Berita

bengkelappek.org, Pemerintah desa Nitneo melibatkan Bengkel APPeK NTT dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan dan penyuluhan perlindungan anak tahun anggaran 2021.

Pada  pelaksanaan kegiatan ini turut hadir Direktur Bengkel APPeK NTT Vinsensius Bureni, dalam sambutannya ia sangat mengapresiasi upaya dari pemerintah desa Nitneo untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi perlindungan anak. Bahkan dirinya mengakui bahwa pada hari itu pula, ia berani untuk membatalkan tugas yang sudah direncanakan. 

“Tadi malam teman saya Yoris menginformasi bahwa hari ini desa Nitneo secara mandiri melakukan penyuluhan atau sosialisasi. maka ini merupakan sebuah panggilan dan saya memutuskan untuk tidak ke kebun, kenapa bapak ibu? Kalau soal kerja sama Bengkel APPeK dengan mitra lain untuk hal seperti ini, itu biasa. Tapi kalau ada niat dari pemerintah desa bersama masyarakat untuk tindak lanjuti secara mandiri melalui dana desa itu yang luar biasa” Ujarnya.

Dalam Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa, salah satu tujuan penyaluran dana desa adalah sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi dan memberdayakan desa agar menjadi kuat, maju, mandiri dan demokratis. Selain itu, dana desa juga mendorong peningkatan keswadayaan dan semangat gotong royong masyarakat desa.

“Ini yang disebut selain memanfaatkan dana desa,  membangun dengan roh. Kalau semuanya berpartisipasi dengan semangat gotong royong, mari kita berbicara perlindungan anak.  Maka kita berupaya untuk melindungi anak dengan cara kita, itu yang penting” lanjut Vinsen.

Peserta Sedang Mendengarkan Sambutan Dari Direktur Bengkel APPeK NTT,Senin,04 Oktober 2021 (Sumber : Dokumentasi Bastian)

Lebih lanjut Direktur Bengkel APPeK itu menyampaikan tentang kurang efektifnya dalam menjalankan pembangunan di desa dengan menggunakan dana desa terutama melalui BUMDes. Menurutnya “Salah satu penyebab tidak berfungsi atau kurang efektifnya menjalankan pembangunan desa dengan menggunakan dana desa karena terlalu royal diberikan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)” lanjutnya.

BUMDes sebenarnya tidak boleh mengambil alih aktivitas ekonomi yang sudah dijalankan oleh warga,tetapi menciptakan yang baru, memberikan nilai tambah atau mensinergikan aktivitas-aktivitas ekonomi yang sudah ada.  

“Tiap tahun pemerintah desa mengalokasikan anggaran untuk membantu BUMDes, tapi apa manfaatnya BUMDes? Setiap kali dana desa turun bangun kios desa, pengadaan kursi dan tenda.terus pengusaha yang punya tenda dan kursi atau masyarakat yang punya kios, desa kasih mati. Itu artinya filosofi membangun dengan menggunakan dana desa melalui BUMDes tidak mampu menggerakan ekonomi di masyarakat tapi mematikan”ungkap Direktur Bengkel APPeK tersebut.

Sama halnya membicarakan tentang perlindungan anak, kalau melalui dana desa tidak memanfaatkan untuk mengantisipasi kekerasan terhadap anak ,berarti melupakan komunitas yang  termasuk alat Negara untuk membiarkan kekerasan itu terjadi.

Setelah Direktur Bengkel APPeK NTT tersebut menyampaikan sambutanya, Kepala Desa Nitneo Yothan Minfini menyampaikan rasa terimaksihnya kepada Bengkel APPeK bahkan selama ini mereka sangat merindukan sosok Vinsen Bureni “jujur selama ini kami hanya mendengar nama bapak Vinsen dan pada hari ini akhirnya bisa berada bersama kami. Sesuai apa yang disampaikan oleh Pa Vinsen, Kami sudah merencanakan untuk mengganggarkan lagi di tahun 2022 untuk mengundang lebih banyak orang lagi dalam kegiatan seperti ini” ungkapnya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 04 Oktober 2021 dengan melibatkan perwakilan orang tua dari kelima dusun yang tersebar di wilayah desa Nitneo, Pemerintah Desa, Tim PATBM, Tokoh Pemuda dan Bengkel APPeK NTT.

Penulis : Naldo J

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media