Berita

bengkelappek.org, Terbentuknya kelompok usaha perempuan komunitas sekolah (KUPKS) Tunas Harapan Manusak di SDN Tetelek pada hari Rabu (24/11/2021) desa Manusak, Kabupaten Kupang.

Kelompok usaha yang dibentuk ini merupakan rangkain implementasi kegiatan program sekolah aman, kerja sama Bengkel APPeK NTT dengan YAPPIKA ACTIONAID yang didanai oleh PENNY APPEAL.

Sebelum terbentuknya kelompok perempuan terlebih dahulu dibekali oleh materi manajemen kelompok usaha yang disampaikan oleh kordinator program Tarsianus Tani dan strategi pasar oleh perwakilan JARPUK. Pemberian materi sebelum terbentuknya kelompok bertujuan untuk membentuk pemahaman peserta yang tergabung dalam kelompok usaha.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini telah berhasil membentuk kelompok dengan diberi nama Tunas Harapan. Pada waktu yang sama kelompok ini juga secara langsung membentuk kepengurusan dan memilih ibu Julian Pinto (ketua), Mega Seubelan (sekretaris) dan Nanci Senge (bendahara) sedangkan yang menjadi anggota berjumlah 7 orang, dimana 2 diantaranya laki-laki.

Foto Pengurus Terpilih Kelompok Usaha Perempuan Komunitas Sekolah Tunas Harapan Manusak Pada Hari Rabu (24/11/2021) di SDN Tetelek

Ketua kelompok tunas harapan Julian Pinto menyampaikan bahwa “terpilihnya kami merupakan suatu tanggungjawab yang akan kami jalankan, meskipun hanya kami bertiga yang terpilih dan ini bukan hanya tanggungjawab kami, tapi tanggungjawab bersama kedepanya” tegasnya.

Sedangkan berkaitan dengan nama Tunas Harapan dengan menyandang filosofi kelompok yang baru bertumbuh dan harus berkembang kedepanya. Semangat gotong-royong menjadi kunci tumbuh kembangnya suatu kelompok.

“kelompok kita ini diberi nama tunas harapan dimana kita mau kembangkan, jadi kita sama-sama bekerjasama dan jika ada persoalan didalam berkelompok kita harus mencari jalan keluarnya secara sama-sama” imbuhnya.

Pada kesempatan ini pula kepala sekolah SDN Tetelek Yosep Tarean menaruh harapan kepada kelompok agar dapat bekerja dan membuahkan hasil “saya tentu sebagai kepala sekolah SDN Tetelek sangat mendorong dan harapan yang psitif kepada kelompok yang sudah terbentuk ini agar kedepanya dapat bekerja dan membuahkan hasil yang baik” ujarnya.  

Wakil direktur Bengkel APPeK yang sekaligus kordinator program sekolah aman Tarsianus Tani mengatakan dalam waktu dekat ada pelatihan usaha kreatif dan masih banyak kegiatan lain yang akan mendukung untuk memperkuat kelompok ini.

“poin intinya bapa mama yang sudah terbentuk, kalau sudah terbentuk dalam kelompok maka usaha yang sudah  kerjakan harus lebih giat lagi dan dari aspek manajemen atau pengelolaan kelompok nanti Bengkel APPeK mendukung sampai kelompok ini berhasil” pungkasnya.

Prinsip-Prinsip Kelompok

Agar  Kelompok Usaha Komunitas Sekolah benar-benar menjadi wadah bersama dalam konteks pemberdayaan  maka ada beberapa prinsip yang perlu disepakati, yang bisa dijadikan pedoman di internal antara lain :

  1. Bebas dalam membuat keputusan. Kelompok bebas menentukan dan memutuskan menurut kesepakatan yang diambil oleh kelompok sendiri. Keputusan kelompok harus merupakan hasil dari permusyawaratan bersama dan tidak diperkenankan adanya dominasi dari perorangan atau beberapa orang yang bersifat pemaksaan kehendak atau intervensi dari pihak manapun dan dalam bentuk apapun. Kelompok juga berwenang untuk mengatur rumah tangga sendiri sesuai dengan keputusan bersama
  2. Bebas dalam menetapkan kebutuhan. Dalam rangka peningkatan dan penguatan kapasitasnya, Kelompok Usaha Komunitas Sekolah meningkatkan dan menguatkan tingkat kemampuan para anggotanya seperti: peningkatan kesejahteraan, peningkatan wawasan dan pengetahuan serta keterampilan baik bersifat individu maupun kelompok.
  3. Berpartisipasi aktif. Setiap anggota kelompok wajib berkontribusi kepada kelompok sebagai wujud komitmen dalam rangka keswadayaan serta ikatan kelompok.

Penulis  : Kristin

Editor   : Naldo J

 

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media