Berita

bengkelappek.org, Kegiatan workshop dirangkai dengan pembentukan jaringan penggerak BUMDes berspektif gender dengan melibatkan kaum perempuan, pemuda dan kaum disabilitas dalam jaringan penggerak BUMDes.

Workshop assesment kapasitas BUMDes dan pembentukan jaringan penggerak BUMDes tingkat kecamatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Oh’Aem 1 pada hari jumad (10/12/2021) kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 15 orang baik dari unsur pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pengurus BUMDes  dan fasilitator desa.

Primus Nahak selaku koordinator program  memaparkan hasil assesment pemetaan kapasitas usaha BUMDes yang telah dilakukan oleh Bengkel APPeK dan fasilitator desa pada bulan Oktober 2021 yang lalu. Hal yang paparkan oleh staf senior Bengkel APPeK itu mulai dari jenis usaha, status kepemilikan usaha, modal usaha, aktivitas produksi, sasaran pasar dan analisis situasi usaha.

Setelah pemaparan hasil assesment, Primus Nahak yang sekaligus fasilitator kegiatan membagikan peserta menjadi dua kelompok yaitu kelompok BUMDes Desa Oh’Aem 1 dan 2. Pengelompokan ini guna untuk melihat kapasitas BUMDes yang sudah dijalankan.

“Dalam pemetaan analisis situasi usaha BUMdes  oleh kelompok Desa Oh’Aem 1 dan Desa Oh’Aem 2, BUMdes  di dua desa ini sama-sama bergerak di bidang pariwisata dan jasa sewa modal usaha. BUMdes ini sudah berjalan tetapi mengalami beberapa kendala yaitu belum ada kepala unit usaha, manajemen administrasi belum memadai, SDM yang sangat minim dalam mengelola modal dan pengembalian modal yang tersendat” ungkapnya.

Peserta Sedang Memaparkan Hasil Diskusi Kelompok Yang Difasilitasi Oleh Bengkel APPeK NTT di Aula Kantor Desa Oh'Aem 1 Kecamatan Amfoang Selatan Pada Hari Jumad, 10/12/2021 (Sumber: Dokumentasi Kristin)

Kegiatan ini juga membentuk jaringan penggerak BUMDes tingkat kecamatan Amfoang Selatan. Terpilih koordinator penggerak BUMDes yaitu Edward Bani dan Rosalina Kay Kanmi. Pembentukan ini bertujuan untuk memobilitas BUMDes  yang ada dan peluang usaha lain di desa.

Kepala Desa Oh’Aem 1, menyampaikan permohonan untuk dilakukan pelatihan terhadap pemerintah desa dalam mengelolah administrasi BUMDes  dan cara mengatasi kendala yang ada oleh Bengkel APPeK NTT. Karena kondisi SDM yang tidak memadai menjadi salah satu faktor tidak berkembangnya BUMDes dan kreatifitas melihat peluang usaha di Oh’Aem.

Hal  senada juga diungkapkan oleh Kepala Seksi Ekonomi Keacamatan Amfoang Selatan, Rosalina Kay Kanni, mewakili Camat Amfoang Selatan menyampaiakan ungkapan terima kasih dan mengapresiasi kepada Bengek APPek NTT yang melakuakan workshop tentang kapasitas BUMdes bersama pemerintah desa di Oh’Aem 1 dan 2.

“Saya menyampiakan pesan yang dititipkan oleh camat, kiranya Bengkel APPek tidak hanya mendampingi 2 desa tetapi ada 4 desa juga didampingi di Kecamatan Amfoang Selatan. Bengkel APPeK  juga diharapakan untuk membantu pemerintah desa membuat laporan keuangan BUMDes, tentang mengukur untung dan rugi. Karena SDM kami belum paham tentang laba dan rugi dalam usaha” ujar Rosalina.

Dilansir dari bengkelappek.org, program ENVISION merupakan kerja sama Bengkel APPeK NTT, Yayasan Alfa Omega (YAO), Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Uni Eropa. Tujuanya untuk memampukan organisasi masyarakat sipil dalam pembangunan ekonomi desa yang inklusif melalui pendampingan bagi CSO, fasilitator desa dan BUMDes di Kabupaten Kupang.

Penulis : Kristin

Editor  : Naldo J

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media