Berita

bengkelappek.org, Bengkel APPeK NTT menyelenggarakan workshop hasil assesment kapasitas usaha BUMDes dan pembentukan jaringan penggerak BUMDes tingkat kecamatan pada hari Jumat, 10/ 12/2021 di Aula kantor desa Raknamo.

Pada bulan Oktober tahun 2021, Bengkel APPeK dan fasilitator desa melakukan assesment di dua desa yaitu  desa Raknamo dan desa Kairane, kecamatan Amabi Oefeto, kabuaten Kupang. Responden dari assesment tersebut terdiri dari pengurus BUMDes, kelompok usaha, kelompok perempuan, pemuda dan kaum disabilitas yang memiliki usaha .

Setelah melakukan Assesment, Bengkel APPeK menyelenggarakan workshop ditingkat kecamatan untuk memastikan hasil assesment dan menjadi acuan bagi kerja-kerja BUMDes kedepanya.  Sehingga workshop ini  dirangkai dengan pembentukan jaringan penggerak BUMDes tingkat kecamatan.

Kegiatan ini difaslitasi oleh Alfred Enamau selaku peneliti dari Bengkel APPeK NTT. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan hasil assesment di dua desa yakni desa Raknamo dan desa Kairane kepada semua peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.  

Foto Peserta Sedang Mendengarkan Pemaparan Hasil Assesment Kapasitas Usaha BUMDes Tingkat Kecamatan di Aula Kantor Desa Raknamo Pada Hari Jumad, 10/12/2021 (Sumber : Dokumentasi Elin)

Bet El Boys selaku anggota BPD mengatakan bahwa  “BPD melihat  BUMDes itu program untuk memberdayakan masyarakat, jadi badan pengurus dan anggota harus dilatih sehingga BUMDes berjalan dengan baik” ujarnya.

Sedangkan menurut Fidel sebagai pendamping desa menyampaikan bahwa banyak potensi di desa yang harus dikembangkan dengan baik dan penting untuk membangun kerja sama dari berbagai pihak   baik pemerintah, masyarakat, BUMDes maupun swasta.

“Pengurus bumdes hari memiliki tiga hal ini, berjiwa bisnis, kejujuran dan kerja sama yang baik karena sebenarnya banyak kebutuhan desa harus ditangani BUMDes” lanjutnya.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Glen Manu yang mewakili pemerintah kecamatan, ia mengharakan kepada kedua desa agar harus maju dan jangan melihat kembali kebelakang untuk membangun BUMDes yang lebih baik.

“Dari 7 desa dan  2 desa ini yang terpilih itu artinya kita istimewa. Jadi, harapannya harus bisa maju, jangan melihat kebelakang untuk membangun BUMDES kedua desa ini” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan dari tim media Suara Kampung, sesi terakhir dari kegiatan ini yaitu pembentukan jaringan penggerak tingkat kecamatan. Melalui musyawarah mufakat Karlos Manafe  terpilih mejadi ketua koordinator dan Angki Sete sebagai wakil koordinator. Harapanya kepada  kedua orang yang dipilih agar bisa mengkordinasi kegiatan-kegiatan di BUMDes dengan baik dan membangun jaringan untuk pengembangan BUMDes atau sebagai penghubung.

Untuk diketahui kegiatan ini merupakan implementasi dari program ENVISION (Enabling Civil Society For Inclusive Village Economic Development) kerja sama Bengkel APPeK NTT, Yayasan Alfa Omega (YAO), Wahana Visi Indonesia (WVI) dan didukung oleh Uni Eropa. Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan,pendamping desa, fasilitator desa dan pengurus BUMDes.

Penulis: Elin

Editor : Naldo

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media