Berita

Tak terasa, saya akhirnya telah memasuki bulan ke Empat mengikuti magang prakerja di LSM Bengkel APPeK NTT. Sebagai anak magang, saya telah mendapatkan banyak hal dalam berbagai proses belajar di Bengkel APPeK. Bagi saya Bengkel APPeK merupakan rumah sekaligus tempat saya di poles untuk jauh lebih dalam belajar tentang kehidupan bermasyarakat. Akan tetapi sebelum saya masuk hal yang lebih jauh tersebut, pada kesempatan yang pertama saya belajar tentang bagaimana system kerja di Bengkel APPeK NTT.

Sejak bulan Mei 2021 lalu, saya mulai masuk untuk menjadi bagian dari Bengkel APPeK NTT. Bahkan seiring dengan berjalanya waktu kami selalu diberikan kesempatan untuk belajar dan terlibat diberbagai program. Satu hal yang masih saya ingat adalah ketika saya awal masuk  dan ke-esokan harinya saya dan teman-teman magang langsung melakukan pendistribusian bantuan social di beberapa desa di kabupaten Kupang.

Setelah pendistribusian bantuan social terhadap masyarakat yang terdampak siklon tropis seroja, saya dan teman-teman mulai mengikuti konsolidasi organisasi masyarakat sipil untuk memantau pengadaan barang dan jasa di kabupaten Kupang. Melalui kegiatan tersebut kami akhirnya membentuk salah satu wadah yang bernama Comite Anak Muda pemantau Pengadaan Barang Dan Jasa di Kabupaten Kupang. Pada titik ini, saya kembali merefleksikan tentang apa yang saya pelajari di bengkel APPeK? Bagi saya Bengkel APPeK menjadi tempat yang akan terus membentuk kepribadian saya.

Pada saat itu pula saya pernah berpikir “mungkin kami belajar atau hanya terlibat dalam urusan comite”. Hal yang mungkin diluar dugaan saya, setelah pembentukan Comite Anak Muda Pemantau PBJ, saya dengan beberapa teman dilibatkan dalam satu program yaitu sekolah aman. Pada pertengahan bulan juni 2021, saya dan teman-teman yang bergabung di program sekolah aman kembali melakukan pendistribusi bantuan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sabun cuci tangan dan buku bacaan untuk siswa/I di 20 sekolah yang berada di kabupaten Kupang. Tak hanya demikian, saya juga terlibat di program respon bencana dengan melakukan kegiatan psikososial terhadap Ibu-ibu dan kelompok remaja perempuan di tiga desa.

Bulan Juni kian berlalu, tepat di bulan Juli Bengkel APPeK memutuskan untuk melakukan kerja dari Rumah. Pada kondisi ini pula saya membayangkan,ruang saya untuk belajar di LSM akan mulai berkurang. Akan tetapi dengan kondisi ini sekalipun, Bengel APPeK selalu memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar dengan cara virtual. Pertama, kami mengikuti kelas virtual setiap akhir pekan dengan berbagai narasumber dari berbagai NGO. Kedua, kami melakukan diskusi virtual untuk pemetaan pengadaan barang dan jasa di kabupaten Kupang bersama TII dengan melibatkan tokoh pemuda, pengusaha, tokoh masyarakat dan pemerintah kabupaten Kupang. Ketiga, kami mulai mengikuti sekolah pengawasan bersama TII mulai Juli-September 2021. 

Sedangkan pada bulan Agustus, selain kami mengikuti sekolah pengawasaan bersam TII, kami juga terlibat dalam program ENVISION untuk melakukan pemetaan terhadap kebutuhan BUMDes di 20 desa yang berada di kabupaten Kupang. Ya, sebagai anak magang saya merasakan ada begitu banyak hal yang saya pelajari di lembaga Bengkel APPeK NTT, dari situ mulai  saya merenungkan bahwasanya selama empat bulan saya magang di Bengkel APPeK banyak sekali pengalaman-pengalaman kerja yang saya dapatkan, baik itu kerja secara kelompok maupun secara individu.

Kerja secara kelompok (kerja Tim) mengajarkan saya untuk saling kerja sama, kekompakan tim, saling menghargai satu dengan yang lainnya, dan yang saya paling terkesan adalah rasa kekeluargaan yang tinggi yang saya tidak perna lihat di tempat-tempat yang lain. Kalau kerja secara individu mengajarkan saya tentang tanggungjawab penuh dengan kerja yang kita jalani. Pada pola-pola kerja seperti diatas kamiselalu dibekali untuk memegang tiga nilai yaitu tranparansi, akuntabilitas dan partisipasi. 

Magang di Bengkel APPeK juga memberi saya keberaniaan tersendiri untuk berani berbicara di depan umum. Padahal biasanya saya tidak ada keberanian untuk berbicara di depan umum karena rasa takut ataupun gugup, tetapi perasaan tersebut perlahan menghilang semenjak saya magang di Bengkel APPeK. Bahkan selalu memberikan saya kesempatan untuk bersosialisasi langsung dengan masyarakat dan berbaur dengan mereka, sehingga saya dapat mengetahui hal-hal baru yang ada di masyarakat, dan mengetahui arti “hidup ini bukan tentang diri kita sendiri, melainkan hidup yang sesunggunya adalah seberapa banyak orang yang telah kita bahagiakan” .

Terimaksih keluarga besar Bengkel APPeK NTT  yang sudah memberikan saya waktu dan kesempatan untuk belajar. Saya selalu berharap dilain waktu saya akan selalu menjadi bagian dari keluarga Bengkel APPeK.

Penulis : Bastian Djawa

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media