Berita

bengkelappek.org, Tangisan haru mewarnai pelepasan anak magang prakerja di kantor Bengkel APPeK NTT, Jumat,01 Oktober 2021.

Bengkel  APPeK (Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung) merupakan salah satu lembaga organisasi masyarakat sipil yang sudah lama berada di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur. Wilayah kerja dari lembaga ini dalam melakukan pemberdayaan yaitu hampir di keseluruhan kabupaten dan satu kota yang berada di pulau Timor (Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timur Tengah Utara, Malaka dan Kota Kupang) dan beberapa kabupaten di pulau Flores (Lembata,Sikka dan Nagekeo).

Selain melakukan pemberdayaan kepada masyarakat, Bengkel APPeK NTT juga selalu berupaya untuk mengembangkan anak muda dengan cara melibatkan mereka untuk belajar di lembaga tersebut, sehingga anak muda lebih memahami cara kerja lembaga organisasi masyarakat sipil dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pada bulan mei 2021 lalu, bengkel  APPeK NTT membuka magang prakerja untuk anak muda yang telah selesai studi di pendidikan tinggi bahkan yang sedang menyelesaikan tugas akhir .

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh anak muda yang berada di wilayah kota Kupang dan kabupaten Kupang untuk melamar menjadi bagian dari agen perubahan dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat. Dirilis dari begkelappek.org, sekitar 30-an orang pelamar yang mau bergabung ke Bengkel APPeK NTT dan yang lolos melalui seleksi wawancara berjumlah 17 orang.

Foto Penyerahan Cendra Mata Dari Anak Magang prakerja kepada Direktur Begkel APPeK NTT (Sumber: Dokumentasi Penulis, Jumat,01 Oktober 2021)

Sejak bulan Mei  sampai dengan September, 17 orang ini begitu aktif dalam melakukan berbagai kegiatan program dari lembaga Bengkel APPeK. Sehingga lembaga sangat mengapresiasi kerja-kerja mereka selama 4 (empat) bulan terakhir. Akan tetapi dibalik apresiasi tersebut, Bengkel APPeK NTT harus melepaskan 8 orang yang memilih untuk mengadu  nasib di tempat lain.

Hal ini kemudian disampaikan oleh direktur Bengkel APPeK NTT Visensius Bureni menurutnya pengalaman seperti ini seringkali dialami oleh lembaga. Akan tetapi dari sekian pengalaman tersebut baru kali ini harus dilepaskan secara luar biasa “bagi saya, ini pengalaman yang kedua berkategori khusus. Pertama, itu ada 13 orang mengikuti tes CPNS dengan rens waktu kerja di Bengkel APPeK 2-3 tahun tapi mereka selesai  begitu saja. Pengalaman kedua berkategori khusus, karena kamu ini kesanya sangat luar biasa karena itu harus dilepaskan dengan luar biasa. Ujarnya.

Hampir senada dengan apa yang disampaikan oleh direktur, Tarsianus Tani selaku wakil direktur Bengkel APPeK  menyampaikan bahwa siapapun yang mau belajar  di lembaga Bengkel APPeK NTT akan selalu diberikan pembelajaran yang positif dan total (tidak setengah-setengah) “walaupun kami telah berupaya secara maksimal untuk melakukan hal demikian, tetapi adik-adik masih tergoda dengan pilihan yang lain. meski beberapa bulan terakhir dengan kalian, jujur saya melihat kalian ini bukan lagi anak magang tapi saya merasa kalian ini seperti staf Bengkel APPeK dari totalitas,keseriusan dan tanggungjawab” ungkapya.

Belajar di Bengkel APPeK NTT menjadi suatu proses  yang akan membentuk diri dan karakter dari anak muda. Hal ini disampaikan oleh Wawan yang merupakan salah satu dari anak magang yang harus dilepaskan oleh lembaga ini, menurutnya “belajar di Bengkel APPek Merupakan Proses yang sangat luar biasa, apalagi selama magang saya merasakan tidak ada sekat yang terlalu jauh antara direktur,wakil direktur, senior bahkan dengan yang masih magang” ujar wawan.

Berdasarkan pantauan Media Suara Kampung bengkelappek.org, suasana perpisahan itu mejadi sangat terharu ketika beberapa anak magang tersebut meluapkan kata-katanya dengan air mata. 

Penulis : Naldo J

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media