Berita

bengkelappek.org, Pembentukan kelompok usaha perempuan komunitas sekolah di SDN Dendeng diwarnai dengan dinamika yang sengit pada hari Sabtu, 27/11/2021, desa Noelbaki Kabupaten Kupang.

Kegiatan program sekolah aman ini merupakan kerja sama Bengkel APPek NTT dan YAPPIKA ACTIONAID yang didanai oleh PENNY APPEAL dalam rangka meningkatkan pemberdayaan kelompok perempuan khususnya di SDN Dendeng dengan tujuan mendorong kualitas pendidikan, mendorong ketahanan ekonomi bagi orangtua agar anak-anak tidak mengalami hambatan dalam proses pendidikan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Sekolah SDN Dendeng, Ketua Komite, jajaran Guru, orang tua murid siswa dan tim Bengkel APPeK NTT.  Rangkaian acara  selama kegiatan berlangsung yaitu sambutan-sambutan, penyampain materi/sharing, pembentukan kelompok dan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Kordinator program Tarsianus Tani dalam sambutanya menyampaikan “kegiatan ini merupakan lanjutan dari pertemuan kali lalu. Kita juga mendiskusikan kelompok ini mau dibawa kemana,usahanya apa dan bagaimana cara untuk membentuk sebuah kelompok” tukasnya.

Membentuk kelompok usaha dalam konteks penguatan ekonomi perempuan sehingga dapat mendorong kualitas pendidikan, ketahanan ekonomi bagi orang tua agar anak-anak tidak mengalami hambatan terutama ditingkat dasar.

“karena itu, kami dari Bengkel APPeK berharap di SDN Dendeng ada sebuah kelompok usaha dari bapak/ibu disini yang benar-benar menjalankan usaha untuk penguatan ekonomi dan harapanya anak-anak tidak mengalami hambatan dalam proses pendidikan” ujarnya.

Program sekolah aman mendorong pendidikan Sekolah Dasar yang aman dari sarana prasarana (infrastruktur), tetapi dalam konteks implementasi program saat ini lebih kepada mendorong penyadaran kritis terhadap kesehatan, penguatan ekonomi komunitas sekolah dan tanggap bencana.

“Konteks aman itu tidak hanya bicara soal gedung infrastruktur ini sudah bagus  lalu kita bilang ini sudah aman tapi kalau ekonomi kita juga terbatas anak-anak juga tidak dapat belajar dengan baik atau kita tidak bisa membiayai pendidikan. Kita juga mendorong dari aspek kesehatan karena itu penting juga nanti dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya akan disampaikan materi tentang gizi dan nutrisi. Ketika kesehatananak juga kurang bagus mereka juga tidak  akan mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan baik dan juga dari aspek respon bencana” lanjut wakil direktur Bengkel APPeK tersebut. 

Kepala sekolah SDN Dendeng menambahkan bahwasanya pembentukan kelompok merupakan amanat yang berikan oleh orang lain sehingga perlu membangun suatu kepercayaan dan jujur dalam menjalankan tugas maupun tanggungjawab.

“Pembentukan kelompok artinya membuat suatu kepercayaan supaya orang percaya kita.organisasi apapun kalau mulai dengan malas lebih baik tak usa jangan sampe itu jadi momok.sehingga kegiatan itu bisa jalan. Jujur, Bengkel APPeK sudah percaya katong punya sekolah dan sekolah yang dibangun mungkin SDN Dendeng yang paling elit. Paling saya tidak suka kalau orang sudah maju baru ada yang mundur dan jangan kerjasama dengan orang seperti itu.  Ini kegiatan dari kita untuk kita  dan tidak ada untuk orang lain dan bekerja dengan jujur” tegasnya.

Pendeta Yunus Sedang Manyampaikan Pandanganya Saat Pembentukan Kelompok Usaha Perempuan Komunitas Sekolah Di SDN Dendeng, Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang Pada Hari Sabtu (27/11/2021)

Pada satu sesi pemberian materi mengenai manajemen kelompok usaha yang disampaikan oleh koordinator program sekaligus merupakan wakil direktur Bengkel APPeK Tarsianus Tani dan strategi pasar oleh perwakilan Wely Manafe perwakilan JARPUK. Pemberian materi bertujuan agar sebelum terbentuknya kelompok usaha ini anggota-anggota kelompok terlebih dahulu memahami mengenai manajemen kelompok, tujuan terbentuknya kelompok dan strategi pasar.

Berdasarkan pantauan tim Media Suara Kampung Pembentukan kelompok usaha perempuan komunitas sekolah di SDN Dendeng diwarnai dengan dinamika yang cukup alot. Meskipun demikian tim Bengkel APPeK yang menfasilitasi pembentukan kelompok ini berhasil memanajemen dinamika tersebut dengan mekanisme musyawarah mufakat.

Melalui proses tersebut  akhirnya anggota kelom menyepakati  nama nama kelompok yakni “DENDENG NEKMESE” yang memiliki arti “Dendeng sehati”. Kemudian membentuk komposisi kepengurusan dengan menggunakan voting (pemilihan dengan suara terbanyak) dan terpilinya Damaris Banobe (ketua) dengan perolehan 8 suara,  Dewita Sanam  (sekretaris)  dan Hawita Nugroho (bendahara) dan memiliki 7 anggota.

Salah satu orang tua siswa pendeta Yunus meberikan komentarnya setelah pembentukan kelompok selsai, ia menyampaikan menyampaikan bahwa “mama-mama karena Bengkel APPek sudah mau membantu kita harus maju sudah, pulang langsung kerja sudah jangan tunggu-tunggu lagi” ujarnya.

Sedangkan  Hawita Nugroho selaku bendahara kelompok merasa tertarik dengan istilah “MENTAL BLOCK” yang disampaikan oleh kordinator program Tarsianus Tani karena dalam materi itu yang sebagian besar dari mereka mengalamirasa takut sebelum mencoba sebuah usaha “ini membuat saya terpacu  dan terima kasih kami akan belajar banyak lagi” sedangkan dipenghujung acara ibu Damaris selaku ketua kelompok mengatakan bahwa “saya tidak bisa banyak bicara tapi kalau mau kerja mari kita kerja” pungkasnya.

Terbentuknya kelompok usaha perempuan ini diharapkan untuk  tidak  berakhir sampai pembentukannya saja tapi berlanjut sampai pada proses menciptakan produk yang layak dipasarkan dan mencapai keberhasilan bersama dengan tujuan mendorong ketahanan ekonomi orang tua demi kualitas pendidikan anak.

Penulis : Elin

Editor  : Naldo J

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media