Kendalanya karena sampai hari ini kami menunggu ADRT nya tidak ada, jadi tidak ada pengelolaan. Kalau yang lama, sudah alihkan ke yang baru, sudah selesai administrasinya dan yang baru ini ada penambahan dari desa ada 100 juta lagi tapi terpaksa saya harus masukan ke bank karena tidak ada pengelolaan, tidak ada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Belum tau apa yang harus dilakukan” ujarnya.

Untuk diketahui kegiatan diskusi ini diikuti oleh 2 (dua) desa yaitu desa Batuinan dan desa Bokonusan. Sedangkan peserta yang terlibat berjumlah 17 orang yang terdiri dari perwakilan desa Batuinan 8 (delapan) orang, desa Bokonusan 6 (enam) orang sedangkan dari Bengkel APPeK NTT berjumlah 3 (tiga) orang.

Kontributor : Monic & Bastian

Editor          : Naldo J.        

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media